Kenapa Makanan Khas Surabaya Ini Disebut Lontong Balap?

No comment 129 views

Berikut artikel Kenapa Makanan Khas Surabaya Ini Disebut Lontong Balap?, Semoga bermanfaat

SURABAYA, KOMPAS.com – Pecinta kuliner pasti tahu Surabaya memiliki lontong khas yg disebut lontong balap. Nama ini terbilang unik, karena lontong balap bukanlah nama merek melainkan nama dari hidangan itu sendiri. 

Lontong balap adalah sajian lontong berkuah dengan isian tauge, tahu, dan lento (kacang yg dimasak dengan cara khusus). Bagi yg suka rasa pedas bisa menambahkan sambal petis yg yaitu ciri khas lontong balap.

Pertanyaanya, mengapa nama makanan ini lontong balap? KompasTravel ketika melakukan ekspedisi jalur mudik Merapah Trans Jawa dari Kompas.com, Selasa (28/6/2016), coba bertanya kepada Sisno, pemilik sekaligus pembuat lontong balap Cak Pri yg terletak di Jalan Kebalen (Sampoerna), Surabaya, dekat dengan House of Sampoerna.

Silvita Agmasari Lontong balap Cak Pri di Jalan Sampoerna, Surabaya.

“Kalau menurut kakek aku yg telah jualan lontong balap sejak tahun 1913, jadi dahulu itu di Jalan Semarang (Kecamatan Bubutan) banyak yg jualan lontong. Waktu itu belum disebut lontong balap. Nah, mereka seluruh berjualan di kebun binatang. Tiap pagi mereka keluar naik sepeda bagi menjual lontong, kebut-kebutan. Ada orang yg sebut, ‘Itu lontong balapan’,” cerita Sisno.

Sisno yg yaitu generasi ketiga penjual lontong balap Cak Pri, menjelaskan bahan dan cara pembuatan lontong balap. “Bumbunya itu bawang putih, bawang prei, merica diulek. Sebenarnya kuncinya itu kuah lontong harus pakai minyak jelantah goreng bawang,” ungkap Sisno.

“Saya pernah mencoba tidak pakai itu, rasanya beda jadi tidak enak,” tambahnya.

Proses memasak paling rumit, menurut Sisno adalah membuat lento. “Lento itu dari kacang yg direndam semalaman, dibersihkan, ditumbuk, dikasih bumbu  garam, kencur, daun jeruk, bawang putih, bawang merah, dan ketumbar. Semua ditumbuk, dikepal dengan tangan, baru digoreng,” jelas Sisno.

Silvita Agmasari Sate kerang, sajian pendamping lontong balap.

Rasa lontong balap berbeda dengan lontong pada umumnya. Jika Anda membayangkan seperti lontong sayur atau lontong cap gomeh, rasanya beda jauh. Kuah lontong balap bening tidak bersantan. Sehingga rasanya ringan dan tidak membuat eneg sama sekali.

Tauge dan lento memberi keunggulan dalam segi tekstur. Rasa lontong balap, jauh lebih nikmat dari penampilannya yg sederhana. Menemani lontong balap, biasanya terus ada sate kerang dan es degan. 

Silvita Agmasari Es degan, minuman pendamping lontong balap.

“Sate kerangnya sedikit saja ya Pak,” kata aku ketika memesan. Padahal, akhirnya habis juga sepuluh tusuk. Sate kerang Cak Pri rasanya lezat, sama sekali tidak berbau amis, tidak alot, dan bumbu menyerap sempurna. Kata Sisno rahasianya menggunakan kerang dara segar yg direbus dan diberi bumbu.

Harga seporsi lontong balap adalah Rp 10.000. Seporsi sate kerang berisi sepuluh tusuk, Rp 12.000. Sedangkan es degan atau es kelapa dibanderol Rp 6.000. Lontong Balap Cak Pri buka dari pukul delapan pagi hingga pukul lima sore. 

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/06/29/070500427/kenapa.makanan.khas.surabaya.ini.disebut.lontong.balap.
Terima kasih sudah membaca berita Kenapa Makanan Khas Surabaya Ini Disebut Lontong Balap?. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kenapa Makanan Khas Surabaya Ini Disebut Lontong Balap?"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.