Liburan Ke Brebes, Jangan Cuma Belanja Telur Asin

No comment 112 views

Berikut artikel Liburan ke Brebes, Jangan Cuma Belanja Telur Asin, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Brebes begitu terkenal dengan telur asin. Tapi jangan hanya belanja itu saja ketika jalan-jalan ke sana, ternyata ada 7 tempat wisata yg menarik lho!

Brebes yaitu kabupaten yg cukup luas di Provinsi Jawa Tengah. Sebagian besar wilayahnya adalah dataran rendah. Bagian barat daya yaitu dataran tinggi (dengan puncaknya Gunung Pojoktiga dan Gunung Kumbang), sedangkan bagian tenggara terdapat pegunungan yg yaitu bagian dari Gunung Slamet.

Selain di kenal sebagai Kota Bawang karena sebagian besar masyarakatnya adalah petani bawang dan Kota penghasil telur asin, ternyata Brebes juga menyimpan beragam wisata alam yg kini akan ramai di kunjungi. Baik wisata keluarga, acara gathering perusahaan maupun buat sekedar berlibur dengan lokasi yg tak begitu jauh dan biaya yg murah. Baik buat masyarakat Brebes dan sekitarnya, maupun para pengemudi kendaraan yg kebetulan melintas wilayah Brebe.

Adanya akses jalan tol baru, sedikit memudahkan menuju lokasi wisata . Perkembangan teknologi GPS dan Google Maps, semakin memudahkan pengunjung mencapai lokasi yg mulai di tuju. Pembangunan infrastruktur jalan yg telah akan diperbaiki dan di beton adalah bentuk sambutan baik pemerintah daerah setempat dalam memulai menggali wisata yg tersembunyiny .

Tujuh tempat wisata yg ada di Brebes adalah:

1. Agro Wisata Kaligua

Kaligua adalah sebuah obyek wisata yg terletak di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan yg lokasinya berada di daerah dataran tinggi yg memiliki udara yg cukup dingin. Beberapa tempat menarik yg dapat dikunjungi ditempat ini antara yang lain kebun teh , puncak Sakub , goa Jepang , mata air Tuk Bening. Selain itu ditempat ini juga terdapat dua permainan outbond yg mampu dicoba bagi menguji adrenalin. Fasilitas penginapan pun tersedia di lokasi ini. Akses menuju lokasi cukup mudah, merupakan sekitar 35 km dari jalan raya Bumiayu – Aji Barang. Selain jalanan datar mulai di temui dua tanjakan dan turunan ketika memasuki hutan pinus. Kabut turun tidak jarang terjadi di sekitar lokasi wisata ini .

2. Kampung Budaya Jalawastu

Desa Wisata Ciseureuh terletak di kaki Gunung Kumbang tepatnya di Padukuhan Jalwastu, Desa Ciseureuh, Kecamatan Ketanggungan. Pada setiap hari Selasa Kliwon di desa ini mulai diadakan upacara adat yg biasa dikenal dengan nama Upacara Ngasa. Upacara ini diselenggarakan sebagai simbol upacara syukur kepada Tuhan atas berkat yg sudah diberikan. Jika di Banten kami mengenal Suku Badui , maka di Brebes pun terdapat Kampung Jalawastu.

Kehidupan di daerah Jalawastu cukup unik karena menurut penuturan pemangku adat setempat Bapak Dastam, Masyarakat Jalawastu pantang makan nasi beras dan lauk daging atau ikan. Makanan pokok di tempat ini adalah jagung yg ditumbuk halus sebagai lauk dan lalapan seperti dedaunan, umbi-umbian, terong, pete, sambal dan daun reundeu yg diyakini yaitu daun yg cuma bisa tumbuh di gunung kumbang. Masyrakat Jalawastu tak memakai piring dan sendok yg terbuat dari bahan kaca, melainkan memakai seng atau dedaunan.

Rumah di daerah ini pun cukup unik karena tak memakai semen dalam membangunnya melainkan cuma memakai kayu dan seng, karena masyarakat pantang buat memakai semen. Satu hal lagi yg unik dari daerah ini, masyarakat pantang buat menanam bawang merah dan kedelai serta memelihara kerbau, domba dan angsa, karena menurut pemangku adat setempat apabila ada yg melanggar maka mulai mendapatkan sebuah musibah.

3. Ranto Canyon

Ranto Canyon terletak di Desa Winduasri, Kecamatan Salem, Brebes dan butuh waktu beberapa setengah jam berkendara dari pusat kota bagi sampai di lokasi parkir obyek wisata. Setelah itu traveler trekking sejauh 200 meter melewati jalan setapak dan sisi tebing yg terjal. Traveler mulai dibantu dengan tali bagi turun ke dasar sungai.

Jauh sebelum dikenal para traveler, kawasan sungai di desa Winduasri itu dikenal warga dengan nama Leuwih Ranto. Barulah setelah menjadi jujugan traveling, kawasan ini mendapatkan sebutan baru merupakan Ranto Canyon. Nama yg merujuk pada lanskap alam yg menyerupai Grand Canyon merupakan berupa sungai yg diapit oleh dinding tebing setinggi 15-20 meternto Canyon.

Konsep wisata di Ranto canyon mirip dengan Green Canyon Pangandaran. Setiap traveler mulai menikmati indahnya suasana sungai dan alam sekitar yg masih asri. Kegiatan yg dapat dikerjakan antara yang lain berenang, cliff diving dan juga bodyrafting dengan trek sepanjang 750 meter.

4 . Waduk Malahayu

Waduk Malahayu terltak di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo. Waduk ini telah dibangun sejak jaman kolonial Belanda dahulu. Selain digunakan sebagai pengendali di Kabupaten Brebes dan sekitarnya juga difungsikan sebagai tempat wisata. Waduk Malahayu dikelilingi oleh perbukitan yg ditumbuhi oleh pepohonan yg hijau. Fasilitas yg ada di Waduk Malahayu diantaranya Kolam renang anak, Becak air, perahu kayu, perahu dayung, panggung terbuka, bumi perkemahan, tempat parkiran yg luas, rumah makan yg menyatu dengan alam.

Makanan khas dari daerah waduk malahayu adalah ikan mujair goreng. Untuk mendapatkan mujair goreng tak terlalu sulit karena banyak warung makan yg menyediakan menu tersebut dengan harga yg cukup murah dan makanan yg diasjikan lezat.

Akses menuju lokasi mampu dari Tanjung / Ketanggungan arah Banjarharjo.

5 . Waduk Penjalin

Waduk Penjalin terletak di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan. Waduk ini memiliki luas sekitar 1,25 km persegi. Waduk Penjalin dibangun pada tahun 1930 oleh Pemerintah Belanda bersamaan waktunya dengan pembangunan Waduk Malahayu. Air waduk ini digunakan bagi mensuplai irigasi di Sungai Pemali.Waduk Penjalin terletak di Desa Winduaji di dekat perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Brebes dan jaraknya sekitar 12 Km dari Bumiayu .

Waduk penjalin juga dimanfaatkan oleh warga sekitar buat mengais rejeki akan dari mencari ikan, membuat keramba apung sampai jasa perahu yg biasanya ramai pada ketika hari – hari libur. Selain itu manfaat waduk penjalin juga bagi menampung air hujan dan irigasi pertanian walaupun Saat musim kemarau waduk ini mampu kering kerontong. Waktu yg sangat indah menikmati wisata waduk ini adalah pagi dan sore hari.

6 . Telaga Renjeng

Telaga ini terdapat di kaki Gunung Slamet yg dibangun pada tahun 1924, termasuk dalam kawasan cagar alam yg dikelola Perhutani Pekalongan timur. Lebih tepatnya, sekitar 2 kilometer sebelum memasuki perkebunan teh Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Menurut cerita, Telaga Ranjeng dulunya yaitu sebuah tempat pemandian untuk tokoh kerajaan yg ada di Jawa Tengah.

Telaga Ranjeng telah lama terkenal dengan jutaan ikan lele jinaknya. Lele ini menurut penuturan banyak orang mulai bergerombol bila pengunjung melempar nasi atau roti ke dalam danau. Lele-lele tersebut konon sangat akrab dengan wisatawan dan sabar menunggu setiap makanan yg dilempar ke danau. Banyak cerita beredar mengenai jutaan ikan lele di Wisata Cagar Alam Telaga Ranjeng ini.

Cerita yg beredar menyampaikan seandainya seseorang mengambil ikan lele tersebut, maka ia mulai sakit-sakitan sampai ia mengembalikan ikan tersebut kembali pada tempatnya. Namun ajaibnya, pada tahun 2010 yg lalu, jutaan ikan lele ini menghilang entah kemana. Jika itu adalah ulah manusia, itu sangat tak mungkin, karena tak mungkin manusia bisa mengambil jutaan ikan lele dalam waktu singkat. Dan seandainya mati, tak ditemukan bangkai ikan lele sama sekali di sekitar danau, sehingga banyak versi cerita yg berkembang di masyarakat mengenai hilangnya ikan lele tersebut.

7 . Pantai Randusanga

Pantai Randusanga terletak di Desa Randusanga Kulon yg terletak sekitar 7 km dari jalur pantura. Di pantai ini kami dapat menikmati pemandangan yg berpasir putih dengan ombak yg tak terlalu besar. Yang paling unik adalah ketika menuju ke pantai ini kalian mulai disuguhi pemandangan perkebunan bawang punya penduduk yg menghampar luas.

Pantai Randusanga menawarkan dua daya tarik yg cukup menjanjikan untuk para wisatawan yg ini kesana. Selain menwarkan pemandangan pantai yg indah, tempat wisata ini sendiri terletak di kawasan perikanan yg cukup besar di Kabupaten Brebes. Sehingga tak mengherankan sepanjang perjalanan menuju pantai ini wisatawan mulai disuguhi oleh pemandangan tambak-tambak dan payau berisi berbagai jenis macam ikan

Untuk menuju lokasi pantai mampu memakai mobil pribadi atau motor karena ketika ini belum ada angkutan umum yg menuju ke sana.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/30/120100/3305650/1025/liburan-ke-brebes-jangan-cuma-belanja-telur-asin
Terima kasih sudah membaca berita Liburan ke Brebes, Jangan Cuma Belanja Telur Asin. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Liburan Ke Brebes, Jangan Cuma Belanja Telur Asin"