Larva Ulat Sutra Rebus, Berani Cicipi?

No comment 80 views

Berikut artikel Larva Ulat Sutra Rebus, Berani Cicipi? , Semoga bermanfaat

SEOUL, KOMPAS.com – Sedang asyik-asyiknya mengaduk jaket obralan di Pasar Namdaemun, Seoul, Korea Selatan, seorang teman memanggil saya. Ia memanggil aku bagi mencicipi makanan yg dibeli di sebelah kios tempat aku mencari jaket.

“Sini-sini…!” aku cuma sekilas melihat ia sedang jajan makanan di penjaja kaki lima.

Ajakannya tidak aku gubris. Jaket musim dingin dengan harga 10.000 won atau setara Rp 120.000 lebih menarik perhatian saya. Saya kembali tenggelam dalam keasyikan mencari jaket, berebut dengan ibu-ibu Korea.

Tak lama teman-teman aku menghampiri, “Eh mencoba ini deh,” dibawanya gelas karton. Pelan-pelan ia mengambil isian di dalam gelas karton tersebut dengan tusuk gigi.

“Ih!” kata aku jijik sekaligus terkejut.

(BACA: Cari Restoran Halal di Korea? Ini Tipsnya…)

Bagaimana tidak, di dalam gelas itu ada benda asing, seperti mahluk melata yg tidak lagi berdaya. Bentuknya bulat lonjong, gemuk, dengan warna coklat kekuningan dan kulitnya bergaris dan keriput. Itulah larva ulat sutra rebus. Di Korea Selatan disebut beondegi.

“Coba dulu,” kata teman saya.

Sembari menusukkan banyak kepompong ke tusuk gigi layaknya sate. Saya jelas ragu menyantapnya. Hidangan ini nampak asing untuk saya. Namun buat masyarakat Korea Selatan sebenarnya tidak asing.  

Beondegi umumnya dikukus atau direbus dahulu diberi bumbu penyedap agar rasanya gurih. Camilan ini umumnya memang dijual di pedagang kaki lima. Namun begitu, ada pula beondegi kalengan yg bisa dibeli di supermarket dan bisa dimasak dengan bumbu sesuai selera.

Lantas bagaimana rasanya beondegi? Ternyata rasanya tidak seaneh bentuknya. Saya mengambil sesuatu larva ulat sutra, ternyata rasanya gurih dan manis. Ada tekstur renyah yg muncul dari isian dalam kepompong yg seperti telur-telur kecil.

Sekilas rasanya mirip jagung rebus namun dengan tektur yg lebih terasa dan lebih gurih. Beondegi kaya mulai protein alami yg tentunya baik buat tubuh. Satu porsi beondegi dihargai 2.000 won atau setara dengan Rp 24.000.

Telur ikan fermentasi di Pasar Namdaemun.

Di Pasar Namdaemun, Seoul sebenarnya surga buat para petualang kuliner. Saya berkunjung ke pasar tersebut bersama rekan media, agen perjalanan, dan travel blogger dalam rangkaian Halal Restaurant Week Fam Tour oleh Korea Tourism Organization, Senin (14/11/2016). Banyak makanan khas Korea dari yg biasa sampai yg tidak biasa seperti beondegi.

Tak jauh dari beondegi aku melihat telur ikan fementasi yg mampu dimakan langsung. Saya tidak mencobanya, karena harus membeli dalam porsi yg cukup besar dan penampilannya sama sekali tidak mengundang selera.

Jangan lewatkan berkunjung ke Pasar Namdaemun, pasar yg sudah berusia 500 tahun, tertua dan terbesar di Seoul. Pasar ini buka dari pukul 09.00 sampai 17.00. Kala kios di Namdaemun tutup, pemandu lokal menyampaikan pasar ini mulai jadi pasar tumpah yg menjual makanan khas Korea Selatan.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/12/07/090300227/larva.ulat.sutra.rebus.berani.cicipi.
Terima kasih sudah membaca berita Larva Ulat Sutra Rebus, Berani Cicipi? . Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Larva Ulat Sutra Rebus, Berani Cicipi?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.