Liburan Tahun Baru, Yuk Telusuri Sisi Lain Malioboro

No comment 146 views

Berikut artikel Liburan Tahun Baru, Yuk Telusuri Sisi Lain Malioboro, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Jalan-jalan di kawasan Malioboro, Yogyakarta, tidak sekadar belanja suvenir saja. Banyak objek lainnya yg tidak kalah menarik bagi ditelusuri.

Lupakan sejenak seluruh jenis pernak-pernik, menu angkringan atau lesehan yg berseliweran di setiap sudut jalan. Cobalah buat menikmati setiap keindahan dan eksotisme Malioboro. Mulai dari bangunan bergaya tradisional, hingga gedung-gedung peninggalan kolonial adalah sepenggal sejarah yg dapat kami telusuri di Kota Gudeg ini.

Di setiap kota besar, bahkan di segala dunia, pasti memiliki suatu distrik yg kerap disebut sebagai pecinan atau chinatown. Sama halnya dengan Yogyakarta. Di sini kalian juga mampu melihat perkampungan warga etnis Tionghoa. Kampung Ketandan, itulah nama kawasan yg ditandai dengan gapura bergaya oriental sebagai pintu masuknya.

Sayangnya, banyak sekali bangunan tradisional bergaya China yg akan rusak meskipun pemprov setempat telah memasukkan kawasan ini sebagai cagar budaya yg harus dilestarikan. Lokasi Kampung Ketandan berada di Jalan Malioboro dan di dalamnya kalian mulai menemukan banyak sekali toko emas.

Berjalan ke titik nol atau di selatan Malioboro, kami mulai menjumpai gedung bergaya Eropa yg kini dikenal sebagai Gedung Bank Indonesia (BI). Awalnya gedung ini adalah kantor De Javasche Bank (DJB) dan juga sempat difungsikan sebagai kantor perusahaan dengan komoditas gula.

Di seberang Gedung BI, berdiri suatu monumen yg mengabadikan salah sesuatu peristiwa heroik dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI, Monumen Serangan Umum 1 Maret. Di sinilah kami dapat melihat para pejuang berhasil menguasai Yogyakarta meskipun berlangsung sekitar enam jam, tetapi amat ampuh meruntuhkan mental para penjajah dan memperkuat peta kekuatan politik Indonesia di mata dunia.

Tak jauh dari situ kami mampu mengunjungi Benteng Vredeburg. Salah sesuatu loji yg dibangun pemerintah kolonial dengan dalih buat melindungi kota, meskipun tujuan sebenarnya demi mengawasi pergerakan sultan dan warganya.

Bangunan ini kini digunakan sebagai museum. Ada juga film pendek dan diorama yg menceritakan perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Jangan lupakan juga Pasar Beringharjo. Bangunan yg awalnya yaitu los-los pasar itu kini tetap menjadi salah sesuatu daya tarik seandainya mengunjungi Yogyakarta. Meski digerus oleh banyaknya pasar modern, Beringharjo masih tetap menjaga eksistensinya.

Nama Beringharjo sendiri diberikan oleh sultan yg memang ingin bangunan di sekitar keraton memakai bahasa Jawa, merupakan bering (pohon beringin) dan harjo (sejahtera). Sebelum menjadi bangunan permanen, Pasar Beringharjo cuma yaitu daerah pepohonan beringin.

Sebenarnya masih banyak sejarah yg dapat digali lagi di sekitar Malioboro. Mulai dari gedung-gedung kolonial lainnya hingga bangunan khas dan tradisional. Namun setidaknya, sepenggal sejarah ini mampu membuat kami melihat Malioboro dari sudut pandang yg berbeda. Seperti kata proklamator kita, “Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah!”.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/01/02/093500/3373811/1025/liburan-tahun-baru-yuk-telusuri-sisi-lain-malioboro
Terima kasih sudah membaca berita Liburan Tahun Baru, Yuk Telusuri Sisi Lain Malioboro. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Liburan Tahun Baru, Yuk Telusuri Sisi Lain Malioboro"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.