Kisah Puing Gereja Yang Jadi Landmark Terpopuler Di Macau

No comment 93 views

Berikut artikel Kisah Puing Gereja yang Jadi Landmark Terpopuler di Macau, Semoga bermanfaat

Macau – Liburan ke Macau tidak lengkap tanpa kunjungan ke Ruin of St Paul’s. Inilah puing gereja yg menjadi ikon di Macau dan populer di kalangan turis.

Kalau melihat posting foto traveler yg ke Macau di media sosial seperti Instagram, rasanya tidak lepas dari potret sebuah reruntuhan gereja yg dikenal sebagai Ruins of St Paul’s. Reruntuhan ini memang dapat dibilang sebagai landmark populer di Macau.

detikTravel sempat tiba ke Ruins of St Paul’s dua minggu lalu. Lokasi tempat bersejarah ini ada di dataran yg cukup tinggi. Traveler harus melewati jalanan yg agak menanjak sebelum dapat menikmati pesona puing-puing tersebut.

Ruins of St Paul’s dulunya adalah Gereja St Paul atau dikenal juga sebagai Mater Dei. Gereja didirikan pada tahun 1602-1640 dan menjadi bagian dari St Paul’s College. Komplek ini yaitu konstruksi para Jesuit.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)

Gereja berdiri dengan begitu megah. Hingga pada tahun 1835, gereja terbakar begitu pula dengan bangunan perguruan tinggi di dekatnya. Kebakaran ini menyisakan bagian depan gereja, tangga dan fondasi di dua sisi.

Hingga kini, sisa-sisa gereja masih dilestarikan dan dua kali sempat direnovasi. Bagian depan yg cuma berupa sebuah dinding dengan ukiran indah di sisi depannya ini tampak berdiri dengan kokoh dan menarik wisatawan lokal dan mancanegara tiba bagi melihatnya.

(Kurnia/detikTravel)Sisi belakang Ruins of St Paul’s (Kurnia/detikTravel)

Kawasan ini tampak terus ramai, terlebih di siang hingga sore hari. Banyak traveler yg berfoto dengan berbagai pose di sini. Berfoto di bagian depan reruntuhan ini boleh saja yg utama tetap sopan.

Saat berkunjung ke Ruins of St Paul’s, traveler tidak cuma dapat berfoto dan menikmati pesonanya dari sisi luar. Kalau ingin melihat puing-puing lainnya yg masih ada, mampu masuk ke dalam lokasi yg dulunya gereja ini.

Melewati pintu masuk di dinding yg populer itu, ada sejumlah makam biarawan yg berlapis kaca di kanan dan kiri jalan. Kemudian di ujung jalan ada Museum of Sacred Art dan Crypt yg berisi puing bangunan dan barang-barang peninggalan sejarah komplek gereja.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)

Museum dapat dimasuki gratis setiap hari pukul 09.00-18.00, kecuali hari selasa yg tutupnya lebih cepat merupakan hingga pukul 14.00 waktu setempat. Berbeda dengan di depan gereja, di dalam museum dilarang memotret.

Museum tidak terlalu besar, sekitar 10 menit rasanya telah cukup bagi menjelajahinya. Usai mengelilingi di museum, wisatawan mampu lanjut berfoto di depan Ruins Of St Paul’s kalau dirasa belum puas. Atau mampu melanjutkan perjalanan ke Senado Square, alun-alun yg cantik di Macau.

Dalam perjalanan ke Senado Square, wisatawan mampu sekaligus berbelanja. Ada banyak toko pakaian branded dan suvenir bagi oleh-oleh.

(Kurnia/detikTravel)(Kurnia/detikTravel)

(krn/fay)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/19/082000/3300858/1520/kisah-puing-gereja-yang-jadi-landmark-terpopuler-di-macau
Terima kasih sudah membaca berita Kisah Puing Gereja yang Jadi Landmark Terpopuler di Macau. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Puing Gereja Yang Jadi Landmark Terpopuler Di Macau"