Menelusuri Lorong Waktu Presiden RI Dari Masa Ke Masa Di Balai Kirti Bogor

Berikut artikel Menelusuri Lorong Waktu Presiden RI dari Masa ke Masa di Balai Kirti Bogor, Semoga bermanfaat

BOGOR, KOMPAS.com – Hingga 2016 ini 70 tahun lebih Indonesia telah berdiri, total enam presiden telah purna tugas dalam mebangun kejayaan Indonesia hingga kini. Tentunya banyak hal-hal menarik akan kata-kata mutiaranya, prestasinya memimpin Indonesia, hingga kebijakan kontroversial yg dibuatnya.

Melihat kiprah para presiden dari masa ke masa yaitu hal yg menarik buat dipelajari buat generasi muda ketika ini. Perjalanan pemimpin RI tersebut dikemas menarik dalam Museum Kepresidenen RI Balai Kirti di Bogor, terlebih banyak barang-barang asli peninggalan presiden di sini.

Museum tersebut masih sesuatu kompleks Istana Kepresidenan Bogor. Namun bagi memasukinya di hari biasa, Anda tak perlu lewat Istana Presiden, tetapi mampu melewati gerbang tiga Istana yg segera menghadap ke museum tersebut. Meski bisa diakses kapan pun oleh warga, bagi mengunjunginya perlu mengajukan surat elektronik kepada pengelola.

Museum ini berada di bagian belakang Istana Kepresidenan RI, yg yaitu satu-satunya museum khusus menyajikan tentang Presiden-presiden RI dari masa ke masa.

Pertama kali melihat museum ini, tidak seperti pandangan KompasTravel terhadap museum pada umumnya. Megahnya bangunan berlapis kaca yg modern dengan eskalator yg menghubungkan kedua lantainya membuat hasrat berkunjung semakin besar. Benar saja, di dalam museum megah tersebut kalian mampu belajar banyak tentang Presiden-presiden RI.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Seorang wisatawan, sedang mengamati deretan foto presiden RI dari 1945 Soeharto, hingga kini (2016) Joko Widodo, di Museum Balai Kirti Bogor.

Museum yg digagas presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono ini terdiri dari beberapa lantai. Di lantai pertama yaitu galeri kebangsaan, di mana terdapat naskah-naskah penting, studio audiovisual, dan patung keenam presiden Indonesia setinggi hingga 4 meter.

Selain itu, tembok-tembok di lantai pertama banyak yg berisikan ukiran naskah-naskah bersejarah seperti Proklamasi, Pembukaan UUD, Pancasila, hingga Sumpah Pemuda. Ada pun layar besar berukuran sekitar 12 meter persegi yg meyajikan perkembangan wilayah Indonesia sejak kemerdekaan.

Sedangkan lantai dua, yaitu galeri kepresidenan, 6 ruangan khusus presiden, dan sesuatu ruangan diorama. Wisatawan bisa menelusuri ruangan ke ruangan seperti lorong waktu. Karena tiap ruangan dikhususkan buat menyajikan berbagai hal dari sesuatu presiden.

Salah sesuatu yg membuat KompasTravel terkagum ialah banyak arsip-arsip negara, dan kelengkapan presiden yg asli. Walaupun dua banyak juga yg yaitu replika, dua benda asli di antaranya baju dinas dua presiden, batik Abdurahman Wahid, buku catatan tugas BJ Habibie, hingga mimbar presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Seorang wisatawan yg sedang berfoto di depan tilisan sumpah presiden RI, tempat ini berada di lantai beberapa gedung Balai Kirti, Bogor.

Petualangan dimulai dari ruang punya presiden pertama RI, Ir Soekarno. Ukiran dinding bertuliskan “Jas Merah” pidatonya tahun 1966 pun menyambut wisatawan. Terdapat baju kebanggaan Soekarno lengkap dengan lencana penghargaan dari berbagai tingkatan, lukisan besar setinggi beberapa meter, kumpulan fotonya bersama para petinggi negara, hingga layar TV 21 inch yg meyajikan tayangan kiprah Soekarno ketika menjadi presiden.

Berlanjut ke ruang Soeharto, bagian ornamen yg ditampilkan hampir sama seperti baju dinas, tongkat komando, lukisan dan yg lainnya. Dalam tiga layar TV yg bisa dinikmati wisatawan, menampilkan kiprah Soeharto ketika Indonesia mencapai swasembada pangan, hingga pembentukan ASEAN.

Berlanjut ke ruang BJ Habibie, salah sesuatu yg menarik wisatawan ialah miniatur berbagai pesawat yg pernah digagasnya buat Indonesia. Di sisi depannya pun terpajang elok buku catatan kerja asli semasa ia menjabat sebagai Presiden ketiga RI.

Jika di dua ruangan presiden yg terpajang ialah baju dinas kepresidenan, berbeda halnya di ruangan Abdurahman Wahid, atau Gus Dur. Terpajang batik dan kain sarung asli lengkap dengan peci dan tongkatnya. Di sisi kiri tertulis, Ini lah baju batik yg kerap dipakai presiden sekaligus bapak pluralisme Indonesia ketika bekerja baik formal maupun nonformal.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Patung keenam mantan presiden RI di Museum Kepresidenan RI Balai Kirti menghiasi etalasi di lantai pertama museum tersebut.

Di ruang Megawati Soekarno Putri juga terpajang seluruh atributnya saat menjadi presiden, catatan perjalanan, kumpulan foto hingga penghargaan. Yang menjadi ciri khas ruangan ini ialah terpajangnya koleksi vas bunga dan perlengkapan minuman bagi menjamu tamu kenegaraan.

Sedang ruangan Susilo Bambang Yudhoyono, yg unik terdapat mimbar asli yg dipakainya ketika berpidato. Ialah yg menggagas terbentuknya museum ini pada 2013, dan baru aktif beroperasi akhir 2014.

Sayangnya wisatawan tak diperkenankan mengabadikan momen berfoto memakai apa pun di ruang-ruang kepresidenan tersebut. “Karena yg dipajang yaitu arsip utama negara, mampu dibilang rahasia,” ujar Abdurahman, salah seorang pemandu Museum Balai Kirti, Rabu (25/5/2016).

Bagi yg ingin menelusuri lorong waktu sejarah kepresidenan Indonesia, harus mengirimkan surat elektronik ke museumkepresidenanindonesia@gmail.com, tujuh hari sebelum kunjungan. Untuk info kunjungan bisa menghubungi (0251) 7561701.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Tampak bangunan penuh kaca dengan sentuhan museum modern.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/05/27/082000327/Menelusuri.Lorong.Waktu.Presiden.RI.dari.Masa.ke.Masa.di.Balai.Kirti.Bogor
Terima kasih sudah membaca berita Menelusuri Lorong Waktu Presiden RI dari Masa ke Masa di Balai Kirti Bogor. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menelusuri Lorong Waktu Presiden RI Dari Masa Ke Masa Di Balai Kirti Bogor"