Makan Ala “Rijstaffle” Di Bioskop Tertua Jakarta

No comment 120 views

Berikut artikel Makan ala “Rijstaffle” di Bioskop Tertua Jakarta, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemain biola dan gitar memasuki ruangan, sembari memainkan melodi lagu klasik. Di belakang mereka ada sepuluh orang pramusaji. Pramusaji perempuan mengenakan kebaya dan yg laki-laki mengenakan beskap. Mereka berjalan sambil tersenyum ramah, membawa masakan Indonesia yg menggoda selera.

Malam itu, Kamis (24/11/2016) aku bak bangsawan. Dijamu makan dengan penyajian ala rijsttafel. Penyajian makanan ini dikenal sejak zaman Hindia Belanda, merupakan menyajikan makanan dengan pramusaji yg banyak.

Setiap hidangan disajikan oleh sesuatu pelayan. Makanan yg disajikan umumnya adalah masakan nusantara. Gaya seperti ini begitu disukai orang Belanda di zaman kolonial. Tak cuma orang Belanda, rijsttafel juga digemari orang Eropa yg tiba ke Hindia Belanda.

Lebih takjub lagi, aku menyantap hidangan dengan penyajian ala Rijsttafle ini di salah sesuatu gedung bersejarah di Jakarta. Tepatnya di gedung bisokop tertua Jakarta, Mertopole, yg berlokasi di Jalan Pengangsaan nomor 21, Menteng, Jakarta Pusat. Metropole sudah berusia 84 tahun.

“Dulunya lantai beberapa ini sangat tidak jelas. Bekas tempat biliar dan arena dindong, kotor dan seram,” kata Deri, Public Relations yg mewakili grup 21 Cineplex.

Gedung Metropole di Cikini, Jakarta Pusat ketika ini dikelola oleh grup 21 Cineplex, pemugaran isi dengan mempertahankan bentuk gedung asli dikerjakan oleh grup 21 Cineplex. Mulai dari teater bioskop, sampai sarana dan prasarana seperti tempat makan. Roemah Kuliner yg ketika ini berada di lantai beberapa gedung Metropole adalah hasil pemugaran yg terbilang baru.

“Roemah Makan ini telah buka dari tahun 2015, tapi bagi ruang VIP buka dari Maret 2016. Tadinya ruangan ini ingin kalian manfaatkan bagi kantor, cuma banyak tamu seperti politikus, dari kedutaan besar meminta ruangan yg lebih privat,” kata Doddy Suhartono, Director F&B dari grup 21 Cineplex, yg ditemui di ruang VIP Roemah Kuliner.

Kompas.com/Silvita Agmasari Ruang VIP Roemah Kuliner

Seperti namanya, ruang VIP Roemah Kuliner ini akhirnya menyajikan beberapa pilihan penyajian makanan yg istimewa, yakni prasmanan atau rijstaffle. Berbeda dengan Roemah Kuliner di bagian depan yg menyajikan makanan ala food court.

“Kami ingin menciptakan pengalaman, makanan Indonesia diangkat dan sangat dihargai di sini” kata Doddy.

Hidangan dengan ala rijstaffle di ruang VIP Roemah Kuliner memiliki tiga menu, yakni menu Borobudur, Prambanan, dan Mendut yg dibagi berdasarkan harga. Menu Borobudur dihargai Rp 550.000 per pax, menu Prambanan dihargai Rp 350.000 per pax, dan menu Mendut diahrgai Rp 250.000 per pax.

Saya berkesempatan buat menyantap makan malam dengan menu Borobudur yg terdiri dari makanan pembuka, sup, 10 lauk makanan inti, beberapa makanan penutup, dan minuman.

“Mari dicoba, sayur lodeh kita andalan di sini. Rasanya terinspirasi dari pedagang sayur lodeh di Pasar Gede, Solo,” kata Doddy.

Benar saja, rasa sayur lodeh di Roemah Kuliner ini sekali seruput segera berbeda. Pengunaan santan dengan bahan yg banyak seperti jagung, terong, labu, dan tambahan udang membuat lodeh ini mengeyangkan.

Apalagi penggunaan bumbu dan rempah yg royal menimbulkan kedalaman rasa. Lodeh seperti ini yg justru sulit didapat di restoran atau hotel papan atas yg cenderung kurang rasa.

Kompas.com/Silvita Agmasari Hidangan dengan sepuluh lauk khas nusantara dengan oenyajian rijsttafel di Roemah Kuliner.

Selanjutnya ada sepuluh hidangan penting yg terdiri dari nasi goreng hijau kemangi, ayam suir balado kecombrang, dendeng keraton balado ijo, baramundi arsik sumatera, udang balado, kembang-kembang Roemah Kuliner, tumis bunga pepaya, ceciwis dengan udang, orek tempe tegal, dan buncis ayam spesial.

Dari yg aku santap, keunggulan hidangan rumah kuliner justru ada di sayuran. Kembang-kembang Roemah Kuliner misalnya, sayur dari jantung pisang yg dimasak dengan aneka bumbu terasa begitu nikmat. Ada pula bunga pepaya dan kecombrang yg meningglkan rasa pahit sedikit. Juga jangan lupakan ceciwis dan buncis yg memiliki tekstur masih krenyes.

“Perbedaannya Roemah Kuliner VIP dan yg tak VIP adalah bahannya. Kami memakai bahan yg segar, seperti ikan yg masih hidup, ayam kampung, serta sayur yg benar-benar segar bagi ruang VIP,” kata Dody.

Kompas.com/Silvita Agmasari Waffle suji pandan gula jawa, makanan penutup di menu rijsttafel Roemah Kuliner.

Terakhir ada es teler bandung mini yg juga jadi andalan Roemah Kuliner. Hidangan ini cocok buat penggemar manis karena rasanya yg memang begitu legit.

Ada pilihan yang lain buat hidangan penutup merupakan waffle suji pandan gula jawa yg berhasil menyajikan rasa Indonesia asli dalam perpaduan Barat. Es krimnya terasa seperti kue putu dengan saus gula jawa yg tidak mengurangi nikmat.

Menutup makanan, aku ditawarkan teh atau kopi tarik. Pilihan jatuh pada kopi tarik, dan rasa kopinya mengingatkan aku dengan kopi tarik di warung kopi Aceh. Begitu legit hingga seperti rasa karamel.

Lengkap telah pengalaman aku menyantap makanan nusantara yg nikmat, dengan penyajian istimewa, dan bertempat di gedung bersejarah.

Untuk bersantap di ruang VIP Roemah Kuliner, konsumen diharuskan melakukan pemesanan tiga hari sebelum, dengan minimal pembelanjaan Rp 2,5 juta dan waktu penggunaan ruang makan juga ruang duduk selama empat jam.

Doddy menuturkan banyak acara seperti arisan dan lamaran dilaksanakan di ruangan yg memiliki harum khas dari bunga melati, daun pandan, dan bunga sedap malam segar itu.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/26/093410227/makan.ala.rijstaffle.di.bioskop.tertua.jakarta
Terima kasih sudah membaca berita Makan ala “Rijstaffle” di Bioskop Tertua Jakarta. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Makan Ala “Rijstaffle” Di Bioskop Tertua Jakarta"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.