Long Weekend Di Trenggalek Ada Ekowisata Mangrove

No comment 118 views

Berikut artikel Long Weekend di Trenggalek Ada Ekowisata Mangrove, Semoga bermanfaat

Trenggalek – Akhir minggu yg panjang, dapat dinikmati dengan liburan ke Trenggalek. Di sana ada ekowisata mangrove yg sedang naik daun.

Berkunjung ke Kabupaten Trenggalek tak lengkap rasanya kalau belum menikmati sejumlah wisata alamnya, salah sesuatu lokasi yg kini cukup ramai dikunjungi wisatawan ketika akhir minggu panjang Natal, adalah konservasi mangrove. Wisatawan juga mampu belajar tentang tanaman mangrove sambil menikmati keindahan alamnya.

Ekowisata mangrove berada di kawasan Pancer Cengkrong, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo. Hamparan tanaman mangrove yg tumbuh di 125 hektar lahan, memberikan sensasi berbeda dalam berwisata. Selain mampu menikmati keindahan alamnya, para pengunjung di lokasi ini juga mampu belajar tentang aneka macam tanaman mangrove serta berbagai kegunaannya.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kejung Samudra, Imam Saifudin, Senin (26/12/2016) mengatakan, para pengunjung mampu mengetahui jenis-jenis tanaman mangrove yg dikonservasi. Mereka tinggal menyusuri jembatan kayu sepanjang 300 meter.

Long Weekend di Trenggalek Ada Ekowisata MangroveFoto: Adhar Muttaqin/detikTravel
Wisatawan menikmati suasanaWisatawan menikmati suasana (Adhar Muttaqin/detikTravel)

“Di pinggir jembatan telah kita pasang papan nama tentang jenis-jenis mangrove yg ditaman di situ juga ada nama latinnya sekalian. Seperti Bruguiera, Sonneratia dan masih banyak lagi,” katanya.

Tanaman mangrove atau bakau di kawasan konservasi Cengkrong ini mencapai 40 macam yg terhampar di lahan seluas 125 hektar. Tumbuhan penjaga abrasi air laut tersebut tumbuh dengan subur dan terawat di bawah pengelolaan kelompok masyarakat pesisir.

Pada ketika libur Natal kali ini, jumlah pengunjung yg tiba perhari-rata mencapai lebih dari 5.000 orang. Wisatawan tersebut rata-rata berasal dari luar kota Trenggalek, seperti Kediri, Malang, Surabaya, Blitar serta daerah lain.

“Kemungkinan nanti mulai lebih ramai lagi pada ketika akhir tahun atau Tahun Baru, jumlahnya pasti mulai membeludak,” imbuhnya.

Long Weekend di Trenggalek Ada Ekowisata MangroveFoto: Adhar Muttaqin/detikTravel

Salah seorang wisatawan yang berasal Kediri, Ayu Nur Cahyaningrum mengaku, sengaja tiba ke hutan bakau bagi mengisi liburan sekaligus menyelesaikan tugas sekolah terkait hutan mangrove. “Kebetulan kalian ada tugas geografi bagi observasi. Alhamdulillah di sini lengkap,” katanya.

Menurutnya, selain bagi kepentingan edukasi, kawawsan konservasi ini cukup nyaman buat dikunjungi. Wisatawan mampu melepas penat dari rutinitas dan kesibukan di sekolah maupun tempat kerja.

Hal senada diucapkan pengunjung lain, Yanti. Menurutnya yg paling menarik di kawasan konservasi mangrove adalah jembatan galau yg membentang akan dari bibir hingga tengah hutan.

“Jembatan ini bagus bagi foto, selain itu di tengah hutan sana kami mampu menyewa perahu bagi berkeliling,” katanya kepada detikTravel.

Untuk berkunjung ke lokasi ini, setiap pengunjung diharuskan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 dan parkir buat sepeda motor Rp 5.000 serta mobil Rp 10.000. Pusat konservasi mangrove Cengkrong ini dekat dengan berbagai lokasi wisata yang lain seperti, Pantai Cengkrong, Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih dan Gua Lowo.

“Hanya saja buat kalian sedikit kecewa, karena kalau mau masuk harus dobel tiket, yg sesuatu di jalan raya itu Rp10.000 per orang dan masuk ke mangrove Rp5.000. Seharusnya jadi satu,” keluhnya. (fay/fay)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2016/12/26/160616/3380787/1519/long-weekend-di-trenggalek-ada-ekowisata-mangrove
Terima kasih sudah membaca berita Long Weekend di Trenggalek Ada Ekowisata Mangrove. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Long Weekend Di Trenggalek Ada Ekowisata Mangrove"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.