Kota Schengen, Tempat Kelahiran ‘Eropa Tanpa Perbatasan’

No comment 120 views

Berikut artikel Kota Schengen, Tempat Kelahiran ‘Eropa Tanpa Perbatasan’, Semoga bermanfaat

Schengen – Liburan ke Eropa, traveler dituntut bagi membuat visa Schengen sebagai syarat. Tahukah kamu, Schengen adalah nama kota di Luksemburg, tempat lahirnya perjanjian bagi membuat Eropa yg tanpa perbatasan.

Berawal dari Perjanjian Schengen yg ditandatangi oleh 5 dari 10 Masyarakat Ekonomi Eropa (EEC), tercipta perjanjian bagi membuat ‘Eropa tanpa perbatasan’. Hasilnya pun disahkan lewat penandatanganan serta pembentukan sesuatu identitas bersama atau Schengen.

Dirangkum detikTravel dari situs Schengen Visa Info, Kamis (11/8/2016) perjanjian itu pun diselenggarakan di Kota Schengen di Luksemburg pada 14 June 1985. Salah sesuatu isinya adalah menghapus pengawasan perbatasan di antara negara-negara Uni Eropa dan mencakup berbagai aturan kebijakan bersama buat izin masuk jangka pendek.

Prakteknya, sejumlah anggota negara Eropa yg tergabung dalam Perjanjian Schengen mendapat kemudahan bagi bepergian lintas batas ke sesama negara anggota. Sedangkan bagi wisatawan yg ingin berkunjung ke negara Schengen, diwajibkan bagi membuat Visa Schengen sebagai izin masuk.

Kota Schengen di Luksemburg (Visit Luksemburg)

Faktanya, ada 26 negara Eropa yg tergabung dalam Perjanjian Schengen. Antara yang lain Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss dan Liechtenstein.

Untuk lebih mengenal Perjanjian Schengen, traveler pun mampu napak tilas ke Kota Schengen yg menjadi yang berasal muasal kesekapatan tersebut. Secara lokasi, Kota Schengen terletak perbatasan tripoint antara perbatasan Jerman, Prancis dan Luksemburg.

Dahulu perjanjiannya pun dilangsungkan di atas kapal MS Princesse Marie-Astrid yg tengah berlabuh di Sungai Moselle. Lokasi itu pun dipilih karena simbolis dan berlokasi di antara tiga perbatasan negara Eropa kala itu.

Perjanjiannya dikerjakan di atas Sungai Moselle (Visit Luksemburg)

Kota Schengen sendiri yaitu sebuah daerah penghasil minuman anggur atau wine. Traveler juga mampu melihat Kastil Schengen yg sudah berubah fungsi menjadi hotel dan pusat konferensi.

Tapi yg paling menarik, traveler mampu memaknai proses Perjanjian Schengen secara segera lewat Museum European di Kota Schengen. Mulai dari foto bersejarah hingga detil tentang Perjanjian Schengen, segala dapat dilihat di dalamnya. Sayang ketika ini museum sedang direnovasi.

Namun apabila ingin liburan ke Kota Schengen atau sejumlah negara Eropa yg tergabung dalam Schengen, traveler pun harus membuat Visa Schengen lebih lalu di kedutaan negara Uni Eropa yg tergabung dalam Perjanjian Schengen.

Museum European yg sayangnya sedang direnovasi (Visit Luksemburg)

Selain melengkapi data teknis, traveler juga harus memperlihatkan bukti rekening koran selama tiga bulan serta melakukan interview dengan pihak kedutaan. Kalau penasaran detilnya, traveler dapat melihat teknis pembuatannya di sini.

Setelah mengetahui sejarah serta kota di balik Perjanjian Schengen, tentunya kami perlu berterima kasih pada pada perumusnya. Tanpa Perjanjian Schengen, traveler tentu diwajibkan membuat banyak visa pada sejumlah kedutaan negara Uni Eropa sebelum bisa berkeliling.

Mungkin mampu dimaknai dengan liburan ke Eropa dan singgah ke Kota Schengen yg bersejarah. Liburan sekalian edukasi pastinya menarik dong. (rdy/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/08/11/081104/3272874/1520/kota-schengen-tempat-kelahiran-eropa-tanpa-perbatasan
Terima kasih sudah membaca berita Kota Schengen, Tempat Kelahiran ‘Eropa Tanpa Perbatasan’. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kota Schengen, Tempat Kelahiran ‘Eropa Tanpa Perbatasan’"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.