Mencicipi Melon Ashimori, Wow! Rasanya “Pecah” Di Mulut

No comment 145 views

Berikut artikel Mencicipi Melon Ashimori, Wow! Rasanya “Pecah” di Mulut, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain panoramanya, Jepang juga terkenal dengan produksi berbagai buah yg berkualitas.

Salah sesuatu daerah penghasil buah berkualitas tinggi di Jepang adalah Okayama.

Jika berwisata di Okayama, Anda mampu mengunjungi tempat budidaya melon di Ashimori. Melihat produksi dan mencicipi lezatnya melon.

Daerah itu terkenal sebagai penghasil melon premium yg dikirim ke berbagai daerah di Jepang.

Ada beberapa macam melon yg diproduksi Ashimori, yakni melon hijau dan melon madu. Melon hijau menjadi produksi utama.

(BACA: Menyusuri Korakuen, Taman Paling Cantik di Jepang)

Kami diajak melihat salah sesuatu lahan punya petani melon hijau yg berada di dataran tinggi. Di sana, wisatawan dijelaskan secara singkat mengenai budidaya melon.

SANDRO GATRA/KOMPAS.com Rumah kaca tempat budidaya melon di Ashimori, Jepang.

Untuk menghasilkan melon yg lezat, petani harus memperhatikan betul proses produksi.

Pohon melon tumbuh di dalam rumah kaca. Di lokasi yg kalian singgahi, ada puluhan rumah kaca.

Umur pohon di setiap rumah kaca berbeda-beda. Jadi, panennya tak bersamaan. Air, suhu ruangan, kelembaban, kualitas bibit dan tanah betul-betul diperhatikan.

Suhu di dalam rumah kaca itu diatur tetap 20 derajat. Suhu itu lebih hangat dibanding di luar ruangan yg dapat mencapai sekitar 10 derajat saat musim dingin.

Tanah yg digunakan pun khusus. Tanah itu melewati proses pembakaran agar gembur.

Mulai dari benih hingga dapat dipanen membutuhkan waktu tiga bulan. Satu pohon cuma menghasilkan sesuatu buah melon.

Ketika dipanen, melon Ashimori memiliki berat 1,3 kg dan diameter 15 cm.

Untuk menikmatinya, potongan melon disarankan dimasukkan ke dalam kulkas terlebih dahulu antara 3-5 jam sebelum dimakan.

SANDRO GATRA/KOMPAS.com Melon yg dihasilkan petani di Ashimori, Jepang.

Kami disuguhkan potongan melon dingin. Tampilan luar, daging melon hijau relatif tebal dan sedikit basah. Tekstur dagingnya berbeda dengan melon yg biasa dijual di Indonesia.

Saya penasaran bagi mencobanya. Ahh, rasanya “pecah” di mulut.

Lembut, kesan pertama begitu gigi mengunyah melon. Manisnya air dari daging melon meleleh di mulut. Benar-benar Oishii (lezat).

Berapa harganya? Saya tercengang mendengar harganya. Jika membeli segera dari kebun, sesuatu melon dihargai 2.500 yen atau Rp 287.500 (1 yen = Rp 115).

Jika telah masuk ke pasar, harga melon sampai beberapa kali lipat atau sekitar Rp 575.000 per buah. Melon itu mulai dimasukkan kedalam kotak khusus agar tak rusak.

Melon produksi petani juga dapat dibeli saat festival di Ashimori yg biasa digelar pada bulan Oktober setiap tahun.

Untuk ketika ini, melon Ashimori cuma dipasarkan di wilayah Jepang. Namun, petani bersedia mengekspor seandainya ada pesanan dari negara lain.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/15/124200827/mencicipi.melon.ashimori.wow.rasanya.pecah.di.mulut
Terima kasih sudah membaca berita Mencicipi Melon Ashimori, Wow! Rasanya “Pecah” di Mulut. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mencicipi Melon Ashimori, Wow! Rasanya “Pecah” Di Mulut"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.