Kisah Menjalankan Shalat Subuh Di Hongkong

No comment 144 views

Berikut artikel Kisah Menjalankan Shalat Subuh di Hongkong, Semoga bermanfaat

HONGKONG, KOMPAS.com – “Allahu Akbar. Allahu Akbar,” ucap muadzin Masjid Kowloon, Hongkong mengumandangkan azan lewat pengeras suara dan menggema di dalam masjid. Jam memperlihatkan Imsak pada pukul 04.14 waktu setempat.

Umat Islam di sekitar Kowloon kelihatan selalu berdatangan memasuki masjid. Mereka langsung  memasuki ruang wudhu buat menyucikan diri sebelum melakukan shalat Subuh.

Jauh di negeri seberang, azan berhasil membuat aku rindu. Ya, di Indonesia, telah lazim lantunan azan terdengar yg seluruh sudut-sudut kota maupun desa.

Tak ada warung-warung nasi rames di persimpangan jalan yg biasa ditemui di wilayah Indonesia. Jika mau menemukan warung khas Indonesia di Hongkong, ada dua warung makan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Hongkong Mainland.

Ini adalah pengalaman pertama aku berpuasa di luar negeri. Rabu (15/6/2016) lalu, maghrib di Kota Hongkong jatuh pada pukul 18.10 waktu setempat atau sesuatu jam lebih lambat dari waktu Indonesia bagian barat.

Saat waktu berbuka puasa, tidak ada azan maghrib yg terlontar dari pengeras suara selain dari aplikasi Muslim Pro yg aku pasang di telepon genggam. Bahkan sebelum waktu maghrib datang, orang-orang yang lain sudah asyik menyantap makanan dan minuman.

KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Arsitektur interior Kowloon Mosque and Islamic Centre Tsim Sha Tsui Hongkong.

Saat di Masjid Kowloon, keberagaman suku dan ras mampu kelihatan dengan jelas. Seorang Muslim yang berasal India, Said Husein mengatakan, di Hongkong terdapat Muslim dari negara-negara Asia seperti India, Pakistan, dan Indonesia.

“Bulan puasa nanti malam tarawehnya mulai ramai. Bisa lebih dari 400 orang di dalam masjid,” ungkap seorang Muslim lainnya usai ibadah shalat subuh.

Dikutip dari website Dompet Dhuafa Hongkong, ketika ini diperkirakan jumlah kaum Muslim di Hongkong mencapai 250.000 jiwa dan menjadi komunitas yg tercepat berkembang. Perkembangan Islam di Hongkong dipengaruhi buruh migran Indonesia (BMI) atau perantau Indonesia yg jumlahnya selalu meningkat.

Pada akhir tahun 2008, tercatat ada 123.000 BMI dan ketika ini diperkirakan jumlah perantau Indonesia (TKW) mencapai 130.000 orang, umumnya menjadi “domestic helper” atau pembantu rumah tangga.

Kebanyakan Muslim Hongkong/China dari suku Han, diikuti Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Timur Tengah, dan negara-negara Afrika. Empat masjid penting digunakan buat shalat setiap hari di Hongkong dan sesuatu di Semenanjung Kowloon.

Subuh pagi, umat Muslim di Hongkong beribadah salat berderet hingga enam baris. Saya memperkirakan ada sekitar 200 orang yg beribadah di Masjid Kowloon.

Masjid Kowloon sendiri termasuk masjid besar di Hongkong yg dapat mengakomodasi 3.500 orang. Masjid Kowloon memiliki beberapa Madrasah buat anak laki-laki dan perempuan dalam ruang kelas yg mampu menampung 200 murid di setiap kelas.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana Subuh di depan Kowloon Mosque & Islamic Center, Hongkong. Masjid Kowloon adalah salah sesuatu masjid yg ada di Hongkong.

Murid-murid Madrasah mampu belajar bahasa Arab dan Al Quran dalam bahasa Inggris dan Urdu di sini. Kelas Dakwah (Intermediate Course on Islam) buat non-Muslim juga diselenggarakan secara rutin di masjid ini.

Perlahan fajar akan muncul menerangi langit yg gelap. Satu persatu umat Muslim di Hongkong keluar dari masjid dan berpencar ke semua arah. Kamis (16/6/2016) adalah hari kedua aku berpuasa di Hongkong.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/23/171100527/Kisah.Menjalankan.Shalat.Subuh.di.Hongkong
Terima kasih sudah membaca berita Kisah Menjalankan Shalat Subuh di Hongkong. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Menjalankan Shalat Subuh Di Hongkong"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.