Menaklukan Badai Untuk Gapai Puncak Gunung Tambora

No comment 96 views

Berikut artikel Menaklukan Badai Untuk Gapai Puncak Gunung Tambora, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Mendaki Gunung Tambora di Sumbawa, traveler mulai merasakan sensasi petualangan yg maksimal. Dari beratnya medan, sampai menaklukan badai harus bersiap dihadapi.

Perjalanan ke Desa Pancasila, aku dan teman aku @elfriday_ dari Lombok menuju Dompu, Sumbawa memakai bus yg penuh sesak dengan penumpang dan barang belanjaan. Tidak cuma barang, hewan seperti ayam, bebek, burung pun masuk di dalam bus. Perjalanan ini jadi semakin seru pikirku.

Pagi buta sekitar jam 4, kita sampai di tempat pemberhentian terakhir bus di Dompu. Sementara menunggu terang, @elfriday_ mencari mushola bagi sholat subuh, dan aku menunggu di pos tempat bis berhenti ditemani dua orang yg sedang asyik bermain catur.

Hari telah lebih terang, kita pun bertanya kepada bapak-bapak di pos, kalau ke Desa Pancasila naik apa ya pak? Oh, naik ojek mas. Kami pun segera mencari tukang ojek buat mengantar kalian ke desa Pancasila, pos pendakian gunung Tambora. Kalau tak salah ojeknya Rp 15.000 per orang.

Kami Langsung diantar ke base camp pendakian, di rumah Pak Syaiful, kalian pun segera mendaftar. Oh iya, beliau juga menyewakan kamar untuk pendaki yg ingin menginap. Saat mendaftar dan mengisi buku, kalian menanyakan bagaimana cuaca, ada yg mendaki tidak? dll.

Beliau menyampaikan bahwa minggu-minggu ini lagi tidak jarang hujan, pendakian pun lagi sepi. Beliau juga berpesan, seandainya nanti cuaca buruk ketika pendakian, segera turun saja, jangan diteruskan.

Kami pun iZin bagi beres-beres dan sarapan lalu sebelum akan pendakian. Kira-kira jam 7, kalian pun telah bersiap buat berangkat. Perjalanan dimulai, basecamp ke pos 1 memang masih landai, melewati kampung dan perkebunan kopi rakyat. 4 jam kita berjalan, sampai bosan karena memang dari base camp-pos 1 memang trek yg sangat panjang. kalau gini, mending tadi ngojek aja kataku dengan @elfriday.

Sampai di pos 1, kita istirahat sebentar bagi minum dan sekedar senderan. Beberapa menit kemudian, kalian pun putuskan bagi lanjut perjalanan. Kali ini treknya bukan kopi, tetapi semak yg bikin tambah bosan. Sepanjang perjalanan yg kita lihat cuma semak, dan ramai monyet yg bergelantungan di pohon. Dan tidak diharapkan, hujan turun, kita cepat-cepat menggunakan jas hujan.

2 jam kemudian sampailah kita di pos 2, di sini terdapat sumber air yg jernih, hujan masih deras, kita pun berteduh di pos 2. Walaupun pakai jas hujan, air hujan tetap tembus dan kita pun basah kuyup, alhasil badan kedinginan.

Sudah kadung basah, hujan telah tak terlalu deras lagi, kita pun lanjut perjalanan. Pos 2-Pos 3 kurang lebih 1,5 jam, trek telah akan menajak dan banyak pohon yg tumbang, sehingga kadang kalian harus jalan merunduk buat melewati trek ini.

Akhirnya sampailah kita di pos, di sini kita bertemu dengan 2 anak yg sedang istirahat dan berteduh dari hujan. Kebetulan mereka anak-anak dari Desa Pancasila dan masih SMP, katanya mereka telah kadang mendaki Tambora mengantar orang yg ingin mendaki. Wah, kebetulan kalau begitu, mampu bareng.

Setelah cukup lama istirahat dan mengobrol, kalian pun melanjutkan perjalanan. Hari masih hujan, yah telah terlanjur basah, kalau lama berhenti badan malah makin dingin pikir kami.

Pos 3-Pos 4 kurang lebih 1 jam, trek kali ini makin menanjak, tetapi sepanjang trek sekarang banyak tumbuhan Jelateng, ini kalau kena kulit rasanya perih, panas, kemerahan dan pastinya cenut-cenut. Teman aku @elfriday_ kena sekali di tangannya.

Sampai pos 4, tak ada tempat berteduh seperti pos 1,2 dan 3, cuma pohon-pohon besar, suasananya sedikit gelap karena banyak pohon besar dan rasanya sedikit horor, kalian pun segera jalan menuju pos 5, karena jaraknya tak terlalu jauh.

Akhirnya sampailah di Pos 5, tempat mendirikan tenda. Langsung saja kalian bongkar tas dan mendirikan tenda. Hujan masih turun malah semakin deras. Yah nasib pendakian kali ini, barang-barang di dalam keril basah semua, termasuk sleeping bag. Malam pun tiba, terpaksa kalian tidur dengan pakaian basah.

Jam 3 pagi kita telah bangun dan bersiap-siap buat ke Puncak Tambora, suasana masih gelap. Kami akan berjalan dengan penerangan senter dan head lamp. Jam 5 kita telah sampai di bibir kaldera, kita harus menelusuri bagi mencapai puncak tertingginya. kita harus berjalan hati-hati karena hari masih gelap dan kabut lumayan tebal sehingga jarak pandang juga terbatas.

Langit di timur tampak jingga keemasan, pertanda matahari mulai langsung terbit. Tapi pagi itu kabut masih tebal, jadi keindahan kaldera Tambora tak kelihatan karena tertutup kabut.

Kami pun sampai di Puncak tambora, Merah putih tampak berkibar gagah menyambut kedatangan kami, rasa bahagia bercampur haru ketika datang di puncak. Matahari masih bersembunyi dibalik kabut yang tebal, angin luamayan kencang.

Kami masih berharap kabut mulai hilang dan matahari pagi bersinar cerah agar kalian mampu melihat kemegahan kaldera Tambora. Beberapa menit kemudian, angin semakin kencang kabut juga makin tebal, kemudian kalian sepakat bagi cepat-cepat turun, ini namanya badai bukan kabut lagi pikirku.

Kami harus cepat-cepat turun, kalian tak mau terjebak dalam badai karena sangat bahaya. Jarak pandang telah sangat pendek, kurang dari 3 meter kira-kira. Anginpun sangat kencang sampai kalian kesulitan bagi bernapas.

Akhirnya setelah berjalan cepat, kalian telah melewati badai itu, lega rasanya. Kami berjalan menuju tenda. Sampai di Tenda aku kaget barang-barang dan tenda kita telah berantakan, logistik kalian habis, cuma 1 bungkus mie instan tersisa, ini seluruh ulah babi hutan. Astaga, ya sudahlah. Seharusnya sebelum ke puncak, barang-barang kalian packing dan ditaruh di pohon agar tak dirusak babi hutan.

Kami pun putuskan langsung packing dan cepat turun gunung. Harus langsung sampai desa jangan bermalam lagi karena telah kehabisan logistik. Pas perjalanan kembali ke desa, hujan turun lagi dan kali ini lebih deras dari kemarin.

Aduh, pendakian kali ini lumayan menyiksa. Tapi tak bikin kapok kok. Sampai jumpa di pendakian-pendakian selanjutnya. Keep safety first dan jangan nyampah di gunung ya guys!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/06/104000/3265242/1025/menaklukan-badai-untuk-gapai-puncak-gunung-tambora
Terima kasih sudah membaca berita Menaklukan Badai Untuk Gapai Puncak Gunung Tambora. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Menaklukan Badai Untuk Gapai Puncak Gunung Tambora"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.