Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten Dan Lampung

No comment 120 views

Berikut artikel Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten dan Lampung, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi saksi bersatunya traveler pehobi instagram dari Banten dan Lampung. Sekitar 200-an orang berkumpul dan mengeksplorasi kawasan itu.

Bermain dan berinteraksi di sosial media memang mengasyikkan, dari situ kalian mampu dengan gampang mendapatkan informasi, teman baru, komunitas baru, bahkan jodoh. Tapi kurang lengkap rasanya seandainya tak bertatap muka segera dengan teman-teman dari dunia maya.

Ada keseruan tersendiri bila baru pertama kali bertemu dengan teman-teman di instagram yg sebelumnya kami pasti telah menebak-nebak bagaimana suara asli, dan karakternya saat mengobrol langsung.

Instagram sebagai salah sesuatu jejaring sosial secara rutin mengadakan World Wide Insta Meet 13 (WWIM13), merupakan sebuah acara yg mempertemukan pengguna instagram di dunia nyata bagi berinteraksi, bertatap muka secara langsung, atau dapat dibilang kopi darat. Acara ini yaitu yg ke 13, dan dilaksanakan tanggal 24 April 2016 dulu secara serentak di semua dunia.

Untuk WWIM13 ini temanya adalah #LifeOnEarth merupakan mengajak segala instagramer agar lebih sadar dan lebih peduli mulai lingkungan dan kelangsungan kehidupan di bumi yg semakin rusak ini dengan melakukan hal yg positif.

Untuk konsep dari regional Banten sendiri adalah #KrakatoaConnect merupakan mempertemukan antara instagramer dari Banten sekitar 118 orang dengan Lampung 150 orang di Anak Gunung Krakatau. Dipilihnya gunung tersebut karena posisinya berada di tengah-tengah Selat Sunda, dan konon letusan gunung Krakataulah yg menyebabkan terpisahnya Pulau Jawa dengan Sumatera.

Acara WWIM 13 dimulai siang hari dan dilaksanakan di Villa ex Green Garden Anyer. Peserta yg hadir tak cuma dari Provinsi Banten saja, tetapi ada yg dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Komunitas instagram yg hadir antara yang lain Explore Banten, BantenVidgram, MiniwalkBanten, BantenBanget, Instameet Indonesia, Dagelan, dan MountainParody.

Selain sharing antar komunitas, acara ini juga mengadakan Instagram Challenge, seperti memotret dengan mata tertutup memakai ponsel, memotret produk, dan juga selfie dengan para peserta.

Saat malam hari sekitar pukul 01.00 WIB, seluruh peserta menaiki kapal yg sudah disediakan bagi menyeberang ke Krakatau. Saat itu cuaca mendung disertai dengan kilatan-kilatan petir yg tidak mengurangi suasana semakin mencekam, untung saja gelombang laut masih bersahabat.

Pada pukul 05.00 WIB, seluruh kapal datang di Anak Gunung Krakatau. Sayangnya di pulau ini tak memiliki dermaga, jadi agak sulit buat berlabuh untuk kapal-kapal yg besar. Para kru kapal pun berjibaku dengan pasang surutnya air laut agar seluruh penumpang mampu menepi ke daratan.

Di Pulau ini terdapat Pos Jaga, jadi para pengunjung harus melapor kepada petugas terlebih lalu bila memasuki kawasan ini, mengingat Anak Gunung Krakatau adalah Cagar Alam yg dilindungi.

Jalur pendakian Anak Gunung Krakatau sangat cocok untuk pemula, karena jarak tempuhnya yg singkat dan medan yg sangat ramah. Untuk menuju ke punggungan gunung, dari pantai mampu ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit melewati hutan pinus dahulu menanjak dengan medan pasir hitam dan batuan vulkanik.

Jika diperhatikan dari jauh, jalur dan kontur Anak Gunung Krakatau mirip dengan Puncak Gunung Semeru yg berpasir. Maka dari itu disarankan bagi memakai sepatu, karena ketika siang hari pasirnya terasa panas sekali, dan juga terdapat banyak batuan vulkanik yg cukup tajam.

Setelah berjalan kaki 30 menit mulai sampai di punggungan Anak Gunung Krakatau. Di sinilah batas aman pengunjung, karena bagi mendaki sampai puncak sangat berbahaya, dengan trek yg miring dan juga ada bahaya gas beracun yg keluar dari kawah.

Salah sesuatu tempat terbaik bagi berfoto adalah di sini, karena di sini mampu kelihatan jelas puncak Anak Krakatau, Pulau Rakata yg yaitu pecahan induk Gunung Krakatau masa lampau, Pulau Sertung, Pulau Panjang, dan Pulau Sabesi di kejauhan. Untuk jalur alternatif turunnya, dari punggungan dapat mengambil arah selatan dahulu belok ke kiri. Di jalur ini kelihatan bebatuan warna merah yg dimuntahkan dari kawah dan meleleh menjalar ke pantai.

Sesampainya di pantai, sebenarnya ada jadwal bagi snorkling Legon Cabe, namun sayang sekali, kita tiba terlalu siang sehingga gelombangnya menjadi tinggi, dan bisa membahayakan semuanya. Maka dari itu kita putuskan buat kembali ke Anyer. Sungguh seru dan layak buat dikenang!

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/06/01/143500/3199552/1025/ketika-gunung-anak-krakatau-satukan-traveler-banten-amp-lampung
Terima kasih sudah membaca berita Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten dan Lampung. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Ketika Gunung Anak Krakatau Satukan Traveler Banten Dan Lampung"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.