Keindahan Tersembunyi Di Kepulauan Padaido

No comment 113 views

Berikut artikel Keindahan Tersembunyi di Kepulauan Padaido, Semoga bermanfaat

Oleh: A Bobby Pr

Menangkap ikan selengan orang dewasa cuma dengan bulu ayam. Itulah kekayaan Kepulauan Padaido yg terletak di sebelah utara Pulau Papua. Pantainya pun putih dan lembut, seperti bubuk tepung.

Kepulauan ini terletak di sebelah timur Pulau Biak, Papua. Peta Nusantara cuma menggambarkan seperti kumpulan noktah-noktah hitam di bibir Samudera Pasifik. Meskipun demikian, kekayaan dan keindahan alam di sini masih tersembunyi, belum tergarap dengan maksimal.

Masyarakatnya pun masih hidup dengan sederhana dari hasil alam yg mereka garap secara tradisional.

Untuk mencapai Kepulauan Padaido, kalian mampu memakai perahu bermotor dari Pelabuhan Titoti di Biak Timur. Masyarakat menyebut perahu motor dengan nama Johnson. Merujuk pada merek nama mesin perahu buatan Kanada.

“Sekarang telah tak ada lagi yg memakai Johnson. Terakhir digunakan sampai 1991. Mesin itu kuat sekali. Setelah masuk mesin-mesin dari Jepang dan China, tetap saja masyarakat menyebut Johnson padahal yg digunakan adalah Yamaha, Suzuki, Honda, Marinir, Parsu, dan lain-lain,” ujar motoris Anton Horota saat ditemui di Pulau Samberpasi.

Motoris adalah orang yg mengemudikan perahu motor. Dia harus memiliki kemampuan membaca arah angin, ombak, dan bintang pada ketika malam hari. Kalau tidak, perahu mulai terseret ke tengah lautan bebas.

Biasanya motoris membawa perahu menyusuri jalur selatan yg lebih panjang. Bila lewat utara ombak dan angin dari Samudera Pasifik mulai menarik ke tengah lautan.

Salah sesuatu pulau yg kerap didatangi turis adalah Samberpasi, salah sesuatu pulau di Kepulauan Padaido yg dihuni penduduk. Dari 21 pulau, delapan di antaranya tak berpenghuni. Perjalanan dari Pelabuhan Titoti ke Pulau Samberpasi memakan waktu sekitar beberapa sampai tiga jam.

Sepanjang perjalanan, kami disuguhi pemandangan pulau-pulau kecil yg hijau dan lautan nan biru. Semakin pekat warna biru memperlihatkan semakin dalam dasar lautnya.

Di dua tempat airnya jernih sehingga nampak ikan-ikan dahulu lalang di tengah terumbu karang, seperti dalam akuarium besar.

Menjelang sesuatu jam mencapai Samberpasi, kalian mampu turun sejenak dari perahu bagi merasakan sensasi berada di tengah lautan tanpa perlu takut tenggelam karena permukaan air tak lebih dari semata kaki meskipun pulau terdekat berada sekitar sesuatu kilometer.

Sebenarnya, tempat tersebut adalah bekas bagian pulau yg terkikis oleh hempasan ombak. Lama-lama yg tersisa cuma pasir lembut buat dipijak ketika air surut. Di bagian air yg setinggi paha orang dewasa mulai nampak ikan-ikan berenang dengan tenangnya.

Mendekati Pulau Samberpasi, kalian mampu melepaskan pancing bagi menangkap ikan. Umpannya cukup ikan-ikan kecil atau bulu ayam berwarna merah dan kuning. Tak perlu menunggu lama, ikan-ikan sebesar lengan orang dewasa mulai memakan umpan yg dikaitkan di ujung kail.

A. Bobby Pr. Dengan memakai umpan dari bulu ayam, kalian mampu memancing ikan sebesar lengan orang dewasa

Sepanjang perjalanan kami juga mampu berjumpa dengan para nelayan yg sedang menangkap ikan. Ada yg memakai pancing tetapi tak sedikit yg menangkap dengan memakai tombak. Anak-anak kecil pun biasanya menangkap ikan sendiri dengan memakai tombak di tengah kedalaman lautan.

Jenis ikan yg ada di daerah ini antara yang lain kakap merah, bubara, tengiri, cakalang, tuna, baronang, kerapu, hiu, dll. Lobster dan kepiting juga berlimpah di daerah ini.

Berlimpahnya hasil laut membuat masyarakat tak mengenal waktu bagi menangkap ikan. Asal mau dan kuat, mereka tinggal bersampan ke tengah laut bagi menangkap ikan.

Perahu penduduk biasanya berupa batang pohon yg tengahnya sudah diberi cekungan. Untuk menjaga kesimbangan agar tak oleng diterpa ombak mereka memakai sempang (cadik).

Lumba-lumba

Selain menangkap ikan, penduduk Kepulauan Padaido menggantungkan hidupnya dengan membuat kopra. Kopra adalah bahan baku buat membuat minyak goreng.

Pengolahan kopra masih dilakukan dengan sederhana. Setelah buah kelapa dibelah dan dagingnya diambil, dulu dikeringkan dengan cara dijemur atau diasapi.

Belum banyak wisatawan yg mendatangi kepulauan ini. Selain belum banyak yg tahu, sarana transportasi masih terbatas. Hanya mengandalkan penyewaan perahu bermotor. Tempat tinggal pun masih mengandalkan rumah penduduk.

A. Bobby Pr Air laut yg begitu jernih, membuat para wisatawan mampu melihat ikan yg dahulu lalang di sekitar Kepulauan Padaido, Papua

Akhir Juli dahulu lima guest house baru dibangun oleh pemerintah daerah setempat buat menampung wisatawan yg ingin bermalam. Padahal keindahaan dan kekayaan alam Kepulauan Padaido sayang buat dilewatkan.

“Tempat kalian tak kalah dengan Bali atau Raja Ampat. Maka kita sedang menyiapkan buat turis-turis datang,” ujar Emanuel Sarakan, Kepala Kampung Samberpasi.

Salah sesuatu yg menjadi tujuan wisatawan barat adalah Pulau Runi. Pulau ini tak ada penduduknya.

“Pulau Runi dikelilingi oleh karang-karang. Pantainya dihalangi pasir putih. Di tengah-tengahnya telaga berwarna biru. Orang barat suka ke tempat ini. Arah utaranya telah Samudera Pasifik,” ujar Robert Rumaropen, Kepala Distrik Aimando.

Aimando adalah salah sesuatu distrik di Kepulauan Padaido. Distrik lainnya adalah Padaido. Distrik adalah wilayah setingkat kecamatan.

Ucapan Emanuel  dan Robert bukan sekedar kata-kata kosong. Turis dari Australia kerap tiba buat menyelam guna menikmati keindahan terumbu karang di kepulauan ini. Mereka juga melihat burung-burung yg berkembang biak dengan bebas.

Untuk melihat lumba-lumba seperti di Pantai Lovina, Bali bukan masalah sulit di sini. Kalau di pulau dewata itu wisatawan harus ke tengah laut pada ketika matahari belum bersinar bagi melihat lumba-lumba.

Di Kepulauan Padaido,  lumba-lumba muncul sewaktu-waktu buat mengiringi nelayan yg melaut. Lumba-lumba tak ditangkap oleh penduduk setempat karena mamalia laut itu dianggap nenek moyang penduduk setempat.

Menurut mitos yg berkembang dalam cerita rakyat, dulu tiba seorang malaikat di Pulau Saribra. Pada ketika itu masyarakat belum mengenal api. Dia mendarat di tempat yg bernama Inek.

Malaikat itu menggosok-gosokkan tangannya sehingga keluar api. Tangan yg diselimuti api itu didekatkan ke daun kelapa kering. Dalam sekejap api menyala.

Beberapa orang yg menyaksikan itu ketakutan. Mereka lari ke tepi pantai dan kemudian masuk ke laut. Setelah itu lenyap di Samudra Pasifik. Konon mereka kemudian berubah menjadi lumba-lumba.

Dari cerita itu mereka yakin bahwa lumba-lumba berasal dari penduduk Kepulauan Padaido yg masuk ke laut. Maka masyarakat hingga sekarang tak menangkap lumba-lumba. Apalagi hewan-hewan itu kerap berenang di sisi perahu nelayan yg mulai melaut.

Pantai yg ada di Kepulauan Padaido umumnya diselimuti pasir putih yg lembut. Maka setelah berenang, menyelam, atau menangkap ikan, wisatawan bisa berjalan atau bermain di tepi pantai.

Setiap kami melangkah tanpa sepatu tak perlu takut tergores oleh karang atau bebatuan karena pasirnya lembut seperti tepung.

“Di sini pantainya indah dan udaranya masih murni. Begitu kata turis yg pernah aku antar,” ujar Anton yg pernah membawa wisatawan dari Jerman dan Afrika Selatan itu.

A. Bobby Pr Masyarakat di Kepulauan Padaido bersiap menyambut para tamu yg datang

Masyarakatnya pun menyambut dengan ramah setiap pengunjung yg datang. Kalau Anda beruntung masyarakat mulai menyuguhkan api unggun yg dibuat setinggi 10 meter.

Masyarakat membuat api unggun dengan cara menyusun empat batang pohon yg menjulang tinggi buat dijadikan kerangka. Bagian dalam diisi dengan daun-daun kelapa yg dikeringkan. Setelah disulut, api teciptalah api unggun yg membumbung tinggi.

Biasanya para tamu disuguhi lagu-lagu rakyat yg diiringi dengan gitar dan barang-barang yg dipukul sebagai gendang.

Ada pula sebuah gitar besar buatan penduduk setempat dari batang pohon. Senarnya terbuat dari tali pancing yg cukup tebal.

Kalau lagu-lagu dikumandangkan, penduduk mengajak wisatawan bagi menari sembari bernayanyi sampai pagi.

Kalau Anda tiba ke tempat ini, masyarakat mulai menyambut dengan penuh keramahan. Nah, Anda tertarik tiba ke tempat ini?

Kalau berminat jangan lupa bawa bahan makanan karena warung penduduk cuma menyediakan barang-barang terbatas. Selamat menikmati.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/08/23/071039327/keindahan.tersembunyi.di.kepulauan.padaido
Terima kasih sudah membaca berita Keindahan Tersembunyi di Kepulauan Padaido. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Keindahan Tersembunyi Di Kepulauan Padaido"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.