Lambusango, Hutannya Orang Inggris Di Sulawesi Tenggara

No comment 178 views

Berikut artikel Lambusango, Hutannya Orang Inggris di Sulawesi Tenggara, Semoga bermanfaat

Buton – Nama Lambusango lebih akrab di telinga turis Inggris dibanding traveler Indonesia sendiri. Inilah hutan di Buton, Sulawesi Tenggara yg sangat alami.

detikTravel dua waktu dulu tiba ke Buton bagi meliput Festival Budaya Tua atas undangan Kementerian Pariwisata. Di sela-sela acaranya, Diskominfo Buton mengajak mengelilingi destinasi di Buton yg salah satunya adalah Lambusango.

Dari keterangan pada situs resmi Pemkab Buton, Hutan Lambusango milik luas 65 ribu hektar. Secara administratif, mencakup dua kecamatan di sana yakni Kapontori, Lasalimu, Lasalimu Selatan, Siontapina, Wolowa dan Pasarwajo.

Hutan Lambusango berdasarkan status kawasannya, terdiri dari kawasan konservasi seluas 28 ribu hektar yg dibagi menjadi dua, merupakan Cagar Alam Kakenauwe dan Suaka Marga Satwa Lambusango. Sedangkan sisanya, yaitu kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

Gapura bertuliskan Hutan Lambusango (Afif/detikTravel)

Hutan Lambusango masih sangat alami dengan mempunyai banyak satwa endemik. Beberapa satwanya seperti burung julang, kuskus, anoa, monyet ochreata brunescens dan tarsius sebagai primata terkecil di dunia. Tercatat ada sekitar 120 spesies burung ditemukan di hutan ini, 36 macam di antaranya adalah endemik Sulawesi.

Ketika detikTravel sampai di sana setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih naik mobil dari Kota Bau-bau, ada sedikit rasa kecewa. Pertama, belum banyak papan penunjuk jalan yg mengarahkan rute ke Hutan Lambusango.

Kedua, begitu sampai di hutannya pun tak ada papan informasi. Hanya gapura bertuliskan ‘Selamat Datang di Hutan Lambusango’ dan jalur trekking yg terbuat dari aspal di dalam hutan. Pihak Diskominfo berujar, memang belum ada papan keterangan di hutannya.

Untuk melihat satwa-satwa di sana juga tak mampu sembarangan. Ifran, salah seorang staf dari Diskominfo Buton menjelaskan kebanyakan satwa di Hutan Lambusango aktif di malam hari. Kalau mau melihatnya, harus trekking ke dalam hutan dan bermalam lebih dari beberapa hari.

Jalur trekking di dalam hutannya (Afif/detikTravel)

Ditemui dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Buton, Abdul Zainudin Napa menjelaskan soal Hutan Lambusango. Menurutnya, lebih banyak turis asing yg tiba ke sana dibanding orang Indonesia sendiri.

“Sekitar 300-600 turis Inggris tiba ke sana tiap tahun. Mereka yg mau tiba harus melalui Operation Wallacea yg berpusat di Inggris. Mereka mulai kemping dapat sampai sesuatu pekan demi melihat hewan-hewan endemik di sana dan mempelajarinya,” paparnya.

Tidak ada papan keterangan di dalam hutannya (Afif/detikTravel)

Lalu bagaimana soal belum lengkapnya papan informasi? Kemudian, tidakkah ada keinginan buat membuat semacam tempat konservasi agar wisatawan yg tiba dapat melihat hewan-hewan endemik di sana tanpa harus kemping di dalam hutannya?

“Kami memang menjaga keasliannya. Itu wisata minat khusus,” tegas Zainuddin.

Ya dapat dibilang, inilah hutannya orang Inggris di Sulawesi Tenggara. Toh dengan memberikan papan keterangan dan membuat semacam wilayah konservasi satwa, bukan berarti merusak kealamian hutannya sendiri. Jangan sampai orang Indonesia tak dapat menikmati alamnya sendiri. (aff/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/06/071500/3291833/1519/lambusango-hutannya-orang-inggris-di-sulawesi-tenggara
Terima kasih sudah membaca berita Lambusango, Hutannya Orang Inggris di Sulawesi Tenggara. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Lambusango, Hutannya Orang Inggris Di Sulawesi Tenggara"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.