Melancong Ke Kota Peti Mati Di El Savador, Berani?

No comment 118 views

Berikut artikel Melancong ke Kota Peti Mati di El Savador, Berani?, Semoga bermanfaat

Jucuapa – Saat melancong ke Kota Jucuapa di El Savador, traveler mulai melihat banyak peti mati bergeletakan. Jangan kaget, karena inilah Kota Peti Mati.

Traveler biasanya mencari satu yg khas dari daerah yg dikunjunginya, buat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Namun buat wisatawan yg melancong ke Kota Jucuapa di El Savador mau beli benda khasnya pasti pikir-pikir dulu, karena kota sesuatu ini terkenal sebagai penghasil peti mati.

Dilansir dari Reuters, Jumat (24/6/2016), Kota Jucuapa yaitu kota kecil berpenduduk kurang lebih 18 ribu jiwa. Kota ini terletak sekitar 116 Km di sebelah timur San Salvador, ibukota negara El Savador.

Kota Jucuapa menjadi unik, karena kota ini mengandalkan industri peti mati sebagai penopang ekonomi penting untuk para penduduknya. Tercatat ada 18 perusahaan peti mati yg beroperasi di kota ini.


Membuat peti mati jadi pekerjaan penting warga Jucuapa (Jose Cabezas/Reuters)

Tentu saja pemilihan peti mati sebagai industri penting di Jucuapa bukannya tanpa alasan. Tingginya angka kematian di Jucuapa, terutama di El Savador secara keseluruhan menjadi penyebabnya.

Sepanjang tahun 2015 saja, hampir 70% angka kematian di El Savador disebabkan oleh perang antar geng. Angka kematian ini di 3 bulan pertama tahun 2016 pun selalu meningkat, rata-rata mencapai 22 orang setiap harinya.

Tingginya angka kematian ini membuat kebutuhan mulai peti mati di El Savador sangat tinggi. Hampir setiap hari di Kota Jucuapa, mobil pengangkut peti mati lalu-lalang mengantarkan pesanan. Tak cuma ke kota mereka sendiri, melainkan hingga ke segala penjuru El Savador dan juga dieskpor ke negara yang lain seperti Honduras dan Guatemala.


Anak-anak bekerja membuat peti mati (Jose Cabezas/Reuters)

“Ada atau tak ada pembunuhan, kita mulai terus tetap bekerja, karena peti mati ini telah ada yg memesan hingga ke luar negeri,” ujar Jose Flores (24), pekerja yg dibayar USD $15 (setara Rp 198 ribu) bagi setiap peti mati yg dia kerjakan.

Kesulitan ekonomi membuat anak-anak muda Jucuapa pergi bermigrasi ke kota yg lebih besar, demi hidup yg lebih baik. Sementara sisanya memilih bertahan di Jucuapa, menjadi buruh kebun kopi, bertani kecil-kecilan dan tentu saja menjadi pembuat peti mati.


Bagi anak-anak ini, bermain di antara peti mati adalah hal biasa (Jose Cabezas/Reuters)

Satu peti mati paling murah dihargai sebesar USD $100 (setara Rp 1,3 Juta), sementara yg paling mahal mampu mencapai USD $1.200 (setara Rp 15 Juta). Harga peti mati tergantung dari kualitas bahan baku kayu yg digunakan.

Perang antar geng demi bisnis narkoba benar-benar membuat penduduk di Jucuapa merana. Padahal di kota ini ada dua destinasi wisata menarik yg patut dikunjungi seperti dua katedral tua dan juga restoran lokal yg lezat buat berwisata kuliner.

Bagi anak-anak dan warga Jucuapa, bermain serta berinteraksi dengan peti mati telah menjadi keseharian mereka. Traveler yg berkunjung ke kota ini tak usah heran dan kaget melihat pemandangan seperti itu ya.


Sementara anak-anak main, para ibu-ibu membuat dalaman peti mati (Jose Cabezas/Reuters)

(wsw/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/24/084128/3241019/1520/melancong-ke-kota-peti-mati-di-el-savador-berani
Terima kasih sudah membaca berita Melancong ke Kota Peti Mati di El Savador, Berani?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Melancong Ke Kota Peti Mati Di El Savador, Berani?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.