Kawasan Kota Tua Jakarta Yang Perlu Ditata

No comment 102 views

Berikut artikel Kawasan Kota Tua Jakarta yang Perlu Ditata, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Destinasi Kota Tua Jakarta memang menarik bagi dikunjungi. Namun, perlu penataan lebih banyak lagi di berbagai bidang agar wisatawan makin nyaman.

Minggu kedua bulan Januari, aku mengajak keluarga kecil aku jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta. Walaupun aku telah lama tinggal di Bekasi, tetapi belum pernah ke Kota Tua. Akhirnya kesempatan itu tiba juga.

Untuk ke Kota Tua disarankan naik Trans Jakarta karena lebih cepat, murah, dan mudah. Jangan membawa kendaraan sendiri seperti aku karena macet dan susah sekali mencari tempat parkir kendaraan. Setelah muter-muter, akhirnya ketemu parkiran pinggir jalan yg lokasinya cukup jauh dari tempat tujuan kami. Akhirnya kita harus berjalan kaki lumayan jauh.

Kota Tua ternyata luar biasa ramai dan penuh sesak, hampir tak ada tempat yg kosong. Semua berkumpul di lapangan terbuka di depan Museum Fatahillah. Saya sampai bertanya dalam hati apakah setiap hari khususnya weekend seperti ini ramainya?

Pengunjung didominasi remaja. Kebanyakan berasal dari luar kota Jakarta, seperti Bekasi, Bogor, Tangerang dan kota lainnya. Hal ini dimungkinkan karena kemudahan akses merupakan lewat Trans Jakarta atau kereta api jurusan Stasiun Kota yg telah segera sampai di kawasan Kota Tua.

Aktivitas penting hampir segala pengunjung adalah berfoto dengan latar belakang gedung-gedung di kota tua. Selain berfoto, ada juga pengunjung yg naik sepeda yg disewakan. Selain gedung gedung tua, yg menjadi objek foto favorit pengunjung adalah berfoto dengan ‘manusia patung’ dengan berbagai model dan kostum seperti putri salju, tentara, orang terbang, dll.

Setelah berfoto, pengunjung mampu memberikan atau memasukan uang seiklasnya di tempat yg sudah disediakan. Tidak ketinggalan anak aku juga berfoto dengan manusia patung.

Walaupun dari Pemda DKI telah menempatkan petugas Satpol PP, tapi masih ada saja penjual yg berkeliaran di dalam area terlarang dengan cara ‘mengakali’ petugas, merupakan dengan menawarkan dagangannya cuma dengan membawa sampel produk, misalnya kopi/minuman instan, seandainya pengunjung membeli, maka dia mulai meninggalkan ‘tanda’ di dekat pemesan, kemudian si pedagang pergi bagi mengambil pesanan pengunjung.

Selain itu pengamen juga banyak kelihatan di sana yg tampaknya ‘bebas’ beraksi. Satu hal yg membuat paling tak nyaman adalah kebersihan sangat kurang, sampah-sampah banyak berserakan karena pengunjung sangat ramai dan tak tertib dalam membuang sampah. Tidak kelihatan petugas kebersihan (pasukan orange yg terkenal), yg dahulu lalang di lokasi bagi membersihkan sampah-sampah.

Kekurangan yang lain yg membuat kurang nyaman adalah toilet. Toilet umum sangat kurang di sekitar lokasi strategis. Walaupun dari Pemda telah menyediakan toilet portable, tetapi tak mencukupi karena membludaknya pengunjung. Akhirnya banyak pengunjung harus memakai toilet salah sesuatu minimarket yg terletak di sekitar museum.

Di masa depan, kebersihan lokasi, penataan ruang publik, ketersedian fasilitas mendasar seperti toilet harusnya lebih ditingkatkan, karena kawasan Kota Tua sangat potensial bagi destinasi wisata sejarah dan juga edukasi.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/08/104000/3406441/1025/kawasan-kota-tua-jakarta-yang-perlu-ditata
Terima kasih sudah membaca berita Kawasan Kota Tua Jakarta yang Perlu Ditata. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kawasan Kota Tua Jakarta Yang Perlu Ditata"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.