Kisah Mendebarkan Turis Indonesia Saat Kudeta Di Turki

No comment 82 views

Berikut artikel Kisah Mendebarkan Turis Indonesia Saat Kudeta di Turki, Semoga bermanfaat

JAKARTA, KOMPAS.com – Jeff dan Diana adalah pasangan travel blogger yang traveling baik dalam maupun luar negeri. Mereka juga yaitu penulis buku “Pasangan Traveling” yg berisi pengalaman mengarungi 22 destinasi dari 2004 sampai pertengahan 2015.

Namun, di tengah perjalanan mereka di Eropa pada Juli 2016 lalu, Jeff dan Diana terjebak di Turki ketika terjadi kudeta pada hari Jumat (15/07).

“Kita tidak pernah menyangka ini terjadi, karena kalian siang masih ikut free city tour dan segala aman-aman aja,” ujar Diana ketika ditemui KompasTravel di kantornya yg terletak di kawasan Alam Sutera.

Diana dan Jeff sempat mengikuti free city tour di Istanbul yang diadakan oleh Turkish Airlines. Tak cuma itu, mereka juga sempat memisahkan diri dari tour tersebut bagi mengelilingi di area Masjid Sultan Ahmed hingga Grand Bazaar yg terdapat di Istanbul. Pukul 22.00 waktu setempat mereka masih menyempatkan diri bagi berbelanja di area bandara sambil menunggu keberangkatan pesawat pukul 02.00 dini hari.

“Tiba-tiba couchsurfer kami yg di Helsinki message di Facebook menanyakan kabar, karena dia dengar ada kekacauan di Turki. Aku segera googling,” tutur Diana.

Tidak lama setelah Jeff dan Diana mengetahui perihal kudeta yg terjadi di Turki, layar keterangan penerbangan di bandara tiba-tiba berubah total. Lebih dari 100 penerbangan yg ada bertuliskan delayed. Tidak cuma itu, tempat imigrasi yg tadinya ramai tiba-tiba kosong tanpa petugas. Hanya tersisa petugas Turkish Airlines di konter. Mereka pun tak mau menjawab segala pertanyaan yg dilayangkan penumpang.

“Mereka sama sekali tak bisa jawab. Mungkin mereka tak mau disangka memihak,” jelas Diana.

Di tengah kebingungan Jeff dan Diana karena tak mendapatkan keterangan yg jelas tentang apa yg terjadi, koneksi WiFi Diana terputus sehingga wanita itu menetapkan bagi mencari WiFi di area lain. Sementara Jeff tetap berada di dalam gate yang tertera di boarding pass mereka. Namun tak lama kemudian, Diana dirinya mendengar kerumunan orang yg berlarian dan berteriak “Shooting! Shooting!

“Karena telah panik ini ada apa, awalnya ikut lari namun berpikiran kembali ke tempat Jeff,” ungkap Diana ketika setelah gelombang pertama terjadi.

DOK.JEFF Situasai yg terjadi setelah ada suata tembakan.

Diana mengungkapkan, apa yg terjadi di bandara ini seperti gelombang pasang surut. Gelombang serangan terjadi tiga kali dengan jeda waktu yg lumayan lama. Namun hal itulah yg membuat mereka tak pernah dapat tenang.

Setiap terjadi ledakan atau tembakan, suasana di bandara kembali ricuh, banyak orang berlarian dan mencari tempat perlindungan. Bahkan banyak orang yg bersembunyi di dalam bilik toilet, tak peduli toilet pria atau wanita.

“Jadi orang-orang segera berhamburan lari pas dengar tembakan. Kami memilih berlindung di balik tembok. Takut kalau ikut berlari malah terinjak-injak,” ujar Jeff kepada KompasTravel.

Gelombang tembakan kedua terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari, ketika Jeff mulai pergi ke toilet. Tiba-tiba terdengar kembali teriakan banyak orang, mereka lantas berhamburan ke dalam toilet. Usai gelombang kedua, ada parade masyarakat Turki yg mencitrakan kudeta telah berakhir. Namun ternyata belum.

DOK.JEFF Parade yg dikerjakan rakyat turki ke dalam bandara sambil memberi minuman kepada turis di dalam bandara

Sekitar pukul 03.00, ketika hati Diana telah lega dan Jeff sedang beristirahat, tiba-tiba terdengar suara pesawat tempur sedang terbang rendah disusul suara ledakan yg berlangsung cukup lama. Hal ini sontak mengakibatkan ketegangan serta kepanikan di dalam bandara. Bangunan bandara yg bergetar membuat Diana pasrah dengan apa yg mulai terjadi selanjutnya.

“Nah, udah disitu pasrah aja. Tidak mengerti lagi ini ada apa? Itu ledakannya berkali-kali dan cukup lama. Itu sih yang bikin trauma,” ujar Diana menjelaskan ketegangan yg terjadi.

Setelah gelombang ketiga lewat, Jeff dan Diana coba beristirahat dengan posisi tiarap sampai akhirnya pagi datang. Setelah itu akan kelihatan recovery yang terjadi di bandara. Petugas bandara akan berdatangan. Akhirnya, pesawat Jeff dan Diana dipanggil buat boarding pada pukul 01.00 waktu setempat.

DOK.JEFF Bekas peluru yg kelihatan pada kaca-kaca bandara setelah kejadian di malam hari

Bus yg ditumpangi Jeff dan Diana bagi menuju pesawat sempat kembali lagi ke bandara tanpa alasan. Diana menuturkan, petugas bandara cuma meminta mereka turun kembali buat keselamatan mereka. Namun akhirnya setelah dua waktu mereka kembali lagi ke dalam bus buat menuju pesawat.

“Walaupun take-off nya agaklama, tetapi akhirnya hati lega banget pas telah sampai Jakarta. Di atas pesawat juga tetap deg-degan, kan siapa tau ada tembak-tembakan lagi di atas sama pesawat militer,” ujar Diana.

Diana dan Jeff akhirnya mendarat di Jakarta pada 17 Juli 2016 pukul 06.00 WIB. Setelah apa yg terjadi, Diana mengakui dirinya cukup trauma dan mulai berpikir ulang apabila mulai berwisata ke Turki.

Namun, Jeff dan Diana mengapresiasi tim Turkish Airlines yg melakukan recovery dengan cepat. Pada pagi hari bandara kembali beroperasi dan penerbangan akan berjalan normal sesuatu per satu.

“Turkish Airlines cukup hebat recoverynya. Kita kira bakal pending 24 jam jadi berangkatnya besok tetapi jam 2 paginya lagi, ternyata segera paginya kalian suda mampu kejelasan,” papar Diana.

Bagi Diana dan Jeff, inilah pengalaman terburuk mereka selama traveling. Namun Diana bersyukur, karena Jeff dan dirinya masih diberikan keselamatan oleh Tuhan dan mampu kembali ke Jakarta.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/22/161000327/kisah.mendebarkan.turis.indonesia.saat.kudeta.di.turki
Terima kasih sudah membaca berita Kisah Mendebarkan Turis Indonesia Saat Kudeta di Turki. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Mendebarkan Turis Indonesia Saat Kudeta Di Turki"