Liburan Sambil Kerja Di Australia, Tak Perlu Gengsi Pilih Jenis Pekerjaan

Berikut artikel Liburan Sambil Kerja di Australia, Tak Perlu Gengsi Pilih Jenis Pekerjaan, Semoga bermanfaat

MELBOURNE, KOMPAS.com – Banyak orang yg memimpikan mampu berlibur ke luar negeri dalam waktu lama, sekaligus mampu bekerja di sana, bahkan mampu kursus singkat di sana. Pemerintah Australia ternyata sudah membuka peluang itu dan telah banyak yg mencobanya.

Merdekawati Evanglie Weken, akrab dipanggil Eka, adalah salah sesuatu pemuda yang berasal Indonesia yg berada di Australia dengan visa macam working holiday atau visa liburan kerja.

Untuk mampu mendapatkan pekerjaan di Australia, Eka mengaku tak pernah gengsi dengan berbagai macam pekerjaannya di sana. Sebaliknya, ia merasa bangga karena berani ambil keputusan bagi mencari pengalaman kerja di Australia.

Eka yg kini berusia 24 tahun menetapkan pergi ke Australia, karena sejak berada di bangku sekolah ia terus ingin merasakan tinggal di luar negeri. Tiba di Australia bulan Juni 2016 lalu, Eka kini tinggal di Melbourne.

Lewat macam visa liburan kerja atau working holiday visa yg dikeluarkan oleh pemerintah Australia, ia merasa kesempatan ini terlalu sayang buat dilewatkannya. Berikut bincang-bincang Erwin Renaldi dari Australia Plus dengan Eka.

Apa yg menjadi persyaratan tersulit untuk Eka ketika mendaftar?

Bagi aku dari segi dana, karena (saat itu) aku pribadi belum memiliki uang sebesar Rp 50 juta. Saya harus berkomunikasi dengan orangtua saya, sehingga puji Tuhan aku diberikan kesempatan dapat memakai dana dari orangtua aku sebagai salah sesuatu persyaratan working holiday visa.

Salah sesuatu persyaratan visa ini adalah memiliki kemampuan bahasa Inggris aktif, atau setara dengan nilai IETLS 4,5. Ini tak sulit buat Anda?

Saya melakukan latihan, ikut kursus persiapan. Jadi kalau kalian belajar sambil latihan-latihan, pasti nilai 4,5 bukanlah hal yg sulit buat mampu diraih.

Bagaimana cara Anda mendapat keterangan kerja dan apa pekerjaan pertama Anda?

Saya memakai situs pencarian kerja. Saat jalan-jalan juga melihat kaca jendela toko-toko atau restoran, tempat mereka biasanya memasang lowongan pekerjaan.

Saya juga memakai relasi yg ada di sini, jadi seluruh usaha dilakukan. Pekerjaan pertama aku di toko yg menjual suvenir, seperti kaos, di pasar Queen Victoria Market,  kota Melbourne.

Itu segala pekerjaan yg belum tentu Anda lakukan di Manado?

Ya, tetapi pengalaman itu luar biasa karena aku bertemu dengan begitu banyak turis dan aku sangat menikmatinya. Jujur, aku tidak pernah gengsi dengan pekerjaan yg telah aku dapatkan di sini.

ABC Rural/Amy McCosker Pemegang visa ‘working holiday’ bekerja memetik nenas di kawasan Queensland selama 6 pekan (3/06/2016).

Apalagi ini pengalaman luar biasa, dapat bekerja di luar negeri. Saya merasa bangga saat berani keluar dari zona nyaman di Indonesia, di Manado.

Saya berani ambil kerjaan apapun di sini, yg utama baik, halal, dan orangtua juga keluarga aku baik-baik saja dengan keputusan saya.

Hal apa yg paling Anda sukai dari pekerjaan Anda?

Sekarang aku bekerja di sebuah restoran Indonesia (di kawasan Pakenham, Melbourne). Saya melakukan hampir semuanya, kecuali memasak.

Jadi aku mempersiapkan bagian depan, meja, kursi, alat-alat makan, taking order, cuci piring, tidak jarang jadi kasir.

Yang paling aku suka, karena kebanyakan pelanggannya adalah orang Australia, adalah aku dapat melatih bahasa Inggris saya, sekalian melihat bagaimana kebiasaan mereka. Tidak cuma mencatat pesanan, tetapi ada komunikasi. Mereka juga tanya-tanya pengalaman aku di sini.

Tujuan dari visa ini adalah tak cuma bekerja, tetapi juga menikmati liburan, seperti mengeksplorasi tempat-tempat Australia. Bagaimana berbagi waktu antara jalan-jalan dan kerja?

Saya biasanya tak mengambil kerja selama tujuh hari penuh. Maksimal lima sampai enam hari, jadi ada sesuatu hari dapat jalan-jalan keliling kota. Kalau aku tak bekerja sampai malam, setelah pulang biasanya juga jalan-jalan.

Sebagai pekerja asing, ke mana sebaiknya mengadu seandainya jika ada perlakuan tak adil dari perusahaan atau pihak yg memperkerjakan Anda?

Kalau menurut saya, kalian mampu lapor ke kantor Konsulat Jenderal RI. Tapi kami juga mampu memakai jejaring sosial yg ada, di Facebook pun ada grup working holiday visa sendiri, di mana kalian mampu saling berbagi cerita atau mengetahui pengalaman orang lain.

Juga utama bagi milik relasi yg sama-sama orang Indonesia, jadi kalian mampu berbagi cerita dengan mereka dan mereka pasti mau menolong kita. (Erwin Renaldi)

Baca juga: Berlibur Sambil Bekerja di Australia, Bahkan Bisa Sekolah, Inilah Caranya

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/24/130400527/liburan.sambil.kerja.di.australia.tak.perlu.gengsi.pilih.jenis.pekerjaan
Terima kasih sudah membaca berita Liburan Sambil Kerja di Australia, Tak Perlu Gengsi Pilih Jenis Pekerjaan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Liburan Sambil Kerja Di Australia, Tak Perlu Gengsi Pilih Jenis Pekerjaan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.