Libur Lebaran, Yuk Pelesir Ke Pulau Sangiang Di Banten

No comment 132 views

Berikut artikel Libur Lebaran, Yuk Pelesir ke Pulau Sangiang di Banten, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Keindahan Pulau Sangiang seperti tidak ada habisnya. Liburan ke pulau di kawasan Banten ini pun rasanya tidak bakalan cepat bosan.

Namanya memang belum setenar Kepulauan Seribu dan Krakatau. Hanya sekitar 1 jam berlayar dari pelabuhan Paku Anyer kita mulai menemukan pulau indah bernama Sangiang. Hanya membutuhkan 1 jam kapal pun langsung merapat di dermaga penting Pulau Sangiang. Dari sini kita diwajibkan bagi melapor dan mengisi biodata kelompok serta membayar retribusi membuka tenda serta guide selama berada di Pulau Sangiang

Lagoon Bajo nama spot kalian mendirikan tenda. Bukan Labuan Bajo yg terdapat di Flores namun mungkin keindahan yg ditawarkan Lagoon Bajo tidak kalah cantiknya. Dari sini kami dapat melihat Cilegon dan Pelabuhan merak dari kejauhan. Di sini pun terdapat pos pengamanan pulau dengan dua fasilitas kamar mandi dan musala yg mampu kalian pergunakan.

Keadaan siang itu sang mentari bersinar dengan terangnya. Kaki pun siap bagi melangkah menikmati keindahan Pulau Sangiang. Rencana kalian hari ini adalah melakukan trekking ringan mengunjungi spot-spot menarik yg ada di sekitaran pulau. Dengan ditemani guide penduduk lokal kita pun langsung melangkahkan kaki.

Suara kelelawar semakin jelas setiap langkah menuruni sebuah lereng licin di tengah hutan. Jalur setapak pun terhenti di sebuah mulut gua gelap yg penuh dengan kelelawar. Ombak bergulung kencang menabrak dinding gua yg segera terhubung ke laut lepas.

Bau menyengat kotoran kelelawar sangat terasa di sekitaran bibir gua. Di antara deburan ombak terdapat dua hiu yg tampak berlalu lalang. Mungkin sang hiu menunggu ada dua kelelawar terjatuh. Kita harus cukup berhati-hati agar tidak terseret ombak yg penuh dengan hiu itu.

Melangkahkan kaki kembali dengan arahan guide kami kembali berjalan di tengah rimbun hutan Pulau Sangiang, kali ini jalanan sedikit menanjak. Di tengah hutan dataran rendah seperti ini kalian harus bersiap dengan lotion anti nyamuk karena udara panas dan lembab seperti ini habitat subur buat para spesies nyamuk.

Saya yg berjalan paling belakang tiba-tiba terhenti karena macet terhalang kawan-kawan di depan yg berhenti di tengah jalan. Saya tidak dapat melihat apa-apa karena kanan kiri masih rimbun pepohonan. Tapi setelah melangkah kembali aku pun tau kenapa mereka berhenti. Karena ada pemandangan yg sangat indah ini.

Tebing-tebing tampak segera bersentuhan dengan gulungan ombak laut lepas. Pemandangan yg sangat indah, sekilas tampak seperti topografi pantai laut selatan di Pulau Jawa. Lagi-lagi Pulau Sangiang memberikan kejutan yg tidak aku duga sebelumnya.

Dengan bantuan guide sesuatu persatu dari kalian menuruni tebing. Harus sangat hati-hati dalam melangkah karena tebing curam dengan batu-batu tajam bersiap menyambut seandainya kami terjatuh. Langkah turun kami bergantung pada sebuah tangga kayu dan seutas tali yg berguna sebagai webbing. Dalam melangkah turun sang guide terus memandu langkah kalian agar tidak salah pijakan yg mampu membahayakan diri.

Batu karang tajam ada dimana mana, gelegar ombak tampak mengatakan pesan agar kami lebih berhati-hati dalam melangkah. Tepat di ujung tebing, mulut Gua Pawon tampak menganga lebar. Deburan ombak yg bergulung tampak masuk melalui celah tebing dan menciptakan gulungan ombak yg semakin besar di dalam gua.

Saya pun coba buat naik di salah sesuatu tebing yg memungkinkan bagi didaki. Dan luar biasa pemandangan di sini sangat indah. Garis pantai panjang tampak melengkung panjang berhampar dengan pasir pasir putih. Sangiang Stone Garden, aku menamai tebing batu ini, dan menurut aku ini adalah spot terbaik bagi menikmati Pantai Pasir Panjang.

Saya coba bagi duduk di ujung tebing. Angin lembut pun membelai pelan menemani aku di antara alam semesta. Seketika aku merinding, bukan karena ketinggian, bukan karena hal yang lain namun merasakan betapa beruntungnya mampu hidup dan berada di negeri yg indah seperti ini.

Entah berapa kali aku menulis ini, tentang perasaan yg sama tetapi memang tidak ada habisnya. Saya bersyukur setiap berkunjung ke sebuah tempat baru dan indah seperti Pulau Sangiang ini.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/30/151500/3244001/1025/libur-lebaran-yuk-pelesir-ke-pulau-sangiang-di-banten
Terima kasih sudah membaca berita Libur Lebaran, Yuk Pelesir ke Pulau Sangiang di Banten. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Libur Lebaran, Yuk Pelesir Ke Pulau Sangiang Di Banten"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.