Kisah Kuburan Orang Minahasa Kuno Di Desa Sawangan

No comment 75 views

Berikut artikel Kisah Kuburan Orang Minahasa Kuno di Desa Sawangan, Semoga bermanfaat

MINAHASA UTARA, KOMPAS.com – Jika anda ke Sulawesi Utara, sempatkanlah mengunjungi Taman Purbakala Waruga Sawangan yg berada di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Hanya butuh waktu sekitar sesuatu jam berkendara dari Manado bagi menuju ke Sawangan. Angkutan umum juga tersedia. Pergilah ke Terminal Paal Dua, dan carilah trayek Airmadidi. Begitu turun di Terminal Airmadidi, lanjutkan perjalanan memakai ojek.

Di Taman Purbakala Waruga Sawangan terdapat 144 kuburan tua orang Minahasa kuno yg disebut Waruga. Bentuknya adalah peti-peti besi dari masa Megalitikum yg sudah berusia berabad-abad.

BACA JUGA: Pantai Pal Marrinsow, Pesona Tersembunyi di Minahasa Utara

Dulunya Waruga tersebar di pemukiman penduduk. Namun sekitar abad ke-18, pemerintah kolonial Belanda mengumpulkan Waruga di sesuatu tempat. Pengumpulan itu dibarengi dengan larangan penguburan mayat di Waruga, dengan alasan bisa menyebarkan berbagai penyakit.

Sebagai kuburan orang Minahasa kuno, Waruga terbuat dari batu berongga bersegi empat setinggi sekitar sesuatu meter. Di dalam Waruga ditempatkan jasad orang mati dalam posisi duduk.

Sebuah cungkup batu dibuat bagi menutupi Waruga. Tutup Waruga yg tampak begitu berat itu konon dibawa dari tempat pembuatan dengan cara dijinjing atau dipanggul di atas kepala. Satu Waruga biasanya digunakan sebagai tempat menguburkan sesuatu keluarga. Sehingga dalam sesuatu Waruga, mampu berisi sampai 12 jasad.

BACA JUGA: Pantai Sampirang, Pasir Putih Eksotis Nan Elok di Minahasa Utara

Jumlah jasad dalam Waruga bisa dilihat dari jumlah garis moyang tertoreh di cungkupnya. Di Taman Purbakala Waruga Sawangan, letak Waruga diatur dengan rapih, serta kelihatan bersih dan terawat. Beberapa pepohonan tua yg tumbuh di sekitar taman ini memperkuat suasana purba komplek wisata itu.

Saat memasuki komplek taman, di kiri kanan jalan menuju pintu masuk terdapat mural yg menggambarkan pembuatan dan pemakaian Waruga sebagai batu kubur untuk orang Minahasa kuno. Hampir segala Waruga memiliki ukuran yg menggambarkan status sosial atau pekerjaan orang yg dikubur semasa hidupnya.

Beberapa cungkup bahkan memiliki ukiran yg memperlihatkan dari mana jasadnya berasal. Misalnya, ukiran berbentuk orang memamerkan bahwa jasad yg ada di Waruga itu yaitu seorang “dotu” atau pemimpin. Ukiran sapi dapat menceritakan bahwa jasad tersebut adalah seorang pemburu semasa hidupnya.

BACA JUGA: Kelezatan di Rongga Buluh ala Minahasa

Di cungkup Waruga biasanya ada pula ukiran unik. Jari-jemari tangan perempuan dibuat mengepal, sedangkan jari-jemari tangan laki-laki dibuat dalam posisi saling mengunci. Dari 144 Waruga di Taman Purbakala Sawangan, cuma 31 yg mampu diidentifikasi.

Waruga tertua yg disimpan di Taman Purbakala ini konon dari berasal dari tahun 800 Masehi. Ada sesuatu Waruga yg di taman purbakala ini yg terbuka bagian sampingnya, sehingga pengunjung dapat melihat bagian dalamnya.

Jika telah puas melihat-lihat Waruga, sempatkan juga menuju ke meseum kecil yg ada di seberang tempat parkir. Di museum ini terdapat benda-benda perbekalan yg sebelumnya diletakkan oleh keluarga di dalam Waruga.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2017/01/15/150300127/kisah.kuburan.orang.minahasa.kuno.di.desa.sawangan
Terima kasih sudah membaca berita Kisah Kuburan Orang Minahasa Kuno di Desa Sawangan. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Kuburan Orang Minahasa Kuno Di Desa Sawangan"