Lariti, Laut “Terbelah Dua” Di Selatan Bima

No comment 171 views

Berikut artikel Lariti, Laut “Terbelah Dua” di Selatan Bima, Semoga bermanfaat

APABILA mengunjungi Pantai Lariti, Anda mampu melihat laut terbelah dua, mirip kisah Nabi Musa saat dikejar bala tentara Firaun. Anda juga mulai merasakan sensasi berjalan di atas air laut,” kata Ikram, petugas salah sesuatu hotel di Kota Bima, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/5/2016).

Pantai Lariti terletak di wilayah selatan Kabupaten Bima, tepatnya Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape. Lokasi pantai tak jauh dari Pelabuhan Sape, gerbang laut yg menghubungkan Pulau Sumbawa dan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari Kota Bima, pantai ini dapat ditempuh sesuatu jam perjalanan mengendarai mobil.

Bagi mereka yg tak membawa kendaraan sendiri, tersedia mobil sewaan Rp 500.000 per hari atau sepeda motor sewaan Rp 150.000 per hari.

Memasuki wilayah selatan kabupaten seluas 4.374,65 kilometer persegi itu, mulai kelihatan warna asli kawasan yg bergunung-gunung dan cuma mendapat musim hujan kurang dari tiga bulan dalam sesuatu tahun.

Seperti kelakar Wakil Bupati Bima Dahlan M Noor ketika pembukaan operasi katarak yg diselenggarakan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas (DKK). ”Kabupaten Bima milik beberapa warna, hijau dan coklat,” katanya.

Karakter daerah itu tergambar dari jalan beraspal hotmix berkelok-kelok naik-turun, yg separuhnya diapit kawasan hutan dan bukit terjal. Pada musim hujan, kawasan itu tampak hijau oleh pepohonan. Namun, tegakan pohon dan semak belukar meranggas dan coklat ketika dibakar terik matahari kemarau. Bebatuan pun menyembul melalui lereng-lereng lahan bukit bertekstur batu bertanah.

Sekitar 14 kilometer perjalanan, kita singgah di kompleks rumah tradisional Desa Maria, Kecamatan Wawo, melihat Uma Lengge (rumah mengerucut) dan Uma Jompa. Rumah itu di jadikan lumbung padi dan hasil bumi lain.

Letak kompleks rumah-rumah itu agak jauh dari permukiman warga agar aman dari kebakaran yg kerap terjadi ketika musim kemarau sehingga stok pangan aman dari jilatan api sampai menjelang panen.

Kegersangan berlanjut ke Desa Soro, jalan menuju Pantai Lariti. Putaran roda mobil melamban menyusuri bukit gersang, melindas jalan datar berbatu- berdebu yg baru diuruk, dan mengitari petak-petak kolam usaha tambak yg sedang dalam proses pembangunan.

Dari atas bukit kelihatan dua pulau kecil disertai warna air laut, yg seakan tersambung dari Pantai Lariti ke Samudra Indonesia.

Sore itu air di teluk tengah surut. Dari kejauhan kelihatan panorama Pantai Lariti berupa terumbu karang bagai jalan membentang membelah laut sepanjang 100 meter dari bibir pantai hingga Nisa Lampa Jaram, pulau persinggahan alias ladang ternak kuda merumput.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/22/133300227/Lariti.Laut.Terbelah.Dua.di.Selatan.Bima
Terima kasih sudah membaca berita Lariti, Laut “Terbelah Dua” di Selatan Bima. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Lariti, Laut “Terbelah Dua” Di Selatan Bima"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.