Lumpia Semarang Merantau Ke Ibu Kota

No comment 97 views

Berikut artikel Lumpia Semarang Merantau ke Ibu Kota, Semoga bermanfaat

OLEH: PINGKAN ELITA DUNDU & WINDORO ADI

LUMPIA semarang. Dua kata ini menguatkan Semarang sebagai salah sesuatu destinasi kuliner Nusantara. Dan, tak cuma lumpia. Masih ada tahu gimbal, babat gongso, bandeng presto, dan sederet olahan sedap yang lain yg identik dengan kota ini.

Kelezatan ini membuat orang mulai terus merindukannya. Termasuk mereka yg telah lama tinggal di Jakarta sekalipun.

Saat rindu menyergap tapi kesempatan ke kota yang berasal belum tiba, jangan galau. Datanglah ke kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. Di situ, ada sesuatu restoran yg menyajikan aneka menu Semarangan. Restoran Lumba-lumba (Lumba2) namanya.

Restoran mungil ini terletak di pojokan Jalan Kemukus, di sisi timur Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.

Hidangan utamanya antara yang lain soto semarang, bakmi jowo godok, bakmi jowo goreng, tahu pong, gimbal udang, petis kangkung yg lengkap dengan taburan tahu, nasi babat gongso, dan nasi goreng babat.

Olahan bandeng pun tersedia, akan dari bandeng presto, bandeng pepes, hingga bandeng otak-otak. Bahkan, ada variasi nasi goreng bandeng.

Oleh-oleh Semarang seperti wingko, tahu petis, dan tentu saja lumpia dapat didapatkan di sini.

Sayang, saat Kompas mengudap di sana, Jumat (26/8/2016) menjelang sore, rasa tahu dan petisnya kali itu di bawah standar biasanya. Meski demikian, lidah terobati ketika mencicipi nasi goreng bandeng, bakmi goreng, bakmi godok, dan terutama lumpia spesial.

Bagi penggemar rasa pedas, menu seperti bakmi goreng dan babat gongso mampu dipesan pedas. Rasa pedas ini mulai memberikan kesan tersendiri di penghujung santapan.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Bandeng presto, makanan khas yang lain yang berasal Semarang yg banyak digemari, tersedia di Restoran Lumba-lumba di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Mi pikulan

Aroma asap hidangan mi di Restoran Lumba-lumba menerbitkan kembali kenangan para penjual mi pikulan yg berjalan beriringan menyusur sawah dan rel kereta api, ke luar Kampung Plombokan di Semarang Utara, setiap sore menjelang malam.

Sampai tahun 1980-an, Plombokan dikenal sebagai salah sesuatu sentra mi pikulan di Kota Semarang. Bumbu khasnya bawang putih dan ebi (udang kecil) yg telah dihaluskan bersama dua rempah lainnya. Makanan pelengkap mi pikulan adalah sate ayam goreng dan pia-pia yg mirip bakwan bertabur udang.

Di kota asalnya, tahu pong dan gimbal udang antara yang lain muncul dari kawasan Depok, Semarang Tengah. Sementara lumpia atau loenpia berawal dari kawasan pecinan, Gang Lombok di sekitar Wihara Tay Kak Sie Gang.

Rasa lumpia produk Restoran Lumba-lumba ini enak dan mampu mengobati rasa kangen dengan kuliner Semarang meski belum mampu mengalahkan ”nendang”-nya Gang Lombok.

Tetapi, bandeng prestonya ala Lumba-lumba berkualitas setara dengan bandeng presto yg dijajakan di sederetan tempat oleh-oleh di Jalan Pandanaran, Semarang. Maklum, Jonathan, si empunya warung makan, juga wong Semarang.

Bandeng Juwana

Ayah Jonathan mengawali usahanya dengan membuka usaha bandeng presto Cap Lumba-Lumba di Jalan Pandanaran, diikuti pembukaan warung makan Lumba-lumba di Gang Baru, Semarang Tengah, awal 1990-an.

”Pak Jo baru buka di sini tahun 2012,” kata Bahrun (20), supervisor Lumba-lumba. Meski demikian, warung baru akan ramai sejak tiga tahun terakhir.

”Yang paling laku di sini bandeng presto. Di hari biasa, 200 ekor ludes. Pada akhir minggu melambung sampai 500 ekor. Bandeng mentah ’diimpor’ dari Juwana, Jawa Tengah,” ujarnya.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Sejumlah menu khas Semarang, seperti lumpia, nasi goreng jawa, mi goreng jawa, dan tahu gimbal, mampu dinikmati di Restoran Lumba-lumba di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Menu yang lain yg laris adalah tahu gimbal, tahu pong, dan bakmi jawa. Di hari biasa antara 25 porsi dan 30 porsi dari masing-masing hidangan yg terjual. Di akhir pekan, jumlah terjual mampu sampai 40-50 porsi.

Restoran dibuka pukul 09.00 sampai pukul 21.00. Lantaran ukuran ruangan yg mungil, jumlah meja-kursi yg tersedia di sini terbatas.

Adaptasi rasa

Kelapa Gading di Jakarta Utara juga milik restoran yg menyediakan menu ala Semarang. Salah sesuatu yg tertua adalah Rumah Makan Bulevar.

Rumah makan ini buka sejak 11 Desember 1983 ketika sebagian kawasan sekitarnya masih rawa. Berselang 30 tahun, RM Bulevar berada di deretan pertokoan di sisi kiri dari arah Boulevard Kelapa Gading menuju Jalan Perintis Kemerdekaan.

Meskipun lingkungan berubah pesat, menu andalan restoran ini tetap Semarang. Sebut saja lumpia, tahu pong gimbal, nasi goreng babat, mi jawa, serta soto ayam kampung.

Walaupun menu tradisional, rasa makanan di Bulevar telah disesuaikan dengan lidah perantau. Salah satunya dengan mengurangi kadar rasa manis.

Di sisi lain, olahan makanan di sini memakai bumbu yg diramu sendiri, bukan bumbu jadi yg dibeli di pasaran. Sejumlah bahan juga ”diimpor” dari Semarang, seperti rebung buat lumpia dan kecap manis.

Masih soal bumbu. Lanny Gunawan (71), pemilik RM Bulevar, memastikan bahwa makanan yg disajikan di sini bebas pengawet dan monosodium glutamate alias MSG.

Seluruh racikan makanan dilakukan sendiri oleh Lanny. Keterampilannya memasak yaitu ”transfer” ilmu dari seorang koki yang berasal Semarang.

KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATY Tahu pong telur gimbal spesial dari RM Bulevar.

Saat itu, tahun 1981, Lanny yg berprofesi sebagai perancang busana hijrah ke Jakarta . Sekitar tiga tahun belajar dari koki, ia pun akan merintis usaha makanan ala Semarang. Saat itu belum banyak rumah makan di kawasan tersebut, apalagi yg khusus menyediakan makanan Jawa-Semarang.

Adapun nama Bulevar diambil dari nama jalan di tempat rumah makan ini berdiri, yakni Jalan Boulevard Raya. Oleh pemilik rumah makan, nama jalan diadaptasikan ke bahasa Indonesia. Jadilah Bulevar.

Sihir rebung

Kembali ke soal makanan. Tak lengkap rasanya apabila lumpia Semarang tidak menggunakan rebung. Penganan favorit ini yaitu perpaduan rasa antara Tionghoa dan Indonesia.

Bau khas rebung yg cukup dominan membuat lumpia semarang ini beda dengan lumpia lainnya. Bahkan, dalam jarak tertentu, aroma rebung telah tercium sebelum mata melihatnya, terutama seandainya lumpia basah bertemu dengan minyak panas.

Pada lumpia ala Bulevar, aroma rebung lebih lembut, tak terlalu menyengat. Lanny mengakui pengurangan aroma rebung ini yaitu salah sesuatu bentuk adaptasi rasa.

”Saya cuci rebung lebih lama. Selain itu juga rebung direbus agak lama dari biasanya. Ini bagi mengurangi baunya,” ujarnya berbagi resep.

Lumpia semarang juga memiliki saus khusus yg kental berwarna coklat muda. Selain dengan saus, lumpia juga enak dimakan dengan gigitan cabai rawit dan acar ketimun. Di sejumlah restoran seperti Bulevar, irisan lobak menemani lumpia.

Menyelamatkan lumpia

Rasa kangen mulai lumpia ini tak mampu ditepis, termasuk oleh sebagian kalangan yg tinggal di luar negeri. Lanny mengatakan, lumpianya telah dibawa hingga mancanegara, termasuk ke negeri Amerika Serikat.

Dengan daya tahan lumpia yg amat terbatas, Lanny memberikan trik buat mereka yg mulai menjadikan lumpia ini sebagai oleh-oleh.

KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATY Soto ayam kampung di RM Bulevar.

Lumpia basah yg tidak yang lain adalah racikan rebung berbalut kulit khusus lumpia cuma tahan maksimal empat hari. Itu pun dalam keadaan beku. Jika dibawa terbang 12 jam, lumpia basah yg telah dibekukan ini harus disimpan dalam wadah yg kedap udara. Sesampainya di tempat tujuan, lumpia harus langsung digoreng.

Kalau cara ini terlalu ribet, ada cara lain. Lanny lebih merekomendasikan lumpia digoreng. ”Membawa lumpia yg telah digoreng lebih awet,” katanya. Di tempat tujuan, lumpia goreng ini tinggal dihangatkan di microwave sebelum disantap. Nyam!

Di Jakarta, dengan segudang kesibukan pelanggan, kesempatan buat mencicipi lumpia atau aneka kuliner Semarangan semakin dimudahkan dengan layanan pesan-antar.

Baik Lumba-lumba maupun Bulevar memiliki layanan tersebut. Dengan begitu, tak sulit lagi menggapai makanan kesukaan, apalagi ketika rindu tiba. (DHF/ART)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 27 Agustus 2016, di halaman 28 dengan judul “Lumpia Semarang Merantau ke Ibu Kota”.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/01/091000627/Lumpia.Semarang.Merantau.ke.Ibu.Kota
Terima kasih sudah membaca berita Lumpia Semarang Merantau ke Ibu Kota. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Lumpia Semarang Merantau Ke Ibu Kota"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.