Magnet Wisata Bahari Di Tapal Batas Itu Bernama Miangas

No comment 158 views

Berikut artikel Magnet Wisata Bahari di Tapal Batas Itu Bernama Miangas, Semoga bermanfaat

NAMA “Miangas” populer karena tersebut dalam lirik lagu yg menggambarkan batas-batas wilayah Indonesia. Penggalannya adalah “dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote”.

Miangas menjadi magnet karena pulau kecil ini, lebih dekat dengan Filipina dibandingkan dengan ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud, Melonguane yg yaitu pemilik wilayah administrasi pulau yg cuma memiliki luas sekitar 3,5 Km2 ini.

Dari Melonguane, Miangas berjarak sekitar 110 mil, dan dari Manado sekitar 320 mil, sementara jarak Miangas ke Davao (Filipina) cuma 48 mil. Tak heran pulau ini dijadikan sebagai cross border area. Sebuah bangunan sederhana punya pemerintah Filipina berdiri di Miangas.

Untuk mencapai Miangas, dibutuhkan perjuangan yg tidak gampang. Tidak saban hari ada kapal yg menyinggahi pulau yg dihuni sekitar 1.000 jiwa ini. Tetapi justru karena tantangan itulah, para pejalan dan pelancong menjadikan Miangas sebagai target destinasi khusus.

Menginjakkan kaki di tapal batas paling Utara Indonesia adalah sasaran mereka. Apalagi seandainya mampu berfoto di pulau dengan sejarah masa lalunya yg tidak kalah menariknya.

Tak heran, dua pelancong rela menempuh perjalanan laut dari Bitung selama 5-6 hari cuma karena ingin ke Miangas. Eksotika dan keindahan Miangas juga yaitu magnet sendiri selain “tapal batas”.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Salah sesuatu sudut pantai di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dengan latar Tanjung Wora yg kelihatan dari arah dermaga.

Di pulau ini, kedatangan anda tak disambut oleh para agen travel, tapi mulai disambut oleh semua penduduk pulau. Betapa tidak, kedatangan sebuah kapal yg bersandar di dermaga Miangas adalah berkah untuk penduduknya. Itu artinya, suplai kebutuhan barang pokok dan berbagai kebutuhan lainnya diangkut oleh kapal yg tiba itu.

Makanya ketika kapal tiba, penduduk beramai-ramai menjemputnya. Walau ada dua kapal yg melayari rute Miangas, termasuk kapal Pelni dan kapal perintis, tapi jadwal rute kapal-kapal tersebut tak terus tepat waktu. Apalagi, seandainya musim angin Barat bertiup, dan gelombang laut menjadi tinggi, Miangas seolah menjadi pulau terisolasi.

Pulau yg Eksotis

Menjejakkan kaki di Miangas adalah sebuah garansi menikmati eksotika di ujung paling Utara Indonesia. Begitu anda turun dari kapal, bentangan pulau kecil ini adalah panorama yg indah. Seolah teronggok sendiri di tengah samudera, Miangas menyimpan pesona wisata bahari yg kaya.

Perairan laut Miangas diberkati dengan kejernihan yg luar biasa. Dari atas dermaga saja, di Pantai Racuna, ikan-ikan yg berenang mampu kelihatan dengan jelas. Apalagi seandainya anda snorkeling. Tapi harap bawa peralatan sendiri.

Di pantai Racuna yg sangat dekat pemukiman penduduk ini pula terdapat Tugu NKRI yg menjadi penanda bahwa anda sedang berada di tapal batas. Pastikan, anda tak melewatkan sesi foto di tugu ini.

Beberapa sisi pantai pulau ini adalah pasir putih nan halus, dengan warna air yg menggradasi dari biru pekat, biru muda hingga ke hijau toska yg berpadu dengan putihnya pasir. Jika cuaca lagi cerah, birunya langit di Miangas mengambarkan bersihnya udara yg jauh dari polusi.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Warga menyambut tamu di ‘Gerbang Selamat Datang’, ketika Festival Manam’mi digelar di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara,

Pergilah ke Pantai Kubbu yg cuma berjarak sekitar 500 meter dari Racuna. Lalu lanjutkan perjalan ke Pantai Lawasa, Tanjung Langinatundu, Pantai Aba’a, Pantai Mariu, Tanjung Liwua, Pantai Ropapa, Pantai Laru, tanjung Wolo yg ada goanya, Tanjung Langana dengan pemandangan laut lepas yg sangat indah.

Lalu adaPpantai Merra dengan pasir putih halus yg membentang cukup panjang, Tanjung Panci yg yaitu lokasi favorit buat memancing, Pantai Larawa dengan batu terapungnya, dan sejumlah tempat lainnya yg tidak kalah indahnya.

Jangan lupakan pula pergi ke Tanjung Wora, yg seandainya air telah pasang menjadi terpisah dari pulau utama. Setelah itu mendakilah ke lokasi meriam keramat, yg menjadi saksi penjuangan nenek moyang orang Miangas melawan orang Sulu.

Walau cuma sebagai pulau kecil, menjelajahi segala keindahan bahari di Miangas tak cukup cuma sehari. Berusahalah bagi tinggal dua hari sambil menunggu kapal berikutnya yg datang. Carilah rumah warga yg sudi menampung kehadiran anda.

Selingi kegiatan di Miangas dengan bergabung bersama nelayan menangkap ikan dengan cara-cara tradisional. Yakin, petualangan anda di tapal batas mulai lebih bermakna.

Kearifan Lokal yg Terus Terjaga

Tak cuma keindahan alam, Miangas menggaransi dengan kearifan lokal yg selalu terjaga. Para tetua adat, yg disebut Ratumbanua, diangkat secara khusus bagi menjaga laut dan darat. Titah mereka adalah kebijaksanaan buat penduduk Miangas.

Maka hormatilah adat yg dijaga turun temurun itu seandainya anda sedang berada di Miangas. Termasuk hutan kelapa yg dijaga secara adat, dan terlarang buat dimasuki sembarang. Hutan kelapa itu cuma mampu dimasuki kala mendapat petunjuk dari Ratumbanua.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Peserta Festival Manam’mi berkeliling titik kumpul terakhir sambil menunggu petunjuk dari tetua adat buat menangkap ikan secara bersama-sama. Festival Manam’mi berlangsung di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Panen buah kelapa pun dikerjakan secara bersama-sama. Tujuannya agar kelapa-kelapa itu menjadi lestari karena menjadi tumpuan hidup untuk penduduk Miangas.

Ikan memang melimpah, tapi jaraknya yg sangat jauh dari pusat industri perikanan di Bitung, membuat nelayan Miangas tak mampu sepenuhnya menggantungkan mata pencaharian dari laut. Ikan ditangkap sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kearifan lokal yg masih selalu dihormati itu juga tercermin di Pantai Wolo. Sebuah pantai yg dijadikan daerah terlarang dengan sistem adat. Dengan pentunjuk Ratumbanua, pada waktu tertentu kawasan Pantai Wolo terlarang bagi didatangi.

Larangan itu terkait dengan ritual penangkapan ikan yg disebut Manam’mi, yg cuma digelar setahun sekali. Hari pelaksanaannya berpedoman pada hitung-hitungan surut terendah dalam setahun yg biasanya jatuh pada bulan Mei.

Sebelum puncak Manam’mi digelar, atas petunjuk Ratumbanua, warga membuat pagar dari batu di salah sesuatu titik tertentu di Pantai Wolo. Pagar batu itu nantinya digunakan bagi menjebak ikan. Tak ada yg dapat ke sana sampai waktunya tiba. Jika ada yg ketahuan, hukum adat menanti.

Berbulan-bulan sesudahnya, atas perhitungan Ratumbanua, Manami’mi pun dihelat. Seluruh penduduk Pulau Miangas mulai mendatangi Pantai Wolo. Berbekal dengan janur kelapa yg dirangkai ke tali hutan, para penduduk pulau ini mulai turun ke laut.

Janur sepanjang ratusan meter itu ditebar sejak air masih pasang. Mereka membentuk setengah lingkaran menghalau ikan yg terjebak ke sesuatu titik di Pantai Wolo. Ikan digiring seiring dengan air yg semakin surut, hingga masuk ke pagar batu. Saat air mencapai surut terendahnya, Ratumbanua yg dibantu oleh para tetua adat lainnya, mulai melakukan prosesi Manami’mi.

KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Peserta Festival Manee menunggu petunjuk buat menangkap ikan secara bersama-sama di Pulau Intata, Talaud, Sulawesi Utara. Tahun 2016 Talaud menggelar festival serupa di Pulau Miangas.

Doa pun dipanjatkan. Dan sesudahnya, ribuan ikan yg terjebak di janur itu, mulai dipanen secara bersamaan. Warga memanen ikan bersama-sama. Menangkapnya dan membakar di tepi pantai, dahulu menyantap di pondok-pondok yg telah didirikan malam sebelumnya. Semua bergembira dan merayakannya.

Para pelancong yg tiba tepat ketika Manami’mi juga diajak berpesta ikan bersama penduduk setempat. Atraksi budaya bahari itu oleh Pemerintah Daerah Talaud sesekali dijadikan sebagai festival.

Seperti yg baru saja lewat, pada tanggal 21 Mei lalu, Pemerintah Talaud mengadakan Festival Manam’mi di Pulau Miangas. Ratusan tamu dari luar Pulau Miangas sengaja tiba bagi menghadiri festival ini. Dan tentu juga menikmati eksotisme di tapal batas.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/06/153400527/Magnet.Wisata.Bahari.di.Tapal.Batas.Itu.Bernama.Miangas
Terima kasih sudah membaca berita Magnet Wisata Bahari di Tapal Batas Itu Bernama Miangas. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Magnet Wisata Bahari Di Tapal Batas Itu Bernama Miangas"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.