Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu

No comment 139 views

Berikut artikel Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu, Semoga bermanfaat

KINABALU, KOMPAS.com – Gunung Kinabalu yg berlokasi di Sabah, Malaysia, adalah salah sesuatu gunung tertinggi di Asia Tenggara. Puncaknya berada di ketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Manajemen pengelolaan Gunung Kinabalu terbukti menawarkan keamanan dan kenyamanan untuk pendaki. Hal itu tercermin dari tersedianya pos-pos pendakian, pembatasan kuota pendaki, adanya petugas gunung, pemandu, sampai sistem pendakian yg berlaku.

Pengelolaan Gunung Kinabalu berada di bawah manajemen Kinabalu Park. Ini adalah adalah salah sesuatu kawasan konservasi berstatus taman nasional yg dinaungi oleh badan konservasi Sabah Parks.

KompasTravel sempat mendaki Gunung Kinabalu dua waktu dahulu atas undangan Sabah Tourism Board. KompasTravel memiliki dua catatan khusus tentang pengelolaan Gunung Kinabalu.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Dua pendaki yang berasal Indonesia tengah menyusuri jalur pendakian Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016).

Pertama, dari segi kuota pendakian. Pemandu wisata yg menemani KompasTravel mendaki Gunung Kinabalu, Bobby Wesley menyampaikan bahwa ketika ini pihak Taman Nasional Gunung Kinabalu membatasi jumlah pendaki sebanyak 120 orang per hari.

Pembatasan kuota tersebut, lanjut Bobby, ditujukan bagi mengantisipasi kerusakan alam Gunung Kinabalu serta berkaitan dengan faktor keamanan pendakian. Jumlah tersebut juga sesuai dengan jumlah kamar yg tersedia di area Panar Laban.

Panar Laban adalah area peristirahatan yg berada di ketinggian 3.272 mdpl. Pihak Taman Nasional Kinabalu mengharuskan pendaki buat bermalam di dua penginapan di area Panar Laban sebelum mencapai puncak.

Kedua, sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu terdapat pos-pos pendakian. Kerennya, pos-pos tersebut dilengkapi oleh air minum, toilet, keterangan kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki mampu me-refill botol minum dengan air gunung.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki yang berasal Indonesia berada di Pondok Kandis, Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Senin (21/11/2016). Sepanjang jalur pendakian Gunung Kinabalu terdapat pos-pos pendakian yg lengkap dengan air minum, toilet, keterangan kawasan, tempat duduk, tempat sampah, dan tandu. Pendaki mampu mengisi ulang air minum yg berasal dari gunung.

Adapun pos pendakian Gunung Kinabalu terdiri dari Timpohon, Pondok Kandis, Pondok Ubah, Pondok Lowii, Pondok Mempening, Layang-Layang, Villose, Paka Shelter, Laban Rata, dan Sayat-Sayat. Setiap pos dibuat dengan jarak sekitar 0,5 – 1 kilometer.

“Kalau tandu ditaruh setiap pos supaya kalau ada kondisi darurat dapat cepat reaksi,” kata Bobby.

Khusus di Pos Layang-Layang, terdapat dua kamar yg mampu digunakan bagi kondisi darurat. Pasalnya, seandainya terjadi kondisi darurat, jarak buat kembali ke Timpohon atau ke Laban Rata terpaut sekitar 2-3 kilometer dari Pos Sayat-Sayat.

Ketiga, pihak Taman Nasional Kinabalu membatasi pendaki yg ingin menuju puncak Kinabalu. Setiap pendaki wajib mencapai Pos Sayat-Sayat sebelum pukul 05.00 waktu setempat.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Penanda berupa kartu (name tag) untuk setiap pendaki Gunung Kinabalu juga diberikan sebelum mendaki. Penanda tersebut berisi urutan kelompok dan nama pendaki.

“Kalau tak sampai jam lima pagi, pendaki nanti diminta turun lagi ke penginapan Laban Rata,” jelasnya.

Pos Sayat-Sayat berketinggian 3.668 mdpl. Sedangkan penginapan Laban Rata berada di ketinggian 3.273 mdpl.

Kemudian, petugas gunung di Gunung Kinabalu terpantau terus bersiaga di dua pos pendakian. Mereka bersiaga di Pos Layang-Layang dan Panar Laban.

“Petugas gunung menjaga di pos-pos tersebut buat registrasi pendaki yg lewat melalui pemandu wisata,” jelas Bobby.

Penanda berupa kartu (name tag) buat setiap pendaki gunung juga diberikan sebelum mendaki. Penanda tersebut berisi urutan kelompok dan nama pendaki.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pendaki menuju Sayat-Sayat Check Point setelah mencapai puncak Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016). Kini, pasca gempa Gunung Kinabalu pada Juli 2015, pendaki tidak perlu berjalan di pinggir tebing gunung bagi menuju Sayat-Sayat Check Point.

Bobby menyampaikan setiap pendaki harus memakai name tag tersebut selama mendaki gunung. Jika kehilangan name tag, lanjut Bobby, pendaki tidak mampu melanjutkan pendakian ke puncak.

Dari segi pengaturan porter atau pembawa barang, pengelola Gunung Kinabalu menerapkan aturan harga per kilogram. Bobby menyebutkan setiap kilogram barang yg dibawa mulai dikenakan biaya 13 Ringgit (Rp 40.000).

Dari segi jalur pendakian, pengelola Gunung Kinabalu membuat tangga dan pengaman berupa tali. Dari pos pendakian Timpohon menuju Layang-Layang dan Pos Panar Laban menuju Sayat-Sayat, pendaki mulai bertemu jalur tangga.

Pemandu pendakian juga cuma diizinkan memandu seandainya memiliki kartu tanda sertifikasi. Pemandu pendakian Gunung Kinabalu, Rooney Langgam menyampaikan segala pemandu tergabung dalam persatuan pemandu gunung.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Puncak St. John di Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016) dengan ketinggian 4.091 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Kinabalu dipercaya masyarakat Kandazan Dusun sebagai tempat tinggal roh-roh setelah mati sebelum pergi ke surga.

“Pemandu di Kinabal  dilatih penanganan pendaki, pengetahuan tentang gunung, dan memandu juga. Sebelum daftar pemandu pendaki, mesti 10 kali mendaki gunung dan izin memandu itu cuma mampu beberapa tahun. Selepas itu mesti diperpanjang,” kata Rooney kepada KompasTravel.

Pihak Taman Nasional Gunung Kinabalu pun menyediakan layanan transportasi dari Kantor Kinabalu Park menuju pos awal pendakian di Timpohon. Tak cuma itu, pihak taman nasional juga menawarkan sertifikat bukti tanda mendaki puncak Gunung Kinabalu seharga 10 Ringgit (Rp 30.000)

“Sertifikatnya berwarna seandainya sampai puncak. Hitam putih kalau tak sampai puncak,” jelas Bobby.

Untuk kondisi darurat, pengelola Taman Nasional Gunung Kinabalu juga milik strategi lain. Seperti penyediaan tempat landas helikopter (helipad) di dua titik yakni Kamborongoh, Paka Cave, dan Laban Rata.

“Ada juga bomba (pemadam kebakaran) yg setiap hari bertugas. Enam orang setiap hari, bersiaga kalau ada kondisi darurat,” tambahnya.

Pengelolaan Taman Nasional Gunung Kinabalu dapat dijadikan gambaran bahkan contoh buat taman nasional di Indonesia. Dari paparan tersebut, pihak taman nasional kelihatan memadukan pelayanan pariwisata aman dan nyaman tetapi tetap mengutamakan aspek konservasi.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/04/100200727/mengintip.cara.malaysia.mengelola.gunung.kinabalu
Terima kasih sudah membaca berita Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengintip Cara Malaysia Mengelola Gunung Kinabalu"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.