Mari Nikmati Cicah Peugaga Khas Aceh

No comment 107 views

Berikut artikel Mari Nikmati Cicah Peugaga Khas Aceh, Semoga bermanfaat

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Aceh dikenal kaya mulai wisata kuliner. Di bulan Ramadhan ini, maka kuliner cicah oen peugaga pun dijual sejumlah pedagang di berbagai pusat jajanan kuliner. Salah satunya di Pasar Cunda, Kota Lhokseumawe, Sabtu (11/6/2016).

Penganan yg cuma gampang ditemui ketika Ramadhan ini salah sesuatu khas penganan masyarakat Aceh bagi berbuka puasa. Masyarakat di luar Aceh mengenal penganan itu dengan sebutan urap daun peugagan, dalam bahasa latin daun itu dikenal ciliantro.

Salah warga di Desa Kuta Blang, Lhokseumawe, Aceh, Fadhila Hanum menyebutkan keluarganya rutin membuat penganan khas Aceh itu. “Bukan buat dijual, tetapi bagi dikonsumsi sebagai menu berbuka pausa saja,” sebut Dhila.

Dia menerangkan, masyarakat Melayu menyebut penganan ini dengan nama Ayang Daun Peugagan. Jadi, beda daerah, maka beda pula penyebutannya.

KOMPAS.COM/MASRIADI Warga sedang membuat cicah on peugaga di Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Sabtu (11/6/2016).

Namun, sambung Dhila, penganan itu dipastikan cuma tersedia di Aceh. Urap ini dijual Rp 5.000 per bungkus. Cara membuat penganan ini pun terbilang praktis. Misalnya segenggam daun peugagan diiris halus, dahulu siapkan kelapa parut secukupnya.

Bahan yg diperlukan lainnya merupakan cabai hijau iris tipis, udang iris tipis, daun jeruk, bawang merah, batang sereh, air jeruk nipis, garam dan air asam. Setelah bahan tersedia, maka oen peugaga dipotong kecil-kecil, bawang, asam sunti, garam, cabe hijau, daun jeruk dan sereh dicampur segala jadi dalam sesuatu adonan dulu diulek.

Sebagian masyarakat menumbuknya ke dalam lesung. Ini tergantung selera masing-masing. Lalu tambahkan udang yg telah digoreng, kelapa parut dahulu ulek kembali dalam adonan. Setelah itu penganan ini bersiap disajikan atau dijual.

“Di keluarga kami, tiap Ramadhan tidak jarang menyiapkan cicah oen peugaga. Kalau di luar Ramadhan, jarang-jarang kami menyiapkan makanan itu,” sebut Dhila.

KOMPAS.COM/MASRIADI Warga sedang membuat cicah on peugaga di Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Sabtu (11/6/2016).

Sementara itu, warga lainnya, Teuku Fakhrizal menyebukan cicah oen peugaga menu wajib berbuka di keluarganya. “Rasanya pas, pedas, lemak dan nikmat,” sebut Fakhrizal.

Di bulan Ramadhan ini, sangat gampang menjumpai penganan itu. Namun, di luar bulan ini, maka sangat sulit menemukan penganan itu. Nah, saatnya menikmati cicah oen peugaga di bulan penuh hikmah ini. Silakan mencoba…

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/11/172200927/Mari.Nikmati.Cicah.Peugaga.Khas.Aceh
Terima kasih sudah membaca berita Mari Nikmati Cicah Peugaga Khas Aceh. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mari Nikmati Cicah Peugaga Khas Aceh"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.