Kawah Putih Bandung Yang Tak Pernah Pudar Pesonanya

No comment 86 views

Berikut artikel Kawah Putih Bandung yang Tak Pernah Pudar Pesonanya, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Datang ke Bandung kurang lengkap seandainya belum berkunjung ke Kawah Putih. Siap-siap tergoda dengan pesona kawahnya yg cantik!

Awan gelap tampak bergulung gulung menyambut kedatangan kalian di daerah Ciwidey. Matahari sepertinya enggan menyinari daerah pegunungan ini. Pohon pohon hijau di lembah Gunung Patuha pun tersapu oleh putih pekatnya kabut. Sambutan kurang begitu menggembirakan dari Sang Surya, tetapi seluruh itu tidak pernah menyurutkan tawa dan canda kita di sepanjang perjalanan. Alam di tengah bumi yg semakin menua ini memang susah buat ditebak. Terkadang ceria, namun terkadang juga suram tetapi kalian segala mempunyai sesuatu tujuan merupakan sebuah cerita tentang keindahan dan kebersamaan.

Mobil ini saya kendarai dengan kecepatan sedang mengikuti jalur berkelak kelok menembus perkebunan teh. Aku buka jendela mobil agar angin sejuk khas pegunungan masuk menerpa wajah kalian yg menciptakan sensasi tersendiri. “Bukankah hal seperti ini tak ada di Ibukota?” tanyaku, teman semobil pun menjawab serentak membenarkan peryataanku.

Selepas perkebunan teh jalanan sepertinya memasuki hutan lebat yg berada di lereng Gunung Patuha dengan jalur yg tetap berkelok kelok namun dengan aspal yg sangat mulus. Benar saja tidak berapa lama kalian datang di pelataran parkir mobil. Kita bisa memilih bagi parkir di atas (Dengan biaya permobil yg sangat mahal) atau parkir dibawah dengan parkir murah. Demi menggerakkan roda perekonomian setempat kalian memilih parkir bawah karena di sini kami harus menaiki ontang-anting. Sebuah mobil Suzuki carry yg sudah dimodifikasi secara unik buat bisa menampung banyak penumpang. 35 ribu bagi tiket masuk lengkap dengan ‘ontang anting ini, lebih murah dibandingkan kami parkir kendaraan pribadi di atas.

Muram dan dingin kata yg tepat menggambarkan suasana kala itu. Kabut pun berhembus pelan menyambut kedatangan kita di pelataran yg bertuliskan Kawah putih.

Langit belum juga bersahabat, kenapa engkau seperti ini? Apakah kau sedang berseteru dengan Sang Surya? Hingga kau enggan memberikan hangatmu barang sedikit saja. Keceriaan teman teman pun mengusik lamunanku tentang langit, saya berlari lari kecil menghampiri mereka dan ikut mengabadikan seluruh tingkah polah mereka.

Ada dua anak tangga turun kebawah yg harus kalian lalui sebelum mencapai bibir kawah. Tangga dengan pegangan kayu tampak begitu baik dengan papan papan keterangan yg terawat apik. Di salah sesuatu sudut terdapat dua orang yg sedang memainkan angklung. Dengan irama mengalun lembut akupun terbawa suasana dan langsung menyadari kalau saya ketika ini sedang di daerah dengan kebudayaan Suku Sunda yg kental. Menikmati ini seluruh sepertinya apa tiket yg kalian beli cukup sepadan dengan suasana yg kami dapatkan.

Putih dan mistis itulah kata yg pas menggambarkan keelokan dari kawah putih ini. Langit kelabu dan pekat kabut semakin menguatkan suasana itu. Kepulan asap belerang keluar di seberang danau. Pohon pohon cantigi di sekitaran kawah pun tampak tidak kuasa menahan kekuatan asam dari belerang, mereka pun mati tetapi tetap berdiri tidak mengurangi kesan mistik. Air, tanah, bebatuan semuanya tampak memutih kekuning kuningan tampak sangat kontras berpadu dengan kokohnya dinding kaldera Gunung Patuha.Â

Kawah Putih sepertinya menjadi nama yg pantas disematkan ditempat ini. Namun dalam benak saya pun coba berpikir ‘Apa kawah ini masih aktif?’, apa tak berbahaya kalian sampai mampu berada di pusat kawah seperti ini. Namun tampaknya Gunung Patuha ini memang telah tak aktif dan tak adanya sejarah letusan pada jaman modern. Namun jangan kaget seandainya suatu ketika Patuha mampu aktif kembali. Warna kawah yg kadang berubah sering putih, hijau, biru menandakan masih adanya aktifitas vulkanis walaupun cuma sedikit. Bahkan panas bumi dari aktifitas vulkanis Patuha ketika ini mulai dimanfaatkan buat Pembangkit listrik Geothermal sebesar 60 MW yg dioperasikan oleh perusahaan Geo Dipa. Disekitar Patuha sendiri banyak sekali muncul air panas yg banyak dimanfaatkan oleh pelaku bisnis pariwisata.Â

Entah tanpa sadar saya berucap seperti itu karena dalam kondisi seperti apapun langit tetap memberikan suatu paduan yg tak bisa kami tebak, tapi tetap dalam lingkup indah. Karena saya baru menyadari kemuraman langit hari ini tidak mengurangi kesan atau suasana di Kawah Putih, suatu suasana yang.. entahlah saya tak dapat menjabarkan kami harus kesini dan rasakan sendiri.

Gembira rasanya mampu menikmati seluruh ini, tiba ke sebuah tempat yg indah bersama teman teman seperjalanan yg menawarkan suatu kisah baru di setiap perjalanan. Gerimis kembali turun, kalian harus langsung melangkahkan kaki keluar kawah. Dalam derap langkah yg selalu menjauh saya dua kali menengok kebelakang seperti enggan buat meninggalkan tempat ini, tempat yg memberikan kedaimaian dan keindahan. Disini saya pun merasa seandainya dunia itu cuma seluas langkah kaki, maka jangan takut bagi melangkah khususnya di negeri kalian tercinta ini. Maka kenalilah dan jelajahilah nusantara.

Sumber: http://travel.detik.com/read/2016/10/25/102500/3324441/1025/kawah-putih-bandung-yang-tak-pernah-pudar-pesonanya
Terima kasih sudah membaca berita Kawah Putih Bandung yang Tak Pernah Pudar Pesonanya. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kawah Putih Bandung Yang Tak Pernah Pudar Pesonanya"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.