Keunikan Air Terjun Cunca Kuang Di Lembah Flores

No comment 138 views

Berikut artikel Keunikan Air Terjun Cunca Kuang di Lembah Flores, Semoga bermanfaat

RABU (10/8/2016) sore, pukul 14.30 Wita, aku ditantang oleh pemerhati Pariwisata dan Budaya di wilayah Flores Barat, Alfred Tuname bagi menjelajahi air terjun yg masih tersembunyi di sebuah lembah di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Apa tantangannya? Tantangannya adalah menyusuri keunikan air terjun yg terus diceritakan warga masyarakat di Kota Borong. Nama air terjun adalah air terjun Cunca Kuang di Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

Tantangan itu aku terima sambil menggali keterangan bersama Alfred Tuname tentang jalan masuk menuju ke air terjun itu.

Pertama-tama, kita mengendarai sepeda motor dari rumah Alfred di Kampung Toka, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Kami melintasi obyek wisata Pantai Cepi Watu menuju ke Jalan Transflores di Kota Borong. Kami menuju ke arah Barat dari Kota Borong.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Warga lokal dari Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/8/2016), memandu pengunjung ke air terjun Cunca Kuang.

Kami melintasi jalan Transflores yg mulus menuju ke persawahan Waereca. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit, kita belok kanan menuju perkampungan Mondo.

Kondisi jalan negara Transflores yg mulus dengan jalan desa menuju ke perkampungan Mondo sangat berbeda, antara jalan beraspal hotmix dengan jalan tanah. Sedih dan memprihatinkan.

Saya dan Alfred Tuname mau balik ke rumah karena keadaan jalan yg memprihatinkan itu. Tapi, keinginan buat melihat keunikan air terjun itu telah sangat kuat. Dalam keadaan jalan yg memprihatinkan itu, kita selalu melintasi jalan itu dengan hati-hati dan waspada supaya tak terjadi kecelakaan.

Kami selalu melintasi jalan tanah menuju perkampungan Mondo. Saat melintasi jalan itu, kalian berjumpa dengan beberapa warga masyarakat Kampung Mondo yg baru pulang usai memberikan air ke hewan ternak mereka seperti kerbau dan sapi.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Keunikan air terjun Cunca Kuang di kawasan Hutan Kuang, Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/8/2016).

Kami berhenti dan menanyakan kepada mereka tentang keberadaan air terjun Cunca Kuang. Seorang warga, Martinus Milu memberikan keterangan sekaligus memandu kita menuju ke air terjun itu. Tak lama setelah itu, kita bertemu dengan salah sesuatu warga lagi, Yohanes Laru dan bersiap memandu kita menuju ke air terjun itu.

Jadilah, Yohanes Laru dan Martinus Milu menjadi pemandu kalian menuju ke air terjun sambil memberikan keterangan tentang keberadaan air terjun tersebut.

Kami menyusuri hutan Kuang yg dipadati oleh pohon-pohon besar. Dari jalan raya, menyusuri lereng dan selanjutnya jalan menurun ke Kali Waereca. Air terjun Cunca Kuang bersumber dari aliran sungai Waereca. Kami butuh waktu 15 menit sampai di air terjun tersebut.

“Saya dan Alfred Tuname terkagum-kagum dengan keunikan air terjun Cunca Kuang. Aliran air terjunnya membelah beberapa tebing. Kira-kira ketinggian air terjuan itu adalah 15 meter. Namun, air terjunnya kelihatan beranak tangga. Inilah keunikan alam Manggarai Timur di Flores yg masih tersembunyi dan belum dikelola dengan baik,” bisik aku dalam hati.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Pemandu lokal dari Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/8/2016) tidak jarang memandu wisatawan mancanegara dan domestik bagi melihat keunikan air terjun Cunca Kuang.

Tempat Mistis dan Tempat Tinggal Waja Rae

Yohanes Laru dan Martinus Milu kepada KompasTravel, Rabu (10/8/2016), menyampaikan air terjun Cunca Kuang yaitu tempat mistis. Konon dalam berbagai mimpi warga masyarakat di Kampung Mondo bahwa kolam air terjuan Cunca Kuang dan alam sekitarnya menjadi tempat tinggal makhluk halus atau roh halus. Dalam bahasa lokal disebut tempat tinggal ‘Poti’ atau setan.

Tak sembarangan orang pergi ke tempat air terjun itu karena tempatnya sangat angker. Jika ingin berwisata ke tempat air terjun itu harus ada pemandu lokal dari Kampung Mondo.

Selain itu, dikisahkan secara turun temurun bahwa pada zaman dulu kolam air terjun itu sebagai tempat tinggal ‘Waja Rae’ artinya buaya berwarna merah. Tapi, kini telah tak ada lagi buaya berwarna merah tersebut.

Selain itu, kolam air terjun itu tempat buat memancing belut serta menangkap Ipung. Jika mau menangkap Ipung di tebing-tebing air terjun, terlebih lalu dikerjakan ritual adat dengan menyembelih seekor ayam sebagai sesajian kepada ‘penjaga’ di tempat itu.

Terkenal sampai Inggris dan Australia

Beberapa tahun belakangan air terjun ini ramai di kunjungan wisatawan asing. Wisatawan dari Inggris dan Australia telah pernah mengunjungi air terjun ini. Bahkan, air terjun ini sangat cocok buat jumping.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Pengunjung dipandu warga lokal dari Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/8/2016), sedang menyeberangi kali Waereca menuju air terjun Cunca Kuang.

“Kami pernah memandu wisatawan dari Inggris dan Australia. Bahkan, mereka berenang dan ingin jumping dari tebing Kolam, tapi kita larang. Namun, akhir-akhir ini jarang ada kunjungan wisatawan karena tahun dahulu ada seorang siswa dari Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata tenggelam,” kata Yohanes.

“Kami pernah menghantar salah sesuatu anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI ke air terjun itu, tapi tak tahu realisasi dari kunjungan itu. Juga kalian kadang mendampingi pegawai Dinas Pariwisata Manggarai Timur, namun, tak ada keterangan lanjutan dari kunjungan itu,” sambung Martinus.

Larangan

Kolam air terjun ini sangat bersih. Larangan untuk para pengunjung dan wisatawan adalah jangan membuang sampah dari atas air terjun. Jangan membuang kotoran-kotoran kayu ke kolam. Jangan membuang batu dari puncak air terjun. Intinya, para pengunjung harus mengikuti arahan dari pemandu lokal.

Tokoh Pemerhati Pariwisata dan Budaya Flores Barat, Alfred Tuname kepada KompasTravel menjelaskan, air terjun Cunca Kuang sesungguhnya permata di Kota Borong. Air terjunnya indah dan menarik. Pengunjung bisa menikmati tak cuma pemandangannya yg luar biasa, tapi mampu merasakan kesegaran airnya ketika mandi bahkan jumping.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Seorang pengunjung sedang berdiri di pinggir tebing air terjun Cunca Kuang di kawasan Hutan Kuang, Kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (16/8/2016).

Selain itu, lanjut Tuname, letak air terjun itu masih berada di sekitar Kota Borong. Ini dapat dijadikan paket wisata city tour di Kota Borong. Diharapkan Pemkab Kabupaten Manggarai Timur perlu mempercantiknya kembali.

Dalam hal ini, perhalus jalan menuju Cunca Kuang, sekaligus dinas pariwisata bersama masyarakat di Kampung Mondo bekerja sama bagi menjaga dan merawat air terjun itu. Bukan saja air terjunnya tapi juga cerita-cerita dan mitos tentang air terjun tersebut.

Tuname menambahkan, bicara konteks pariwisata berlaku hukum ekonomi, penawaran mulai menciptakan permintaannya sendiri. Jika air terjunnya baik dari sisi fasilitas dan akses serta promosi, pengunjung mulai tiba ke air terjun itu. Maka transaksi ekonomi pun terjadi. Masyarakat sekitar itu mulai mulai memperoleh manfaatnya.
Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/12/110600827/Keunikan.Air.Terjun.Cunca.Kuang.di.Lembah.Flores
Terima kasih sudah membaca berita Keunikan Air Terjun Cunca Kuang di Lembah Flores. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Keunikan Air Terjun Cunca Kuang Di Lembah Flores"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.