Memajang Lukisan Di Atas Ranjang Hotel

No comment 123 views

Berikut artikel Memajang Lukisan di Atas Ranjang Hotel, Semoga bermanfaat

MENDAHULUI Pekan Seni Singapura atau Singapore Art Week 2017, Rosalind Lim, pelopor dan Direktur The Art Apart Fair Singapura, terlebih lalu menggelar pameran lukisan di Hotel Pan Pacific Orchard, 7-11 Januari 2017. Sejumlah lukisan dipajang di atas ranjang kamar hotel tersebut.

Singapore Art Week (SAW) 2017 sendiri baru dibuka pada hari Rabu (11/1/2017), dan dijadwalkan berlangsung hingga 22 Januari 2017.

Setidaknya, 29 program pilihan penting yg dinaungi SAW, di antaranya Art Stage Singapore (12-15 Januari), Aliwal UrbanArt Festival (12-15 Januari), dan Artwalk Little India (12-17 Januari).

Ada tiga program yg baru dalam agenda tahunan SAW 2017, di antaranya Fantasy Islands (11-26 Januari 2017), yg menghadirkan karya seni bertema relasi Singapura dengan Batam, salah sesuatu pulau industri punya Indonesia yg berdekatan dengan Singapura.

(BACA: Kafe Harry Potter Hadir di Singapura!)

SAW 2017 juga menghadirkan program baru: Contemporary Printmaking Festival 2017. Festival karya seni berteknologi multimedia bagi dicetak secara digital yg memungkinkan siapa pun bisa berkreasi.

Kemudian program OH! Open House yg menghadirkan The Bizarre Honour. Program ini bertutur tentang kepunahan harimau, terutama di Singapura, berdasarkan catatan The Overland Singapore Free Press pada 1 Juli 1851.

Pameran The Art Apart Fair di Hotel Pan Pacific Orchard memang bukan termasuk program SAW 2017. Menurut Lim, kegiatan itu berawal tahun 2013, dan pameran kali ini yaitu edisi ke sembilan.

(BACA: Bolehkah Memotret di Pameran Lukisan Istana?)

“Konsep memperlihatkan lukisan di atas ranjang sebuah kamar hotel itu ingin memasukkan karya seni ke ruang-ruang intim publik, terutama untuk orang- orang yg pernah menginap di kamar hotel itu. Saya memperoleh inspirasi ini dari New York, Amerika Serikat, sekitar 15 tahun silam,” katanya, Selasa (10/1/2017).

Ruang pamer lukisan dipilih empat kamar paling mewah, merupakan kamar penthouse and suites di lantai 20. Kemudian dua ruang meeting hotel di lantai tiga, dan di ruang lobi hotel.

Sisi-sisi pintu lift pun dimanfaatkan. Siapa pun yg ingin memakai lift itu dipastikan memandang lukisan tersebut.

Lim menampilkan lebih dari 100 lukisan. Ada pula karya seni kaca dari Murano, Italia, dan cetakan hasil fotografi, serta seni instalasi yg dihasilkan oleh sekitar 80 seniman.

Mereka berasal dari Singapura, Indonesia, Filipina, Vietnam, Jepang, Australia, Rusia, Mongolia, Inggris, Spanyol, dan sebagainya.

Sebagian karya itu punya kolektor seni terkenal di Singapura, Stanley Quek dan Lynette Wong, serta kolektor dari Argentina, Ernesto Bedmar.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/01/12/191200427/memajang.lukisan.di.atas.ranjang.hotel
Terima kasih sudah membaca berita Memajang Lukisan di Atas Ranjang Hotel. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Memajang Lukisan Di Atas Ranjang Hotel"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.