Keunikan Kampung Kuno Semarang

No comment 120 views

Berikut artikel Keunikan Kampung Kuno Semarang, Semoga bermanfaat

MEMILIKI masjid kuno At Taqwa, Sekayu adalah kampung bersejarah di Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid berarsitektur Jawa ini memiliki saka (tiang) tunggal penyangga atap model tumpang.

Konon, masjid ini dibangun Kiai Kamal sekitar tahun 1413. Bentuk asli masjid tetap dipertahankan, terutama arsitektur bagian dalam, ketika direnovasi tahun 2006.

Tokoh masyarakat Kampung Sekayu, Ahmad Arif (63), mengungkapkan, Sekayu terdiri dari Sekayu Tumenggungan, Sekayu Kepatihan, dan Sekayu Kramatjati.

(BACA: Ini Dia Lumpia Tertua di Semarang…)

Dinamai Sekayu karena sekitar masjid lalu yaitu lokasi penimbunan kayu jati dari hutan jati di Grobogan, Kendal, dan sekitarnya. Letak Kampung Sekayu berada di samping Kali Semarang, dulu kala yaitu jalur dulu lintas perahu dan kapal.

”Ciri khas rumah asli Sekayu, rumah tinggal kuno, terbuat dari kayu jati berarsitektur Indis, gaya campuran rumah Jawa dengan gaya Belanda. Rumah kuno sekarang tak terlalu banyak,” ujar Ahmad, yg pernah menjadi Ketua Tim Tujuh.

Tim Tujuh dibentuk warga Sekayu bagi mempertahankan keberadaan Sekayu setelah tahun 2008 muncul pembangunan Mal Paragon. Kampung Sekayu sudah kehilangan wilayah Rukun Tetangga (RT) 01, meliputi 20-22 rumah, yg sebagian rumah itu khas Sekayu.

Ahmad memamerkan bentuk asli rumahnya. Ruang tamu berdinding kayu jati warna kuning gading itu memiliki pintu kembar, baik buat kamar maupun pintu depan. Ciri khas pintu jawa Sekayu, di atas pintu ada lubang angin berbentuk cakra.

Dari segi sejarah, ujar Ahmad, Sekayu pernah menjadi pusat pemerintahan (Dalem Kanjengan) setelah pindah dari Bubahan ke Gabahan, kemudian Sekayu, dan akhirnya ke Kanjengan, depan alun-alun Masjid Besar Kauman.

Sebelah barat Sekayu, dibatasi Jalan Pemuda, juga terdapat Kampung Basahan. Dinamai Basahan, menurut ceritanya, karena pernah didiami salah sesuatu panglima pengikut Pangeran Diponegoro, merupakan Sentot Alibasyah Prawirodirdjo. Kampung itu kini hilang, kawasan itu menjadi hotel mewah.

Salah sesuatu warga Kampung Basahan, Sugiarto (67), pernah tinggal di Basahan. ”Rumah aku dibeli investor tahun 2005. Sulit mempertahankan kampung ini karena banyak warga yg bersedia menjual,” ujarnya.

Struktur kampung didesain buat penguatan ekonomi dan pertahanan warga di zaman Belanda. Ketika itu, Semarang yaitu bandar besar bagi kapal-kapal pengangkut hasil bumi, kampung-kampung itu juga mengarah ke pantai.

Di bagian utara Sekayu terdapat Kampung Depok (Padepokan), tempat bersemadi warga. Ada pula Kampung Kranggan, kata yang lain dari kanuragan yg yaitu sarana berlatih bela diri. Di dekat pelabuhan terdapat pula Kampung Beteng, kampung pembatas antara bandar dan lokasi permukiman warga lokal.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/11/21/080600227/keunikan.kampung.kuno.semarang
Terima kasih sudah membaca berita Keunikan Kampung Kuno Semarang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Keunikan Kampung Kuno Semarang"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.