Mengenang Cross Border Festival Yang Bikin Ramai Atambua

No comment 23 views

Berikut artikel Mengenang Cross Border Festival yang Bikin Ramai Atambua, Semoga bermanfaat

Jakarta – Atambua di NTT perlahan menggeliat tidak mau kalah dengan destinasi yang lain di Indonesia. Wisata event pernah digelar di sana dan disambut meriah.

Terletak di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Atambua yaitu wilayah perbatasan dari Republik Indonesia dan Timor Leste. Traveler dapat melihat jelas apabila melaluinya lewat jalur darat.

Dulunya, Kota Atambua menjadi pusat penampungan untuk Timor Timur tahun 1999. Namun ketika ini telah pelan-pelan bertransformasi menjadi kota festival.

Pada tahun 2016 dahulu misalnya, pernah diselenggarakan Cross Border Festival pada 10 Desember 2016. Festival perbatasan ini juga digelar di dua titik perbatasan yang lain di Indonesia digelar yg diselenggarakan di berbagai wilayah perbatasan Indonesia, salah satunya Atambua.

Acara ini sangat meramaikan suasana. Tidak cuma warga Indonesia dan warga Timor Leste juga tiba menyeberang perbatasan. Kemeriahan kelihatan pada ketika festival berlangsung, pengunjung tampak antusias berdatangan dan menikmati jalannya festival. Kurang lebih 25 ribu orang memadati Lapangan Simpang Lima Atambua, lokasi festival ini.

Cross Border Festival juga dimeriahkan oleh sejumlah penampilan kesenian dari Indonesia dan Timor Leste. Band legendaris Jamrud dan Boomerang juga ikut memeriahkan acara ini. Nampaknya, para penggemar band Jamrud masih setia. Juga para personil Jamrud yg masih terjaga kualitas musiknya, hampir tak kelihatan perbedaan ketika melantunkan berbagai lagu-lagu khasnya.

Sebelumnya, di Atambua pun pernah diselenggarakan konser Slank yg mengusung tema Konser Perbatasan pada 31 Mei 2015. Antusiasme warga khususnya Slankers sangat tinggi ketika dilangsungkan. Masyarakat Atambua seperti terus gembira menyambut aneka acara yg diselenggarakan di sana. Mulai dari siang hingga malam hari, pengunjung makin ramai berdatangan memenuhi Simpang Lima Atambua.

Festival semacam ini tampaknya dapat memberikan aneka dampak positif untuk masyrakat Indonesia khususnya di bidang pariwisata. Tidak cuma kelihatan dari antusiasme warga yg tinggi, tapi juga kunjungan pelintas batas. Pada hari biasa, rata-rata pengunjung cuma sekitar 100 orang saja. Tetapi ketika festival berlangsung, jumlahnya melonjak hingga kisaran 700-an pelintas batas. Kenaikannya mampu mencapai 700% bila dibanding hari biasa.

Begitupun dengan usaha penginapan dan rental mobil. Hampir segala penginapan dan rental mobil yg biasanya cuma sedikit atau hampir tak penuh pesanan, ketika festival pun seluruhnya habis dipesan. Para pedagang kaki lima pun juga ikut panen rezeki dari hasil penjualan oleh pengunjung festival.

Kementerian Pariwisata RI merasa acara yg digelarnya pun menuai kesuksesan untuk hubungan pariwisata Indonesia dan Timor Leste. Cross Border yg mengambil model dari acara serupa di Singapura dan Prancis diharapkan juga menjadi pilihan wisata yg bisa berkembang serta menjadi celah pariwisata Indonesia, khususnya daerah perbatasan.

Tim Tapal Batas detikcom, Kamis (30/3/2017) sedang berada di Atambua. Mereka mulai menjelajah Kabupaten Belu selama dua hari ke depan. Tunggu cerita seru dari mereka di sini ya! (bnl/bnl)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/30/120632/3460253/1519/mengenang-cross-border-festival-yang-bikin-ramai-atambua
Terima kasih sudah membaca berita Mengenang Cross Border Festival yang Bikin Ramai Atambua. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengenang Cross Border Festival Yang Bikin Ramai Atambua"