Mampir Ke Situ Cisanti Hingga Petilasan Dipati Ukur Di Bandung

Berikut artikel Mampir ke Situ Cisanti Hingga Petilasan Dipati Ukur di Bandung, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Akhir Pekan di Kabupaten Bandung, traveler mampu main ke Situ Cisanti yg jadi hulu Citarum. Bisa pula ziarah ke petilasan Dipati Ukur.

Hujan yg mengguyur Kota Bandung sejak malam hari tidak menyurutkan antusiasme d’Traveler buat mengikuti acara piknik yg diadakan detikTravel. Pagi itu kita mulai diajak mengenal alam lebih dekat.

Bergegas d’Traveler menuju bus yg sudah bersiap mengantarkan menuju Situ Cisanti yg yaitu tujuan piknik kali ini. Udara dingin membuai peserta hingga terlelap. Melewati Desa Cibeureum, Pacet mata ini akan terbuka.

Hamparan perkebunan bawang berlatar belakang pegunungan memanjakan mata. Tetapi di balik keindahan itu ada pemandangan yg membuat miris. Terlihat ladang-ladang penduduk yg dibangun tanpa konstruksi terasering.

Sehingga air limbah pupuk segera mengalir ke sumber air di bawahnya. Pencemaran sungai pun tidak bisa dielakkan. Minimnya pepohonan membuat daerah tersebut rawan longsor.

Setelah melewati jalan yg berkelak-kelok sampailah kalian di kompleks Situs Petilasan Eyang Dipati Ukur yg berada sesuatu kompleks dengan Situ Cisanti dan Arboretum Wayang Windu.  Hamparan pohon kayu putih menyambut kedatangan kami.

Cacing di perut yg akan berteriak nyaring membuat d’Traveler segera menyerbu pedagang cilok yg kebetulan mangkal di sana. Puas mengisi perut, kalian dibagi kelompok dan tenda. Udara dingin membuat perut cepat merasa lapar. Selesai mendirikan tenda dilanjutkan dengan botram. Beralas daun pisang dengan cepat makanan berpindah ke perut d’travelers. Nikmat.

Perjalanan berlanjut menyusuri Situ Cisanti bagi membersihkan sampah-sampah sambil mengenal lingkungan sekitar. Pepohonan hijau dan danau yg tenang membawa kedamaian. Di kejauhan kelihatan titik O KM Sungai Citarum.

Kami sempat mengunjungi Petilasan Dipati Ukur dan merasakan kesejukan mata air yg konon kabarnya membuat awet muda. Banyak hal yg dapat dilihat dan dipelajari sepanjang perjalanan. Kang Yadi dan Kang Agus yg mendampingi bersiap menjawab pertanyaan-pertanyaan dari d’Traveler.

Malam itu udara cukup dingin. Kami berlindung dalam kehangatan Saung Sawala sambil menikmati singkong dan kacang rebus. Perwakilan Masyarakat Cinta Citarum mengajak d’Traveler bertukar pikiran mengenai Sungai Citarum. Banyak hal dikemukakan dari permasalahan yg merongrong Sungai Citarum hingga solusinya.

Malam semakin larut. Beberapa d’Traveler akan kelihatan mengantuk. Lomba yel-yel dan api unggun menutup perjalan hari itu. Keesokan harinya kita diajak melihat peternakan sapi dan proses pembuatan biogas. Sungguh liburan yg sarat ilmu. Terima kasih Komunitas d’Traveler telah berbagi ilmu dan keceriaan.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/01/145500/3305088/1025/mampir-ke-situ-cisanti-hingga-petilasan-dipati-ukur-di-bandung
Terima kasih sudah membaca berita Mampir ke Situ Cisanti Hingga Petilasan Dipati Ukur di Bandung. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Mampir Ke Situ Cisanti Hingga Petilasan Dipati Ukur Di Bandung"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.