Kisah Unik Masjid Sultan Singapura, Kubahnya Dari Botol Kecap

No comment 120 views

Berikut artikel Kisah Unik Masjid Sultan Singapura, Kubahnya Dari Botol Kecap, Semoga bermanfaat

Singapura – Di balik megahnya Masjid Sultan di Singapura, terselip sebuah kisah unik. Di bagian kubahnya, terdapat ratusan botol kecap yg yaitu sumbangan rakyat kecil.

Bagi masyarakat Muslim di Singapura, Masjid Sultan yg terletak di Kampung Glam menjadi rumah ibadah sekaligus bagian utama dalam komunitas Islam sekitar. Uniknya, masjid itu juga menjadi saksi bisu dari andil masyarakat Muslim Singapura.

Hal itu pun diceritakan oleh pemandu saya, Augustar, yg yaitu penduduk asli Singapura. Bapaknya yg yaitu orang Padang membuatnya fasih berbicara bahasa Indonesia sekaligus budaya Islam.

“Sejarahnya Masjid Sultan itu dibangun oleh Sultan, tetapi dananya dibantu oleh Pemerintah Inggris waktu itu,” ujar Augustar di depan Masjid Sultan, Minggu (12/6/2016).


Masjid Sultan terletak di Kampong Glam (Randy/detikTravel)

Dilanjutkan oleh Augustar, masjid tersebut berlokasi tepat di depan Istana Sultan dan memegang peranan vital untuk masyarakat Muslim Singapura. Masjid tersebut juga disebut sebagai Masjid Raya-nya Singapura.

Namun ternyata, ada kisah unik di balik pembangunan masjid tersebut. Selain para saudagar kaya dan Sultan, ternyata masyarakat kecil yg miskin secara ekonomi juga ingin ikut andil dalam proses pembangunannya.

Tapi karena tak memiliki uang, para rakyat kecil yg ingin menolong pembangunan masjid memberikan botol kaca bekas kecap buat disumbangkan. Jumlahnya pun mungkin mencapai ribuan buah.

“Jadi dahulu tak hanya orang kaya saja yg menyumbang, tetapi juga orang kecil. Tapi karena tak milik uang, mereka hanya sanggup menyumbang botol kecap. Itu yg hitam-hitam di atas botol kecap itu,” terang Augustar.


Ribuan botol kecap menghiasi kubah masjid (Randy/detikTravel)

Setelah aku perhatikan dengan seksama, ternyata tampak ratusan pantat botol yg disusun melingkar di bagian bawah kubah masjid yg berwarna emas. Saya pun tak menyadarinya apabila tak diberi tahu oleh Augustar.

Tentu hal itu mampu menjadi contoh buat traveler. Bahwa sejatinya tak dibutuhkan biaya mahal bagi berbuat kebaikan. Bahkan hal sederhana seperti botol kecap saja mampu menjadi kebaikan apabila diiringi dengan niat yg baik seperti membangun masjid.

Apabila Anda berencana singgah ke Masjid Sultan, selama bulan Ramadan masjid memberikan tajil gratis untuk berbuka. Mampirlah seandainya Anda tiba ke Singapura dalam waktu dekat.

(rdy/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/17/074639/3235495/1520/kisah-unik-masjid-sultan-singapura-kubahnya-dari-botol-kecap
Terima kasih sudah membaca berita Kisah Unik Masjid Sultan Singapura, Kubahnya Dari Botol Kecap. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Unik Masjid Sultan Singapura, Kubahnya Dari Botol Kecap"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.