KEK Pariwisata Tanjung Lesung Akan Dongkrak 2 Daerah Tertinggal Di Banten

Berikut artikel KEK Pariwisata Tanjung Lesung Akan Dongkrak 2 Daerah Tertinggal di Banten, Semoga bermanfaat

Pandeglang – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mulai jadi lokomotif perekonomian di Banten. Adanya KEK ini diharapkan dapat memajukan 2 daerah tertinggal merupakan Pandeglang dan Lebak.

Gubernur Banten Rano Karno sendiri optimis kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang itu bakal mendongkrak beberapa kawasan yg masih dikategorikan sebagai ‘daerah tertinggal’, yakni Pandeglang dan Lebak.

“KEK itu mulai mempercepat proses pengentasan kemiskinan di beberapa daerah itu,” sebut Gubernur Rano Karno dalam rilis pers Kemenpar yg diterima detikTravel, Sabtu (8/7/2016).

Sedikitnya, ada 14 kecamatan, 50 desa atau kelurahan, empat kabupaten/kota yg mulai dilintasi jalan tol baru Serang Panimbang nanti. Jalan bebas hambatan yg mulai menghubungkan Ibu Kota Jakarta dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang sejauh 84 km dari total 170 km.
 
Menurut paparan yg disampaikan, ke-50 desa atau kelurahan tersebut menyebar di Kota Serang, Kabupaten Serang, Pandeglang dan Lebak. Paling banyak lahan yg mulai masuk trase Jalan Tol Serang Panimbang itu yakni di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Dari data Pemprov Banten, perkiraan jalan Tol Serang-Panimbang luasnya kurang lebih 785,27 hektare dengan jumlah bidang tanah sebanyak 4.851 bidang Secara rinci, luas perkiraan lahan yg mulai terpakai jalan tol di Kota Serang sebanyak 21,17 hektare, Kabupaten Serang 163,35 hektare, Lebak dan Pandeglang masing-masing 369,61 hektare dan 231,17 hektare.

“Karena segala dokumennya telah dinyatakan lengkap, maka tahap selanjutnya adalah persiapan pengadaan lahan dan konsultasi publik. Sesuai Perpres 71 tahun 2012 diubah No 148 tahun 2015, kami diberikan waktu 111 hari buat langsung mengeluarkan SK Gubernur tentang Pengadaan lahan pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Tapi kalian mulai kerjakan 60 hari atau beberapa bulan terhitung dari tahapan persiapan,” kata Rano.

Ketua Pokja 10 Top Destinasi Kemenpar, Hiramsyah Sambudhy Thaib berharap setelah tahap penetapan lokasi ini, langsung dilanjutkan dengan pelaksanaan teknis di lapangan, agar realisasi pembangunan tol Serang-Panimbang ini tak molor. Sektor pariwisata butuh percepatan, bagi mengejar target kunjungan yg double, dari 9,4 juta 2015 menjadi 20 juta di 2019.

“Di sepuluh destinasi, segala kita lakukan percepatan,” jelas Hiramsyah yg juga dibenarkan oleh Menpar Arief Yahya.

Ke-10 Destinasi Prioritas yg kadang disebut sebagai ‘Bali Baru’ itu antara yang lain Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo Tengger Semeru (BTS) Jawa Timur, Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo Komodo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Morotai (Maltara).

“Semua dipercepat, empat yg telah KEK, yakni Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai dan Tanjung Kelayang,” jelas Hiramsyah.

Soal kaitan Pariwisata dan Pengentasan Kemiskinan, menekan Gini Ratio, menurunkan indeks kesenjangan social, itu juga dibenarkan oleh Menpar Arief Yahya.
“Pariwisata adalah sector yg paling mudah, cepat dan murah untuk Indonesia bagi mengejar ketinggalan. Terutama dalam menaikkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Tidak ada rumus lain, kecuali ekonomi kreatif dan Pariwisata, yg portofolio bisnisnya paling menjanjikan,” tegas Arief Yahya.

“Sekarang mau dibandingkan dengan siapa? Oil and gas? Grafiknya turun selalu dari USD 32,6M di 2013, menjadi USD 30,3M di 2014 dan tinggal USD 18,9M di 2015. Pun juga coal atau batu bara, dari USD 24,5M di 2013, menjadi USD 20,8M di 2014, dan tinggal USD 16,3M di 2015. Kepala sawit juga turun dari USD 17,5M di 2014 menjadi USD 15,5M. Hanya sector Pariwisata yg secara konsisten naik, dari USD 10,5 di 2013, dahulu USD 11,1M di 2014, dan naik USD 11,6M di 2015. Trend-nya naik,” tambah Arief.

Dari sisi ketenagakerjaan, kata Arief Yahya lagi, juga selalu mengalami kenaikan. Dari 9,6 juta di 2013, 10,3 juta di 2014, 11,3 juta di 2015 dan diproyeksikan tahun 2016 ini menjadi 11,7 juta tenaga kerja.

“Tahun 2019 nanti mulai mencapai 13 juta orang, yg bekerja di sektor Pariwisata. Sudah betul Pak Gubernur Rano Karno, seandainya menjadikan Pariwisata sebagai lokomotif buat memajukan daerahnya, termasuk mengentaskan beberapa daerah tertinggal Pandeglang dan Lebak itu,” ungkap Arief.

Secara terpisah, Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah, Wahyu Utomo, menyambut baik penetapan lokasi pembangunan tol darat dari Serang-Panimbang itu. Bagi dia, hal ini sangat strategis. Utamanya dalam mendukung akses penting menuju Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung.

“Infrastruktur jalan adalah faktor utama bagi menghidupkan pariwisata Tanjung Lesung, Banten. Begitu akses tol darat dari Serang ke Tanjung Lesung tembus, pertumbuhan pariwisata ke arah Banten pasti naik. Dukungan anggaran Rp 700 Miliar hingga Rp 900 Miliar yg bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang disiapkan buat pembebasan lahan jalan tol Serang-Panimbang,” ujar Wahyu Utomo.

(wsw/rdy)

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/07/09/153506/3249914/1382/kek-pariwisata-tanjung-lesung-akan-dongkrak-2-daerah-tertinggal-di-banten
Terima kasih sudah membaca berita KEK Pariwisata Tanjung Lesung Akan Dongkrak 2 Daerah Tertinggal di Banten. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "KEK Pariwisata Tanjung Lesung Akan Dongkrak 2 Daerah Tertinggal Di Banten"