Ketika Mendaki Gunung Tak Lagi Dimonopoli Orang Dewasa

No comment 92 views

Berikut artikel Ketika Mendaki Gunung Tak Lagi Dimonopoli Orang Dewasa, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Biasanya aktivitas mendaki gunung dimonopoli oleh traveler dewasa saja. Namun kini, traveler cilik atau yg masih anak-anak pun ada yg telah akan rajin mendaki gunung. Hebat!

Dalam sebuah kegiatan mendaki gunung atau mountain climbing, biasanya di monopoli oleh kalangan tertentu atau cuma kaum dewasa saja sebagai pelaku kegiatan. Akan tetapi, seiring dengan semakin majunya keterangan dari media-media online, semakin gampang pula para traveler atau pendaki mengakses keterangan tentang sebuah destinasi secara lengkap.

Saat awal Tahun 2000-an, keterangan tentang gunung-gunung cuma sedikit saja. Biasanya keterangan ini cuma didapat dari orang-orang yg pernah ke sana saja, atau dari komunitas-komunitas  pecinta alam yg masih terbatas pada kampus atau universitas-universitas dengan himpunannya yg biasa disebut MAPALA.

Bukan cuma informasi, peralatan ketika itu pun tergolong mahal dan jarang. Berbeda dengan sekarang, dimana telah banyak merk dengan harga terjangkau yg menawarkan peralatan camping atau pun pendakian yg tentunya fungsinya semakin mempermudah kalian dalam melakukan kegiatan, yg ketika ini seperti akan hidup kembali, setelah sempat tertidur dua tahun yg lalu.

Kini, tidak jarang kami jumpai pendaki-pendaki cilik yg akan menjajal kegiatan outdoor yg sesuatu ini. Mengenalkan mereka dengan alam bebas sejak usia dini, mulai sangat menolong pembentukan karakter mereka. Bukan cuma fisik saja, tapi kemandirian, keberanian dan team work mampu kalian ajarkan kepada si kecil ketika melakukan kegiatan ini.

Terlebih yg penting agar si kecil makin mengenal, mengagumi, dan melihat kebesaran Tuhan. Melalui hal ini, dapat menumbuhkan bukan cuma jiwa patriotisme mulai kecintaan terhadap negeri, tapi juga kepada Tuhan YME, pencipta langit dan bumi.

Persiapan yg dikerjakan ketika mengajak si kecil memang harus ekstra teliti. Selain kesiapan fisik atau kesehatan dan mental si anak, para orang tua juga hendaknya menyiapkan peralatan dengan cermat guna mengantisipasi perubahan cuaca yg mampu tiba-tiba terjadi ketika pendakian.

Soal logistik dan obat-obatan pun harus diperhatikan dan disesuaikan dengan Si Kecil. Kondisi prima juga harus dimiliki oleh para orang tua yg nantinya mulai menyertai pendakian si kecil. Yang tak kalah pentingnya adalah pemilihan tempat mendaki atau gunung yg ramah untuk para pendaki pemula, terutama pendaki cilik.

Salah sesuatu referensi yg dapat penulis informasikan adalah Gunung Papandayan (2662 mdpl) di Garut Jawa Barat. Akses yg telah layak dan gampang di akses baik memakai angkutan umum maupun mobil pribadi. Keindahan alam, trek pendakian yg tak curam, suhu rata–rata antara 10–15 derajat celcius ketika malam cukup bersahabat.

Daerahnya juga cukup luas bagi mendirikan tenda, serta melimpahnya sumber mata air. Terdapat pula 13 toilet dan kamar mandi yg layak pakai dan puluhan warung menjajakan makanan dan jajanan yg dapat kami jumpai sepanjang perjalanan yg buka 24 jam.

3 jam jarak tempuh pendakian dari base camp sampai tempat mendirikan tenda/ nge-camp (Pondok Saladah) dengan berjalan santai plus foto-foto tentunya, menjadikan gunung ini sebagai pilihan yg tepat di awal kegiatan mendaki untuk si kecil.

Disarankan bagi mengajak serta orang yg telah mempunyai pengalaman mendaki, buat orang tua yg belum mempunyai pengalaman mendaki gunung Mengajak dan mengenalkan si kecil tentang alam bebas dari usia dini, kenapa tidak?

Do it safely, mendaki bersama keluarga mulai membuat keluarga Anda menjadi keluarga hebat. Salam traveling!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/17/141400/3215640/1025/ketika-mendaki-gunung-tak-lagi-dimonopoli-orang-dewasa
Terima kasih sudah membaca berita Ketika Mendaki Gunung Tak Lagi Dimonopoli Orang Dewasa. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ketika Mendaki Gunung Tak Lagi Dimonopoli Orang Dewasa"