Keliling Seru Di Malang Dengan Aneka Transportasinya!

No comment 109 views

Berikut artikel Keliling Seru di Malang dengan Aneka Transportasinya!, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Malang dengan beragam objek wisata serunya. Wisatawan dapat mengelilingi kota ini dengan memilih dua transportasinya yg beragam.

Kota Malang tidaklah sebesar Jakarta. Luasnya cuma 252,1 kilometer di mana ikon-ikon kotanya mampu dikelilingi cuma dalam waktu dua jam. Ada berbagai pilihan transportasi yg dapat Kalian pilih dari yg gratis hingga berbayar.

Ikon-ikon penting Malang terdapat di Alun-alun Kota Malang, Pecinan, jalan Ijen, komplek Balaikota Malang dan Stasiun Kota Baru. Bangunan ikonik lainnya juga terdapat di kawasan Soekarno Hatta dengan adanya beberapa museum yg menarik dan universitas terbesar di kota Malang, merupakan Universitas Brawijaya.

Agar mampu menikmati ikon kota Malang tersebut, inilah pilihan transportasi yg dapat kita gunakan:

1. Bus Malang City Tour

Pemerintah Kota Malang tanggap terhadap melonjaknya jumlah wisatawan, sehingga pada Februari 2015 merilis sebuah bus yg mampu digunakan kalangan umum secara cuma-cuma. Namanya Bus Malang City Tour yg disingkat Bus Macyto.

Bus gratis ini berbentuk bus tingkat dengan bagian atasnya terbuka. Kapasitas penumpangnya 40 kursi dan beroperasi setiap hari sejak pukul 09.00 pagi dan 09.30 bagi hari Minggu. Start bus ini merupakan di halaman Balai Kota Malang, merupakan berdekatan dengan lokasi taman Tugu Malang atau yg juga dikenal dengan Alun-alun Bunder.

Rutenya hampir menjangkau ikon-ikon kota Malang. Rutenya adalah Balai Kota menuju  Kayu Tangan – Jalan Semeru – Ijen Boulevard – Bunderan Simpang Balapan. Tapi ada kalanya rutenya berubah menuju Alun-alun Merdeka baru menuju Ijen Boulevard dengan lewat jalan Kawi. Asyiknya ada pemandu wisata yg bersiap menjelaskan sejarah dan wawasan tentang daerah tersebut.

Nantinya di depan Museum Brawijaya yg terletak di jalan Ijen, bus mulai berhenti sekitar 20 menit bagi memberikan kesempatan kepada wisatawan buat mengabadikan momen di depan museum dengan tanknya. Bisa juga berfoto-foto dengan latar Boulevard Ijen yg cantik dan rapi.

Saat aku hendak masuk ke Museum Brawijaya, aku melihat rombongan tur ini masih asyik berfoto-foto. Peserta bus tersebut waktu itu didominasi keluarga yg membawa anak-anak. Tentunya asyik mengajak anak-anak berwisata sekaligus mengenalkannya pada sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

2. Menggunakan Mikrolet

Di kota Malang, angkutan umumnya bernama mikrolet yg gampang dikenali dengan warna birunya. Ada 25 trayek dan menjangkau sebagian besar sudut Kota Malang.

Mikrolet ini memiliki rute yg disingkat menjadi nama di papan penandanya. Misalnya, Arjosari-Belimbing-Gadang menjadi ABG.  Dengan naik mikrolet rute ABG maka Kalian mampu menuju Taman Krida, menuju Balai Penyelamatan Empu Purwa dan Museum Musik di Perumahan Griya Santa, brwisata kuliner di sepanjang jalan Soekarno Hatta, icip-icip Burger Buto, mencicipi serabi imut di Klojen, berkunjung ke Stasiun Kota Baru, melihat Klenteng, dan ke Pasar Besar.

Jika Kalian bingung trayek mana yg mulai ditumpangi, jangan kuatir. Kalian mampu bertanya ke supir mikrolet atau warga setempat. Mereka dengan senang hati mulai menunjukkannya ke Kalian. Oh ya tarif mikrolet ini Rp 4 ribu.

3. Naik Becak

Becak masih tersedia di dua kawasan. Salah satunya di Stasiun Kota Baru. Ada juga becak motor. Namun, aku baru tahu ternyata becak motor ini masih kontroversi di Malang dengan alasan spesifikasi kendaraan ini belum masuk dalam peraturan tentang transportasi publik di Malang.

Bentor di berbagai kota memiliki nasib yg berbeda, bergantung pada peraturan di daerah tersebut. Di Sumatera Utara, misalnya. Bentor diperbolehkan. Saya ingat dahulu kali pertama mencicipi bentor di Medan.

Nah  waktu pulang kampung kemarin aku juga sempat naik bentor dari Stasiun Kota Baru menuju Museum Bentoel. Tarifnya wajar, yakni Rp 15 ribu. Sementara seandainya naik mikrolet ABG maka setelah itu berjalan kaki lumayan jauh. Atau mampu juga lanjut dengan mikrolet lain, dilanjutkan berjalan kaki dengan jarak yg lebih pendek.

Jika Kalian ragu mulai legalitas bentor yg sebenarnya sama halnya dengan naik ojek online yg akan hadir di kota Malang, maka dapat memakai becak biasa. Kalian mampu tawar-menawar buat biaya ke tempat-tempat yg Kalian ingin kunjungi.

4. Sewa Motor/Mobil

Jika Kalian mampu mengendarai kendaraan roda beberapa dan memiliki SIM maka Kalian dapat menyewa roda dua. Tarifnya berkisar Rp 50-100 ribu/harinya. Jika bingung persoalan jalan, Kalian tinggal tanya warga setempat atau memakai aplikasi peta.

Jika beramai-ramai Kalian dapat menyewa mobil. Beberapa rental memberikan tarif yg berbeda bagi sewa digunakan dalam kota atau dibawa ke luar kota, seperti Batu dan Kabupaten Malang. Tarifnya berkisar Rp 400-700 ribu. Waktunya ada yg dihitung per 12 jam, ada pula yg 24 jam. Perhatikan secara cermat klausulnya sebelum menyetujui buat rental mobil.

Mau pilihan yg unik? Bagaimana kalau Kalian berjalan kaki? Jika Kalian menginap di tengah kota sebenarnya sebagian ikon kota Malang mampu ditempuh dengan berjalan kaki. Biasanya Kalian berpapasan dengan wisatawan asing yg juga tidak segan berjalan kaki. Sambil menikmati keindahan sekaligus berolah raga.

Nah, pilihan transportasi mana yg mulai Kalian pilih bagi mengelilingi Kota Malang?

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/26/152000/3258950/1025/keliling-seru-di-malang-dengan-aneka-transportasinya
Terima kasih sudah membaca berita Keliling Seru di Malang dengan Aneka Transportasinya!. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Keliling Seru Di Malang Dengan Aneka Transportasinya!"