Mau Nyobain Sate Kere? Sambangi Pasar Kangen Jogja

No comment 72 views

Berikut artikel Mau Nyobain Sate Kere? Sambangi Pasar Kangen Jogja, Semoga bermanfaat

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Melestarikan tradisi agar jangan sampai dilupakan atau hilang ditelan zaman, inilah yg dikerjakan oleh Ibu Bagyo penjual makanan tradisional dan Dian, penjual sate kere di stand Pasar Kangen Jogja.

Memasuki halaman Taman Budaya Yogyakarta tempat digelarnya Pasar Kangen Jogja, kelihatan kepulan asap dengan aroma khas sate kere asli Yogyakarta yg berbahan gajih atau lemak sapi. Tampak pula para pengunjung berjajar mengantre membeli sate yg ketika ini semakin jarang dijumpai di Yogyakarta.

Beberapa pengunjung yg lebih dahulu tiba kelihatan lahap menyantap sate kere yg disajikan dengan pincuk daun pisang. Padahal dahulu, di setiap ada pertunjukan wayang kulit atau pun Jathilan di desa-desa dengan gampang ditemui penjual sate kere.

Saat ini, salah sesuatu tempat bagi mendapatkan sate kere ada di emperan Pasar Beringharjo kota Yogyakarta. “Sekarang jarang mas. Padahal lalu zaman kecil banyak yg jual,” ujar Dian, penjual sate kere di Pasar Kangen Jogja ketika ditemui KompasTravel, Kamis (21/7/2016).

Menurut Dian, ada beberapa macam sate kere yakni khas Yogyakarta dan Solo. Sate kere di Solo berbahan tempe gembus, sedangkan sate kere khas Yogyakarta berbahan gajih atau lemak sapi. “Di stand ini ada dua, khas Solo dan Yogya. Pembeli mampu pesan dengan lontong juga ,” tegasnya.

Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini mengaku tak berjualan di rumah. Ia bersama temannya sengaja berjualan sate kere di Pasar Kangen bagi memanjakan pengunjung yg ingin bernostalgia dengan sate kere.

Selain itu juga ingin agar kawula muda mengetahui seandainya zaman dahulu ada varian sate yg melegenda yakni sate kere. “Satu porsinya Rp 10.000, tapi kalau campur (sate kere khas Yogya dan Solo) Rp 15.000,” ucapnya.

Warga Banguntapan Bantul ini, mengaku akan dari hari pertama di Pasar Kangen Jogja sampai dengan hari kedua, sate kere diminati pengunjung. Kebanyakan mereka memesan sate kere campur.

Sementara itu, Ibu Bagyo mengatakan Pasar Kangen pertama ia terus ikut membuka stand kuliner. Di standnya ia menjajakan makanan khas tradisional zaman dulu, antara yang lain legondo, gatot, cenil, tiwul, klepon, lupis, gethuk, jenang grendul, jenang sumsum, jenang mutiara dan hawuk-hawuk.

“Semua dimasak sendiri. Tanpa pengawet ataupun pemanis buatan, seluruh alami seperti gula jawa dan gula aren,” urainya.

Ia menyampaikan, harga buat mampu menikmati makanan tradisional di standnya cukup murah. Penyajiannya pun tak memakai piring melainkan jenang dengan pincuk daun pisang.

KOMPAS.COM/WIJAYA KUSUMA Stand sate kere di Pasar Kangen Jogja Taman Budaya Yogyakarta.

Seperti zaman dahulu, pengunjung menyantap jenang dengan “suru” (sendok dari daun pisang). 

Selama beberapa hari penyelenggaraan Pasar Kangen Jogja, yg paling diburu pembeli di standnya adalah lopis, cenil, klepon dan jenang.

Ibu Bagyo menuturkan, selain membuka stand di Pasar Kangen Jogja ia juga berjualan di Pasar Kolombo. Baginya berjualan makanan tradisional bukan cuma sebatas mencari uang, namun juga turut melestarikan tradisi sehingga kuliner masa dahulu mampu bertahan di era modern ketika ini.

“Jangan sampai anak cucu kalian tak mengenal gatot, cenil atau jenang grendul. Kuliner ini harus selalu dilestarikan,” pungkasnya.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/22/132900927/Mau.Nyobain.Sate.Kere.Sambangi.Pasar.Kangen.Jogja
Terima kasih sudah membaca berita Mau Nyobain Sate Kere? Sambangi Pasar Kangen Jogja. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mau Nyobain Sate Kere? Sambangi Pasar Kangen Jogja"