Kemping Ceria Di Ranu Kumbolo

No comment 105 views

Berikut artikel Kemping Ceria di Ranu Kumbolo, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Saat mendaki Gunung Semeru, para pendaki mulai beristirahat lalu di Ranu Kumbolo. Danau cantik yg suka jadi tempat kemping. Kapan kamu ke sini?

Saat kami mulai mendaki gunung Semeru, pasti telah tak asing lagi dengan Tanjakan Cinta yg telah terkenal dengan mitos yg beredar di kalangan pendaki. Setiap pendaki yg ke Semeru pasti ingin menjajal mitos Tanjakan Cinta tersebut.

Kali ini aku tak membahas tentang mitos yg beredar, itu dapat kami baca di blog-blog yg traveler lain. Disini aku lebih tertarik menceritakan tentang pesona keindahannya. Mungkin banyak pendaki yg terlalu fokus ingin menjajal mitos sehingga melewatkan pesona keindahan yg terdapat di sana.

O iya, perjalanan mecapai tanjakan cinta aku akan dari Ranu Pani/ Pos Pendakian Semeru. Saat itu aku akan perjalanan dari Ranu pani pagi sekitar jam 7 wib. Saya berjalan berdua bersama teman pendakian yg bernama Galih. Trek nya tak terlalu berat karena terbilang landai jadi kita jalannya sedikit santa.

Sebagai info Tanjakan cinta ini letaknya tepat setelah Ranu Kumbolo, biasanya para pendaki mulai menggelar tenda di Ranu Kumbolo. Saat itu kita juga menetapkan buat kemping di Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo berada di ketinggian sekitar 2400 mdpl, Dari Ranu Pani mampu menempuh waktu 4-5 jam berjalan kaki. Saat itu kita sampai di Ranu Kumbolo sekitar jam 11 kurang, itupun kita lakukan dg ritme yg santai.

Sampai di Ranu Kumbolo, telah kelihatan warna-warni tenda para pendaki yg menghiasi pinggiran Ranu Kumbolo, indah sekali terlihat. Walau belum saling kenal, keakraban telah biasa terjalin, saling sapa antar sesama pendaki, suasana yg paling dirindukan seandainya telah tak di gunung hehehee.

Sampai Diranu Kumbolo, kalian segera mendirikan tenda, membongkar perbekalan kami. Menyantap bekal nasi pecel yg kita beli waktu di Ranu Pani,,hmmm lumayan setelah capek berjalan. Setelah lama selesai mendirikan tenda dan beres-beres kalian putuskan buat istirahat sebentar.

Setelah selesai istirahat kita putuskan bagi berjalan-jalan menikmati keindahan, dan kita pun tidak pikir panjang segera menuju tanjakan cinta yg berada tepat di belakang tenda. Wahh…lumayan panjang juga nih tanjakan, tetapi tak terlau curam. mungkin butuh waktu sekitar 20 menit bagi menyelesaikan tanjakan ini. Terlihat banyak para pendaki yg antusias ada yg sekedar foto, ada juga yg ingin menjajal mitos Tanjakan Cinta.

Saya sendiri tak coba mitos tersebut, aku malah lebih tertarik melihat keindahan yg disuguhkan dari Tanjakan Cinta, pemandangan cantik dari Ranu Kumbolo, dihiasi warna-warni tenda para pendaki, kabut tipis yang  akan turun menyelimuti Ranu Kumbolo, dan dua pendaki yg berusaha mejajal mitos rasanya momen indah itu sayang bagi dilewatkan dan tak diabadikan dalam foto.

Sorepun berganti malam, kita kembali ke tenda dan akan masak buat makan malam. Suasana malam di Ranu Kumbolo sangat indah karena ketika itu pas bulan purnama, cahaya bulan menerangi malam itu, udara malam lumayan dingin jadi tak kuat rasanya lama-lama di luar tenda, jadi aku putuskan masuk ke tenda dan ngobrol panjang lebar dengan teman setenda dan Mas Fendi yg kebetulan tetangga tenda yg main ke tenda kami. Tak terasa kalian ngobrol ditemani kopi panas. Malam pun telah larut, kalian dulu tidur.

Memang Suasana malam itu begitu dingin,ya pun terbangun karena tak kuat dinginnya, dan mengidupkan kompor di dalam tenda, lumayan untuk menghangatkan badan, ketika itu sekitar jam 1 dini hari, dahulu aku lanjutkan tidur lagi. Tapi jam 2 aku terbangun lagi karena kedinginan, dahulu menghidupkan kompor lagi sampai aku ketiduran sambil duduk di depan kompor, Jam 4 pagi aku terbangun lagi ternyata gas kompornya telah habis jadi terasa dingin lagi, untungnya tak kebakaran tenda kita hehee.

Pagi pun tiba, para pendaki yang lain telah terdengar ramai dg seluruh aktivitasnya. Saat yg ditunggu-tunggu tiba, golden sunrise di Ranu Kumbolo. Perlahan, langit berubah warna merah keemasan, air ranu kumbolo pun berkilau kuning keemasan karena pantulan dari cahaya matahari. Udara dingin pagi itu kita tak hiraukan begitu disuguhkan keindahan yg sangat sempurna dari yg Maha Kuasa. Tidak dapat berkata-kata lagi, cuma terpesona penuh rasa syukur mampu menikmati alam Indonesia yg begitu indah.

Setelah puas menkmati, sayapun panaskan air dan membuat kopi, pikirku menikmati pemandangan yg begitu cantik lebih asik sambil menikmati kopi. Dipinggir tenda aku menikmati keindahan pagi itu. Suasana seperti ini pasti sangat aku rindukan, suatu ketika aku ingin kembali lagi kesini. Sepertinya aku telah jatuh cinta dengan Tanjakan Cinta dan Syahdunya sunrise di Ranu Kumbolo. Semoga dapat kesana lagi..:)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/09/04/121500/3264840/1025/kemping-ceria-di-ranu-kumbolo
Terima kasih sudah membaca berita Kemping Ceria di Ranu Kumbolo. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kemping Ceria Di Ranu Kumbolo"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.