Kenalan Lebih Dekat Dengan Suku Sasak Di Desa Sade, Lombok

No comment 88 views

Berikut artikel Kenalan Lebih Dekat dengan Suku Sasak di Desa Sade, Lombok, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Lombok selain milik banyak pantai cantik, juga milik warisan budaya yg menarik. Mari berkenalan dengan Suku Sasak di Desa Sade dengan lebih dekat.

Lombok menawarkan keindahan yg sangat berkesan dan tak terbantahkan. Lombok memiliki panorama alam seperti pantai dan gunung yg sangat indah. Baru-baru ini juga Lombok dinobatkan sebagai tujuan wisata halal terbaik di dunia.

Bagi para traveller yg sedang berlibur ke Lombok, jangan sampai terlewat buat mengunjungi perkampungan suku asli Lombok, merupakan Suku Sasak di Desa Sade. Desa Sade berjarak 30 Km dari Kota Mataram dan tempatnya sangat gampang ditemukan karena tepat berada di pinggir jalan raya Praya – Kuta.

Tiba di perkampungan Suku Sasak, kami segera dijamu oleh lokal tour guide. Mereka mulai menjelaskan secara rinci tentang sejarah suku sasak. Untuk mampu menikmati suasana perkampungan suku asli ini, pengunjung cuma membayar uang sumbangan seikhlasnya buat masyarakat suku sasak.

Menurut tour guide yg menemani saya, Salim, di Desa Sasak cuma dihuni oleh 150 kepala keluarga saja, karena bagi menjaga kelestarian di perkampungan ini, dan sisanya tinggal di luar perkampungan ini. Suku sasak ketika ini adalah yaitu keturunan generasi ke enam belas dari leluhur mereka terdahulu.

Ada yg menarik ketika berkunjung di sini, di perkampungan Sade ada sebuah istilah ‘kawin lari’. Kawin lari yg dimaksud adalah seandainya seorang laki-laki menyukai seorang perempuan suku sasak dan diantara keduanya saling suka, maka si laki-laki berhak membawa lari si perempuan tersebut ke kerabat laki-laki dan si perempuan diinapkan di rumah kerabatnya.

Kemudian esok harinya, Si laki-laki dan keluarganya mulai melamar si keluarga gadis bagi dinikahkan. Pada umumnya laki-laki di sini diharuskan menikahi perempuan dari suku sasak sendiri. Menurut Salim, mahar yg digunakan sangat terjangkau cuma uang sebesar Rp 100 ribu-Rp 500 ribu dan seperangkat alat solat.

Perkampungan di Desa Sade sendiri masih sangat tradisional. Rumah di Desa Sade berbentuk persegi, tak berjendela, dan cuma memiliki sesuatu pintu. Atap rumah di sini masih memakai jerami yg telah dikeringkan dan biasanya jerami tesebut bertahan selama 5 bulan, kemudian setelah lima bulan, penduduk mulai menggantinya dengan jerami yg baru.

Dulunya saat membangun rumah, masyarakat Suku Sasak memakai kotoran kerbau buat melekatkan batu. Bahkan sampai sekarang pun, mereka masih memakai kotoran sapi atau kerbau buat mengepel rumah mereka. Memang terdengar aneh saat pertama kali mendengarnya, namun ketika aku masuk ke dalam rumah, tak tercium bau kotoran apapun.

Ruangan di rumah tradisional suku sasak terdiri dari beberapa sampai tiga ruangan. Pada bagian paling atas, ruangan ini diperuntukan bagi seorang gadis saja dan di sebelahnya terdapat dapur. Dapur di sini masih memakai tungku dan kayu bakar buat memasak. Di ruangan yg kedua biasanya ditempati oleh orang tua dan anak laki-laki.

Mata pencaharian masyarakat Suku Sasak adalah bertani dan penenun kain. Pada umumnya kaum laki-laki hampir seluruh adalah para petani dan kaum perempuannya bekerja di rumah sebagai penenun kain dan menjual kain tersebut kepada wisatawan. Saat menenun, mereka masih memakai alat tenun yg tradisional yg berupa Berire.

Berire yaitu sebuah alat yg berfungsi buat menenun yg berupa batang panjang berbentuk piph dan agak lancip diujungnya. Ujung berire tersebut dikondisikan agar memudahkan penenun bagi memasukan dan mengeluarkan alat tersebut ke dalam pakan benang yg sedang ditenun.

Alat ini berfungsi memberikan celah ketika penenun memasukan pengiring yg berisi benang. Bahkan pembuatannya pun masih sangat tradisional dan dibutuhkan waktu 1-2 bulan bagi bisa menenun sebuah kain ikat yg cantik.

Siapa yg tak mengenal kain ikat khas Lombok, baru-baru ini salah seorang designer dari Indonesia, Dian Pelangi menunjukkan hasil karyanya kain ikat khas Lombok di New York, Amerika dua waktu silam.

Mengunjungi perkampungan Suku Sasak di Desa Sade memberikan pengalaman yg berharga buat kami agar mencintai dan melestarikan kebudayaan ini. Peran pemerintah dan pihak swasta sangat dibutuhkan buat mampu mempromosikan perkampungan ini agar terkenal di mancanegara.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/04/094400/3286669/1025/kenalan-lebih-dekat-dengan-suku-sasak-di-desa-sade-lombok
Terima kasih sudah membaca berita Kenalan Lebih Dekat dengan Suku Sasak di Desa Sade, Lombok. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kenalan Lebih Dekat Dengan Suku Sasak Di Desa Sade, Lombok"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.