Liburan Ke Bangkok, Jangan Lupa Lihat Patung Buddha Tidur

No comment 81 views

Berikut artikel Liburan Ke Bangkok, Jangan Lupa Lihat Patung Buddha Tidur, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Kota Bangkok di Thailand populer di kalangan wisatawan. Kalau liburan ke sana, jangan lupa melihat patung Buddha tidur di Wat Pho.

Selain dikenal sebagai negara yg tak pernah dijajah oleh bangsa manapun di dunia ini, Thailand juga dikenal sebagai salah sesuatu negara yg mayoritas penduduknya memeluk agama Buddha.

Hal ini dapat dilihat dari kuil-kuil yg berdiri hampir di setiap sudut negeri Gajah Putih ini. Salah sesuatu simbol yg paling terkenal adalah Wat Pho, tidak jauh dari tepi Sungai Chao Phraya yg melegenda. Di sini, kalian dapat melihat Reclining Buddha atau yg dikenal dengan patung Buddha terbaring dengan ukuran begitu raksasa.

Hari itu, hari kedua aku dan adik berada di Thailand, sekaligus menjadi hari pertama kalian bagi menjelajahi keindahan negeri tempat di mana ASEAN dideklarasikan bertahun-tahun silam itu.

Setelah mengunjungi Wat Arun, berbelanja aneka suvenir di pasar oleh-oleh di samping komplek candi itu, oleh Oom Pacha, sang pemandu, kembali kalian dibawa menuju dermaga dimana kapal yg tadi membawa kalian menepi.

Dari situ, kalian kembali naik kapal, dulu kembali menepi di dermaga awal sebelum kalian menyeberang menuju Wat Arun.

“Selanjutnya, kami mulai ke Wat Pho,” terang Oom Pacha. “Di situ, adik-adik dapat melihat patung Buddha sedang tertidur, besar sekali.”

Seraya meneguk air mineral, kita berjalan mengikuti langkah demi langkah laki-laki paruh baya yg terus mengenakan topi itu. Dari dermaga kayu tempat dimana kita sebelumnya naik kapal ketika hendak menyeberang menuju Wat Arun tadi pagi, jaraknya tidak lebih dari 100 meter.

Itu sebabnya, kita cuma berjalan kaki seraya menikmati suasana sisi tua Kota Bangkok. Salah sesuatu sudut kawasan ini mengingatkan aku pada tembok keraton di Yogyakarta, dahulu pada sisi yang lain mengingatkan aku pada salah sesuatu sisi Tanjung Pandan di Pulau Belitung.

“Ini, kalian telah tiba. Tunggu sebentar, Oom beli tiket masuknya dulu.”

Ya, oleh sebab perjalanan kalian kala itu memakai travel agent, maka semuanya telah diatur oleh mereka, termasuk pembelian tiket ketika hendak masuk ke sebuah destinasi wisata. Selang dua menit kemudian, Oom Pacha kembali datang, menyeruak di antara keremunan orang yg tampaknya didominasi oleh turis dari Tiongkok dan India.

Om Pacha selanjutnya bercerita, kalau akhir-akhir ini turis dari Tiongkok dan India memang mendominasi tempat-tempat wisata yg ada di Thailand. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi kedua negara Asia itu yg cukup baik, sehingga melahirkan begitu banyak orang kaya baru. Begitu kata Oom Pacha.

Saat memasuki komplek Wat Pho, kalian mendapati sebuah bangunan yg cukup megah, dengan pilar-pilar yg didominasi warna putih. Orang-orang akan ramai di tempat itu. Halaman penting tempat ini bahkan sesak oleh wisatawan dengan beragam bangsa, termasuk wisatawan yg berasal dari Benua Eropa.

Om Pacha yg sebelumnya berjalan dengan langkah yg tidak jarang dipercepat pun harus melangkah dengan pelan, menyelinap di antara wisatawan yg seolah tumpah di sini. Dengan hati-hati, kita mengikuti kemana Om Pacha melangkah.

“Silakan masuk. Barang-barang biar Oom yg pegang. Oom tunggu di sini ya, di bawah pohon itu,” jelas Oom Pacaha seraya meraih barang yg kita bawa serta.

Sebagaimana instruksi yg disampaikan Oom Pacha, kita melangkah masuk ke kuil, masuk dalamm barisan wisatawan yg telah panjang mengantre. Sebelum masuk ke dalam kuil, setiap pengunjung wajib melepaskan sandal dan topi.

Pihak pengelola telah mempersiapkan semacam tas bagi menyimpan sandal dan topi yg dapat dibawa, kemudian harus dikembalikan ketika keluar nanti pada pintu yg berbeda. Saat memasuki kuil itu, kalian segera dibuat kagum oleh patung Buddha yg sedang terlelap. Seperti kata Om Pacha, patung Buddha ini besar sekali.

Wat Pho juga dikenal dengan patung Reclining Buddha atau patung Buddha yg sedang berbaring, dikarenakan di dalam kuil ini memang terdapat patung Buddha berbaring dalam ukuran raksasa. Patung ini dibangun oleh Raja Rama III pada tahun 1832 silam.

Menurut penuturan pemandu kami, Reclining Buddha ini yaitu salah sesuatu patung Buddha paling terkenal di dunia dengan panjang 46 meter dan tinggi 15 meter. Mengunjungi Wat Pho, tempat Buddha ‘terlelap’ di Thailand

Satu hal lagi yg menarik, patung ini dilapisi emas 18 karat dengan rincian 336 lapisan di semua permukaannya. Menakjubkan sekali bukan?

Sebagai tempat ibadah ummat Buddha, siapa pun yg tiba ke tempat ini hendaknya berlaku sopan agar tak mengganggu pengunjung yang lain yg khusus tiba buat beribadah, terutama buat umat Buddha.

Sepanjang perjalanan menyusuri kuil, menengok betapa gagahnya Buddha dengan seksama, aku dan adik melihat orang-orang yg tiba seraya beribabah di tempat itu. Ya, jadilah wisatawan yg bijak dengan menghormati orang yang lain yg sedang beribadah menurut agama yg mereka peluk.

Terima kasih Thailand yg menakjubkan. Setelah ini, kita mulai mendatangi lebih banyak lagi tempat di negara ini yg aku percaya tidak kalah menakjubkan dari Wat Pho, sebab Om Pacha telah menunggu kalian dengan senyumnya yg ramah di luar sana. Salam traveling!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/19/104500/3272923/1025/liburan-ke-bangkok-jangan-lupa-lihat-patung-buddha-tidur
Terima kasih sudah membaca berita Liburan Ke Bangkok, Jangan Lupa Lihat Patung Buddha Tidur. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Liburan Ke Bangkok, Jangan Lupa Lihat Patung Buddha Tidur"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.