Mengenal Sodan, Kampung Adat Di Sumba

No comment 735 views

Berikut artikel Mengenal Sodan, Kampung Adat di Sumba, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Tak cuma menikmati pesona alam, ketika liburan di Sumba turis dapat lebih mengenal warga setempat dengan main ke kampung adat. Salah satunya Kampung Sodan.

Kampung Sodan, adalah sebuah kampung adat di kecamatan Lamboya, Pulau Sumba. Menempuh jarak lebih kurang 45 Km dari Anakalang, melewati Kota Waikabubak dulu mengarah ke barat daya, kita memasuki sebuah kawasan perbukitan dengan kontur jalan yg naik-turun lengkap dengan tikungan tajam, tidak lupa bentang alam Indah dan semak belukar di kiri-kanan jalan membuat perjalanan hari ini cukup menantang.

Bonus matahari bersinar terik menjadikan petualangan ini sempurna. Memasuki desa Lamboya, jalan akan rusak cukup parah. Menyeberangi sebuah sungai yg berair jernih dengan kedalaman 40 cm, mengalir deras membentang selebar 12  meter.

Kami yg berkendara sepeda motor menjelajah kawasan ini harus menghadapi keadaan jalan yg akan rusak parah. Kombinasi tanjakan terjal dan batu lepasan membuat perjalanan menuju Kampung Sodan sedikit terkendala.

Selalu berhati-hati melintasi jalan menanjak dengan batuan lepasan yg menutup permukaan jalan, hingga akhirnya kalian datang disebuah kaki bukit dengan ketinggian lebih kurang 60 meter. Kampung Sodan ada di atasnya.

Kampung Sodan, sebagaimana kampung adat di Sumba yg masih asli, dibangun di dataran tinggi. Biasanya, bukit dengan jalan masuk terjal dan sulit didaki menjadi pilihan utama. Tujuannya, mempertahankan kampung dari serangan musuh mulai lebih gampang seandainya bertahan pada posisi strategis, dan pintu akses masuk kampung dibuat menjadi sesuatu pintu.

Dan inilah kampung Sodan. Team harus mendaki jalan dengan kemiringan nyaris 40 derajat menuju pintu masuk kampung Sodan. Hanya akses masuk satu-satunya. Selebihnya cuma jurang terjal.

Tiba di Kampung Sodan, Om Joni salah seorang sahabat yg menemani kita berasal dari suku Loli dan bisa berbahasa Sodan dengan baik, mengucapkan salam dalam bahasa setempat. Dan sebuah sahutan menggema dari arah kampung Sodan.

Bapak Talo Goro, tetua Kampung Sodan sendiri yg menyahut seruan om Joni. Kami diterima di kampung ini. Alhamdulillah. Dan, sekali lagi jalan mendaki menuju rumah Bapak Talo Goro, harus kalian lalui.

Tiba di rumah Bapak Talo Goro, kalian disuguhi sirih pinang sebagai salam dan tanda adat bahwa kalian diterima dengan tangan terbuka. Tak lupa, kalian juga menyerahkan sirih pinang yg kalian bawakan bagi tanda niat baik kunjungan kalian ke kampung ini.

Dan selanjutnya, obrolan kita mengalir santai tetapi tak kehilangan arah. Sebatang rokok tembakau asli yg ditanam di depan rumah, dilinting dengan kulit jagung menjadi salam perkenalan dari Bapak Talo Goro dan menjadi simbol penerimaan dari beliau bahwa kalian diterima dengan hangat.

Kampung Sodan, yg belum tersentuh akses listrik dari PLN berada di sekitar 797 mdpl. Hawanya cukup sejuk. Kampung ini terdiri dari 33 rumah, yg semuanya masih asli, dibuat dari kayu Mayella dan yg dihuni oleh total 230 jiwa.

Setiap rumah di Kampung Sodan dibangun dengan gotong royong dan kerjasama oleh 9 suku yg ada di sesuatu Kampung Sodan. Suku-suku yg ada di dalam Kampung Sodan adalah Anamalanta, Ubuteda, Modu, Weeyelu, Marapati, Ubukawau, Weisola, Weemati dan Weesagora, dan Setiap suku, memiliki peran dan fungsi masing-masing didalam kehidupan keseharian kampung Sodan.

Masyarakat Kampung Sodan menjaga dengan baik adat istiadat, budaya asli dan kearifan lokal yg menjadi kebanggaan masyarakat kampung ini. Termasuk kehidupan spiritual mereka yg memiliki keyakinan Merapu yg sekali setahun menyelenggarakan acara adat yg mereka sebut Po’du.

Sebuah acara sakral yg berlangsung sebulan penuh pada waktu yg sudah ditentukan dengan menjalankan ritual, mentaati setiap perintah tetua adat dan menjauhi seluruh pantangan dan larangan.

Tak butuh waktu lama, kita diajak bagi mengelilingi kampung melihat kehidupan keseharian masyarakat kampung Sodan. Sungguh sebuah kesempatan berharga. Kami mampu melihat segera kehidupan masyarakat Kampung Sodan yg masih asli, yg masih terjaga dengan baik. Luar biasa!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/08/113000/3267809/1025/mengenal-sodan-kampung-adat-di-sumba
Terima kasih sudah membaca berita Mengenal Sodan, Kampung Adat di Sumba. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengenal Sodan, Kampung Adat Di Sumba"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.