Kisah Di Balik Nama Warung Sate Mbok Galak

No comment 104 views

Berikut artikel Kisah di Balik Nama Warung Sate Mbok Galak , Semoga bermanfaat

SURAKARTA, KOMPAS.com – Apa yg Anda pikirkan saat mendengar nama Warung Sate Mbok Galak? Mungkin yg terbesit di pikiran adalah pelayan di warung tersebut mulai memarahi Anda saat memesan makanan.

Warung Sate Mbok Galak adalah sebuah tempat makan yg menyediakan kuliner seperti sate kambing, tengkleng, gule, sate buntel, dan tongseng. Warung tersebut terletak di pinggir Jalan Mangun Sarkoro No. 122, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Pemilik Warung Sate Mbok Galak, Sudarto (66) menjelaskan anggapan pelayan mulai marah-marah telah banyak ditanyakan oleh pengunjung. Ia sendiri cuma tersenyum saat KompasTravel menanyakan hal tersebut.

“Disebut Mbok Galak ini sebenarnya karena warung sate terletak di jalan besar. Dulu istri aku ngomong-nya kenceng dan keras saat koordinasi sama pelayan. Jadi supaya kedengaran pesanannya, bukan karena marah-marah,” kata Sudarto kepada KompasTravel ketika ditemui di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (23/7/2016).

Ia menyebut, standar pelayanan di Warung Sate Mbok Galak harus memberikan senyum kepada pelanggan. Hal itu, menurut Sudarto, sangat bertolak belakang dengan sebutan Mbok Galak.

Pantauan KompasTravel ketika mampir di Warung Sate Mbok Galak, bus-bus jurusan Semarang dan Surabaya; juga truk-truk kontainer kerap melewati depan warung sate yg terletak di pinggir jalan lintas provinsi tersebut. Suara deru mesin dan knalpot kendaraan terdengar bising memenuhi telinga.

Selain itu, ada kisah yang lain di balik nama Mbok Galak. Sudarto menceritakan, julukan Mbok Galak diberikan oleh salah sesuatu bos agen salah sesuatu rokok di daerah Singosaren, Solo, Jawa Tengah pada tahun 1983.

“Dia dahulu kadang pesen sate hingga ribuan tusuk buat dibawa gudang rokok di daerah Palur, Solo bagian timur. Biasanya dia pesan pada akhir tahun,” ungkap Sudarto.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pemilik Warung Sate Mbok Galak, Sudarto (66) memegang sajian kuliner sate kambing dan buntel ketika ditemui di warung yg terletak di Jalan Mangun Sarkoro No. 122, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (23/7/2016). Sudarto adalah suami dari almarhum Bu Galak yg memiliki nama asli Bu Sakiyem.

Ia mengingat, saat diberikan julukan Mbok Galak, Sudarto bersama almarhum ibu Sakiyem segera memesan spanduk. Kala itu pada tahun 1983, lokasi Warung Sate Mbok Galak berada di rumah bertingkat di seberang sebuah pom bensin di Jalan Mangun Sarkoro tidak jauh dari tempat warung satenya ketika ini.

“Warung sate ini kan tiga kali pindah tempat. Pertama lalu di rumah dekat gedung Graha Saba Buana. Kedua pindah di depan pom bensin, dahulu terakhir tahun 1990 pindah ke tempat yg sekarang,” jelasnya.

Pengalaman KompasTravel ketika mencicipi olahan daging kambing di Warung Sate Mbok Galak juga tidak menemukan pegawai yg melayani dengan sambil marah. Seorang pengunjung yg tiba dari Malang, Amirushufi (26) berpendapat demikian.

“Pertama aku pikir orangnya judes pas melayani, tetapi pas tiba ternyata enggak,” kata laki-laki yg bekerja sebagai mekanik pesawat di Bandara Soekarno Hatta tersebut kepada KompasTravel ketika ditemui di Warung Sate Mbok Galak.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/24/210600527/kisah.di.balik.nama.warung.sate.mbok.galak.
Terima kasih sudah membaca berita Kisah di Balik Nama Warung Sate Mbok Galak . Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kisah Di Balik Nama Warung Sate Mbok Galak"