Kuliner Legendaris Jangan Cuma Jadi Kenangan

No comment 135 views

Berikut artikel Kuliner Legendaris Jangan Cuma Jadi Kenangan, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Indonesia adalah negara yg memiliki kekayaan kuliner luar biasa. Beberapa kuliner Indonesia berhasil menyabet prestasi tingkat dunia, seperti rendang dan cendol. Tapi sayang, banyak kuliner legendaris di Indonesia yg justru keadaannya riskan di negeri sendiri.

Sebab dua kuliner hampir punah dan bahkan telah punah, tidak ada lagi yg membuat dan menjual makanan tersebut. Sebut saja dua kuliner daerah yg telah langka seperti, sayur babanci kuliner khas Betawi, Tapai Ngambeng dari Wonosobo, Pecel Semanggi dari Surabaya, atau Gulo Puan dari Sumatera Selatan.

“Pertama persoalan regenerasi. Ketika milik anak, passion anaknya bukan kuliner, jadi tidak ada yg meneruskan. Memang sangat sayang sebenarnya,” kata kata Febriyanto Rachmat, Culinary Event Consultant dari JIISCOMm ketika ditemui KompasTravel dalam acara jumpa pers Kampung Legenda Mall Ciputra, Jakarta, Kamis (11/8/2016). 

Permasalahan kedua dari bisnis kuliner legendaris, menurut Febri, adalah banyak penjual makanan legendaris yg masih berpikir konservatif, puas mulai keadaannya ketika ini, dan tidak yakin mulai orang yang lain sehingga tidak mau menurunkan resep.

“Masing-masing orang tentu milik prinsip dan memang harus milik kesadaran sendiri,” kata Febri. 

Meski banyak kuliner legendaris yg terancam punah atau bahkan telah punah, kenyataannya masih banyak legenda kuliner Indonesia yg selalu bertahan. Contohnya Toko Oen di Semarang yg berdiri sejak tahun 1936, Kopi Es Tak Kie yg buka dari tahun 1927, Nasi Jamblang Mang Dul dari tahun 1970, Soto Ahri Garut yg berdiri tahun 1943, dan Ketan Susu Kemayoran dari tahun 1954. 

Semua makanan tersebut kini berkumpul jadi sesuatu di festival kuliner Kampung Legenda, di Mal Ciputra Jakarta yg digelar tanggal 10-21 Agustus 2016.

“Karena kuliner adalah salah sesuatu kebudayaan bangsa kami yg harus dilestarikan. Jangan sampai kuliner legendaris ini cuma dinikmati oleh orang tua kita,” kata Ferry Irianto, General Manager Mal Ciputra Jakarta.  

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/11/212200827/Kuliner.Legendaris.Jangan.Cuma.Jadi.Kenangan
Terima kasih sudah membaca berita Kuliner Legendaris Jangan Cuma Jadi Kenangan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kuliner Legendaris Jangan Cuma Jadi Kenangan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.