Mendatangi Mekkah-nya Orang Jepang

No comment 102 views

Berikut artikel Mendatangi Mekkah-nya Orang Jepang, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Begitu banyak kuil yg tersebar di Jepang. Namun ada sesuatu yg paling utama merupakan Ise-Jingu. Kawasan ini tidak jarang dibilang sebagai Mekkah-nya orang Jepang.

Suasana magis segera terasa ketika menginjakkan kaki di Ise-Jingu. Kuil Ise-Jingu atau yg tidak jarang juga disebut sebagai Ise Grand Shrine ini disebut-sebut sebagai salah sesuatu kuil Shinto paling utama di Jepang.

Di sini, wisatawan mampu mengintip sisi religius dan spiritual masyarakat Jepang. Terletak di Taman Nasional Ise-Shima, Prefektur Mie, Ise-Jingu memiliki sejarah panjang sebagai destinasi para peziarah Jepang.

Konon katanya, masyarakat Jepang pada zaman dulu memiliki pemikiran bahwa mereka harus mengunjungi Ise-Jingu paling tak sekali seumur hidupnya. Para peziarah rela menempuh perjalanan panjang menuju Ise-Jingu, baik melalui perjalanan darat dan laut, bagi menuntaskan doa di kuil ini. Posisinya yg utama inilah yg membuat Ise-Jingu tidak jarang disebut-sebut sebagai Mekkah-nya orang Jepang dalam sisi religi dan spiritual.

Ise Jingu memiliki beberapa kuil penting merupakan Ise Jingu Naiku (inner shrine) dan Ise Jingu Geku (outer shrine). Ise Jingu Naiku yaitu kuil terpenting karena didedikasikan bagi Amaterasu, sang Dewa Matahari.

Sedangkan Ise Jingu Geku yg berlokasi sekitar 6 kilometer dari Naiku. Kuil ini didedikasikan bagi Toyouke-Omikami, Dewa Pertanian, Panen Padi, dan Industri. Bangunan kuil yg terbuat dari kayu cemara dikelilingi oleh pohon-pohon berusia ratusan tahun sehingga suasana sangat terasa asri dan nyaman.

Beberapa orang Jepang bahkan yakin bahwa pepohonan yg ada di kawasan Ise-Jingu memiliki kekuatan yg dapat ditransfer kepada manusia. Kuil-kuil ini, sesuai dengan kepercayaan Shinto mulai kematian dan ketidakkekalan dunia, harus dibangun ulang melalui ritual khusus yg disebut Sengu setiap 20 tahun sekali. Pembangunan ulang ini juga memiliki tujuan bagi mewariskan teknik pembangunan bangunan kuno kepada generasi penerus.

Tidak seperti kuil lainnya di Jepang yg menjadi tempat membuat permohonan, Ise-Jingu yaitu kuil yg didedikasikan bagi mengungkapkan rasa syukur kepada Kamisama atau para dewa. Mereka bersyukur atas berkah yg sudah diberikan.

Ungkapan terima kasih dari para peziarah yg tiba ke Ise-Jingu antara yang lain adalah bagi berterima kasih atas kesembuhan dari suatu penyakit dan kemajuan bisnis. Bila tiba pada ketika musim wisuda, kalian bahkan dapat melihat rombongan wisudawan dan wisudawati tiba dengan memakai kimono kelulusan bagi berdoa syukur atas keberhasilan mereka dalam menempuh pendidikan.

Pemandangan unik juga bisa kami lihat ketika malam tahun baru. Berbeda dengan di Indonesia, di mana tahun baru dirayakan dengan pesta dan kembang api, acara malah tahun baru di Jepang dirayakan dalam kesunyian dengan berkunjung ke kuil buat berdoa, salah satunya di Ise-Jingu. Antrean panjang tak dapat terelakkan karena membludaknya wisatawan dan masyarakat Jepang yg tiba bagi berdoa dan berterima kasih atas keberkahan yg didapatkan selama setahun.

Banyaknya para peziarah inilah yg akhirnya menggeliatkan kegiatan ekonomi di sekitar kuil dengan tumbuhnya ryokan (penginapan tradisional Jepang) dan toko manisan tradisional yg dipercaya dapat mengembalikan energi para peziarah yg lebih menempuh perjalanan jauh. Jejeran pertokoan dengan bangunan kuno masih mampu kalian nikmati hingga ketika ini di Oharaimachi dan Okageyokocho yg berada tepat di depan Ise Jingu Naiku.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/22/132000/3230670/1025/mendatangi-mekkah-nya-orang-jepang
Terima kasih sudah membaca berita Mendatangi Mekkah-nya Orang Jepang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mendatangi Mekkah-nya Orang Jepang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.