Menelusuri Habitat Rumah Bangau Di Padang

No comment 86 views

Berikut artikel Menelusuri Habitat Rumah Bangau di Padang, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Kota Padang tak melulu dikenal dengan pantainya yg indah dan kulinernya yg mengunggah selera. Bagi Anda pecinta akam, mampu melihat bangau di habitat aslinya yg bernama Rumah Bangau.

Terutama untuk Anda yg hobinya mencari objek-objek anti mainstream lainnya seperti Rumah Bangau. Ada juga yg menyebutknya Pulau Bangau. Rumah Bangau ini berada di kawasan pesisir pantai. Tepatnya di pinggir pantai dekat ujung Sungai Linggarjati, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat.

Rumah Bangau ini memiliki daya tarik tersendiri buat yg sudah mengunjunginya. Dari namanya saja telah mampu ditebak, di rumah tersebut terdapat burung bangau. Namun bukan sembarang rumah, terdapat ribuan burung bangau berkumpul dalam sesuatu kawasan yg suasananya begitu tenang dan damai tanpa ada yg mengusik.

Hari itu kesempatan berharga untuk aku mampu melihat sesuatu sudut keunikan Kota Padang. Saya bersama keluarga besar Komunitas Mata Ponsel Sumatra Barat yg diikuti oleh Aya, Afif, Afdal, Mute, da Pebri dan Fahmi.

Dengan memakai sepeda motor kita dengan leluasa mampu mencari jalan yg lebih singkat bagi cepat sampai di Rumah Bangau. Sebelum menuju lokasi kalian singgah terlebih dulu ke rumah teman da’Peb. Dia yg mulai mengantarkan kita sampai ke Rumah Bangau tersebut.

Deburan ombak, bau amis ikan, aktivitas masyarakat yg sedang memperbaiki jaring ikan dan kapal-kapal nelayan yg berbaris rapi bersandar di tepi pantai mulai kelihatan sesampainya di Rumah Bangau ini.

Nuansa pesisir pantai begitu lekat dan mampu dirasakan. Kendaraan kalian parkirkan di depan bengkel punya da’Rian dan dia juga yg menjadi pemandu kalian selama berwisata di Rumah Bangau ini.

Rumah bangau ini belum ditetapkan sebagai kawasan objek wisata, namun bisa menjadi salah sesuatu pilihan buat menghabiskan hari liburnya dengan menyepi melihat alam atau sekedar duduk menikmati deburan ombak yg tak jauh dari tempat ini.

Rumah Bangau ini menjadi satu-satunya habitat bangau yg berada di Kota Padang, bahkan di sebagian wilayah pesisir Sumatra Barat lainnya. Sebenarnya kawasan ini menjadi rumah para unggas dari keluarga Ciciniidae (sebutan bagi keluarga Bangau) yg memiliki ciri khas berkaki dan berleher panjang serta paruhnya juga.

Ada beberapa pilihan bagi dapat menikmati suasana berada di perkampungan para burung ini. Pertama saat pagi, sebelum matahari merangkak naik. Datanglah dan mampu melihat ribuan burung penghuni kawasan ini yg berterbangan ke semua penjuru negeri buat beraktivitas dan mencari makan.

Kedua menjelang petang tiba, di mana semua penghuni Rumah Banggau ini kembali ke sarangnya dan berisitirahat. Waktu petang yg kalian pilih bagi melihat aktivitas para burung bangau ini sebeb sekalian mampu menikmati suasana lembayung senja yg romantis.

Untuk mampu melihat para bangau ini harus memakai sampan (perahu kayu yg berukuran kecil), dan bagi memasuki kawasan ini tak ada tiketnya. Hanya membayar sewa dan jasa sampannya. Untuk sekali tripnya Rp 10 ribu.

Dengan sampan ini kalian mampu melihat burung-burung tersebut yg tinggalnya di tengah hutan Nipah dan hidup dikelilingi oleh perairan payau. Tempat ini memang berada di lingkungan rawa-rawa yg terjadi pasang-surut, dekat tepi laut dan muara sungai.

Di hutan tersebut para unggas membuat sarang, bertelur hingga berkembang biak. Diperkirakan kawasan ini memiliki luas kurang lebih 4 Ha.

Perlahan namun pasti kita masuk ke area hutan Nipah dengan mengikuti jalur yg sudah membelah rawa seakan berada di aliran sungai yg berberada di daerah pedalaman.

Kiri kanan pohon Nipah yg sangat meeting membentang sepanjang mata. Nuansa layaknya hutan Amazon Brazil tercipta. Sensasi yg luar biasa dan sangat mengagumkan sekali. Jauh dari peradaban dan hiuk pikuk Kota Padang.

Kemudian sampan berhenti di area yg lebih luas. Terlihat tepian pantai dan lautan. Matahari semakin menepi ke timur. Awan gelap bercampur dengan panorama langit jingga menghiasi perjalan kami. Ratusan burung Bangau pun akan kembali pulang. Kami berputar-putar di tepat ini mengabadikan moment langka ini.

Perlahan lahan senja semakin tiba, awan hitam akan bergerak menjauh dan sang mentari memberikan kehangat kala senja. Kami mengulangi kembali perjalannya. Ini trip yg kedua. Jalur yg kita tempuh tak ada yg berubah.

Saya spontan melihat ke belakang ternyata ratusan burung bangau berdatangan ada yg berkelompok dengan membentuk formasi “V” dan ada yg terbang sendiri berpisah dari rombongannya. Unggas tersebut berdatangan dari utara, selatan dan barat.

Atraksi burung bangau yg pertama kali aku saksikan. Jarang terjadi, langka dan cuma mampu dilihat di Rumah Bangau. Kepakan sayapnya sembari berkicau-kicau terasa saat melintas di atas kepala aku Momen yg keren ini cuma berselang dua menit saja menjelang kumandang azan Magrib tiba. Pokoknya tak dapat diungkapkan. Menakjubkan sekali!

Menariknya dari kehadiran para burung bangau di kawasan ini sebab kehidupan burung bangau tersebut tak mengganggu makhluk lain. Justru sangat menguntungkan karena bangau yg berasal dari dua daerah di Sumatra Barat itu membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Aia Dingin Kota Padang tak ada lalatnya. Burung Bangau yg tiba dari kawasan ini sudah memakan semua lalat di TPA tersebut.

Rumah bangau ini seakan menjadi suaka margasatwa mini yg dimiliki oleh Kota Padang. Ribuan burung bangau yg tinggal di hutan Nipah ini menyajikan tontonan alam yg keren.

Selain itu juga kehadiran makhluk hidup lainnya seperti berbagai macam burung selain kkeluarga bangau, kera ekor panjang, ular air, udang, berbagai macam ikan air payau, biawak hingga ada pula buaya yg hidup saling berdampingan membentuk sesuatu ekosistem yg eksotik.

Keberadaan Rumah Bangau ini mampu memberikan dampak yg baik untuk masyarakat sekitar. Dari sini bisa memancing ikan, menangkap udang atau memanfaatkan buah dan daun pohon Nipah buat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mungkin bila dikerjakan pengelolaan dengan baik dan menerapkan konsep ecoturism demi menjaga sisi kealamiannya. Rumah Bangau ini bisa ditetapkan sebagai kawasan konservasi unggas atau suaka margasatwa mini dan dijadikan wisata edukasi seperti konservasi penyu di Kota Pariaman.

Matahari sudah berada diufuknya, lembayung senja bersama kumandang azan Magrib sudah bergema. Memang ketika petang waktu yg tepat bagi menikmati pesona Rumah Bangau yg eksotik.

Kami sudah menepikan sampan. Kami sesuatu per sesuatu sudah turun. Diakhir penjelajahan ini kemudian kalian membayar sewa dan jasa sampannya.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/19/115800/3252273/1025/menelusuri-habitat-rumah-bangau-di-padang
Terima kasih sudah membaca berita Menelusuri Habitat Rumah Bangau di Padang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menelusuri Habitat Rumah Bangau Di Padang"