Kisah Mutiara Pandiangan, Penenun Ulos Untuk Jokowi…

No comment 133 views

Berikut artikel Kisah Mutiara Pandiangan, Penenun Ulos untuk Jokowi…, Semoga bermanfaat

TARUTUNG, KOMPAS.com – Belum lupa dalam ingatan ketika Presiden Joko Widodo menghadiri Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba yg digelar di Soporung, Balige, Sumatera Utara, 21 Agustus 2016.

Saat itu, Jokowi memakai ulos Harungguan, sang raja ulos. Siapa sangka, ulos yg dipakai Jokowi kala itu dipesan segera kepada penenun dari Muara, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Penenun itu adalah Mutiara Pandiangan (72), seorang ibu yg telah menenun selama puluhan tahun. Dia diminta oleh Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan buat membuat ulos buat Jokowi.

“Pak bupati yg suruh, tiba ke rumah kita, mencari. Ada Harungguan yg telah siap, mau bikin sesuatu lagi bagi Pak Jokowi,” ujar Mutiara kepada KompasTravel, Sabtu (10/9/2016).

Mutiara diminta membuat ulos Harungguan sekitar awal Agustus 2016. Dia pun segera mengerjakannya dan selesai menenun selama sesuatu pekan. “Pertengahan Agustus telah siap. Waktunya seminggu, cuma bertenun,” kata dia.

Mutiara mengaku sangat senang. Dia tidak menyangka dapat membuatkan sebuah ulos yg dipesan khusus bagi Jokowi. “Anak-anak pun senang, mamaknya yg bikin untuk Pak Jokowi,” ucap Mutiara.

Tak cuma menceritakan pengalamannya menenun ulos buat Jokowi, Mutiara pun bercerita bahwa dia memiliki rekan dari Belanda dan orang itu membuat tulisan tentang dirinya berjudul “Mutiara-mutiara yg Bermuara di Muara”.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo berjalan memasuki titik awal Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Soposurung, Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/8/2016). Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 RI tahun ini dipusatkan di Danau Toba, Sumatera Utara dengan tajuk “Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba”. Acara ini berlangsung di beberapa tempat yakni Parapat (Simalungun) dan Balige (Toba Samosir).

“Tahun 2010 kalian dicari, dipampang di Kedutaan Belanda besar kali. Waktu saya dibawa, dibikinin buku ‘Mutiara-mutiara yg Bermuara di Muara’. Aku bilang bahasa Indonesia ajalah (bukunya),” tuturnya.

Dia pun sangat bahagia dan tidak menyangka dapat mengenal orang Belanda. Kebahagiaan itu terpancar dari raut wajah dan senyumnya ketika dia bercerita.

“Enak lah, enggak sangka kita. Tamatan SMP mampu bergaul sama orang Belanda,” ungkap Mutiara.

Tak cuma itu, Mutiara juga pernah diajak ke Kedutaan Besar Belanda di Jakarta. Dia pun mengaku pernah berangkat ke Bali buat menenun ulos pada 2011.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/09/12/140700827/kisah.mutiara.pandiangan.penenun.ulos.untuk.jokowi.
Terima kasih sudah membaca berita Kisah Mutiara Pandiangan, Penenun Ulos untuk Jokowi…. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Mutiara Pandiangan, Penenun Ulos Untuk Jokowi…"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.