Mengenal Lebih Dekat Maori Di Selandia Baru, Kunjungi 3 Tempat Ini

Berikut artikel Mengenal Lebih Dekat Maori di Selandia Baru, Kunjungi 3 Tempat Ini, Semoga bermanfaat

ROTORUA, KOMPAS.com – Orang Maori yaitu para penghuni pertama daratan Selandia Baru. Jauh sebelum Bangsa Eropa tiba ke daerah tersebut, orang Maori telah menetap dan hidup selama bertahun-tahun hingga ketika ini.

Mereka diperkirakan tiba ke Selandia Baru pada abad ke-13 dari Polinesia. Bangsa Eropa yg masuk ke Selandia Baru pada abad ke-17. Sejak itu, kehidupan orang Maori berubah, akan dari pakaian hingga cara bercakap-cakap sehari-hari.

Walau begitu, hingga ketika ini, orang Maori masih menyimpan kuat tradisi leluhur mereka. Beberapa tradisi yg menonjol adalah tari Haka atau sejenis tarian perang, keterampilan menganyam tanaman menjadi baju hingga perkakas rumah tangga, arsitektur rumah Maori yg penuh simbol, hingga ukiran kayu yg merepresentasikan para leluhur.

Dari beragam tradisi Maori, ada banyak kemiripan dengan ritual dan tradisi dua suku di Indonesia. Sebut saja rajah tubuh penuh simbol seperti Suku Mentawai di Sumatera Barat hingga ritual bakar batu seperti Suku Dani di Papua.

(BACA: Hanya buat Pemberani, “Bungy Jumping” ke Sungai Terpanjang di Selandia Baru)

Untuk melihat lebih dekat tradisi Maori, Anda dapat mengunjungi Rotorua. Kota ini terletak di Pulau Utara dari Selandia Baru. Selandia Baru sendiri terdiri dari beberapa pulau penting merupakan Pulau Utara dan Pulau Selatan.

Rotorua mampu diakses melalui Bandara Auckland. Dari bandara tersebut lama perjalanan darat sekitar 4 jam. Ada tiga desa yg mampu dikunjungi, yaitu:

Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Pemahat kerajinan kayu khas Maori, di Te Puia, Selandia Baru.

1. Te Puia

Ini adalah pilihan tepat bagi memulai perjalanan Anda mengenal bangsa Maori. Baiknya gunakan pemandu wisata agar Anda lebih mengenal lebih dalam mengenai tradisi dan kebiasaan orang Maori.

Ambil paket makan siang sehingga Anda dapat menikmati makanan tradisional Maori merupakan Hangi. Hangi yaitu cara memasak dengan mengubur makanan yg ditempatkan di atas batu. Di bawah batu yaitu sumber panas, seperti kayu bakar. Jadi semacam oven atau pengukus bawah tanah.

Uniknya di Te Puia, hangi memakai sumber panas bumi. Tak perlu heran, karena lokasinya berada di kawasan geotermal yg dipenuhi geiser. Rotorua sendiri semacam kota geotermal yg dipenuhi geiser.

Pengalaman semakin lengkap karena Anda mulai dijelaskan cara membuat anyaman tradisional Maori hingga melihat segera sekolah ukiran kayu. Serta masuk ke rumah berarsitektur Maori.

Terakhir, Anda diajak ke kawasan yg dipenuhi geiser buat melihat geister yg tengah erupsi dan kolam lumpur. Jangan lupa juga lihat burung kiwi, burung langka asli Selandia Baru.

Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Belajar tari Haka, tari perang khas Maori di Temaki Village, Rotorua, Selandia Baru.

2. Tamaki Village

Desa ini semacam taman budaya Maori. Paket yg dapat diambil adalah kegiatan malam hari. Pengalaman mengenal Maori begitu lengkap, bahkan ketika di dalam bus menuju Tamaki Village. Biasanya tamu mulai dijemput dari hotel dengan bus.

Di Tamaki Village, wisatawan disambut upacara selamat tiba yg begitu magis. Lalu secara berkelompok masuk ke kawasan yg dibuat mirip seperti desa Maori zaman dahulu, ketika leluhur Maori datang di Selandia Baru.

Wisatawan mulai dijelaskan yang berasal usul Maori yg tiba ke Selandia Baru memakai kano panjang. Lalu coba segera permainan khas Maori. Para lelaki kemudian diajarkan cara menarikan tari Haka. Selanjutnya ada area yg menjelaskan makna rajah untuk Maori. Tur berlanjut dengan melihat proses memasak Hangi.

Wisatawan dulu masuk ke gedung pertunjukan buat menyaksikan lagu dan tarian khas Maori. Tur ditutup dengan makan bersama secara prasmanan. Hidangan yg disajikan adalah makanan tradisional yg dimasak secara Hangi.

Kompas.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Whakarewarewa village di Rotorua, Selandia Baru

3. Whakarewarewa Village

Ini adalah destinasi wajib seandainya Anda ingin benar-benar mengenal bangsa Maori. Sebab, berbeda dengan di Te Puia dan Tamaki, orang Maori memang tinggal di desa ini. Sebagian besar rumah di desa ini masih ditempati orang Maori.

Aula besar masih digunakan bagi upacara seperti upacara kematian atau sekadar berkumpul bersama. Ada sekolah khusus bagi anak-anak Maori. Saat melintas, Anda mampu mendengar anak-anak bernyanyi lagu dalam Bahasa Maori.

Desa inilah yang berasal mula pariwisata Selandia Baru. Para pemandu wisata di desa ini secara turun temurun berasal dari keluarga pemandu wisata sejak abad ke-19. Ada beragam toko di sini akan dari toko rajah tubuh, toko suvenir, hingga kedai yg menjual makanan Hangi.

Anda juga mampu melihat cara memasak hangi dengan memakai sumber panas bumi. Juga pemandian umum yg memakai air panas bumi. Ya, hal ini karena desa tersebut sebenarnya berada di area geotermal. Di dua titik, tanahnya begitu panas, Anda tak mampu berjalan-jalan tanpa alas kaki.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/18/181600727/mengenal.lebih.dekat.maori.di.selandia.baru.kunjungi.3.tempat.ini
Terima kasih sudah membaca berita Mengenal Lebih Dekat Maori di Selandia Baru, Kunjungi 3 Tempat Ini. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mengenal Lebih Dekat Maori Di Selandia Baru, Kunjungi 3 Tempat Ini"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.