Karnaval Budaya Ambarawa, Melihat Ambarawa Tempo Dulu

No comment 139 views

Berikut artikel Karnaval Budaya Ambarawa, Melihat Ambarawa Tempo Dulu, Semoga bermanfaat

AMBARAWA, KOMPAS.com – Ribuan warga Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (24/7/2016) siang, tumpah ruah disepanjang ruas jalan di sepanjang lapangan Panglima Besar Sudirman.

Untuk yg pertama kalinya, sejumlah komunitas di kota berjuluk ‘Kota Palagan’ ini bersinergi menyelenggarakan karnaval budaya dan sejumlah kegiatan massal yg mereka sebut sebagai Pesona Bhakti Ambarawa (PBA).

Masyarakat sangat antusias menyaksikan penampilan para peserta karnaval antara lain, drum band Akademi Angkatan Udara (AAU), Paskibra Kabupaten Semarang, Komunitas Kebaya Ambarawa, Parade busana kreasi siswi SMK se Ambarawa, serta para pemeran pertempuran palagan dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) yg mengenakan kostum ala pejuang 45 serta grup drumbek dari Bergas.

Ketua Panitia PBA, Kolonel Adm Edi Wuryanto menilai, ketika ini masyarakat sedang haus mulai hiburan. Sedangkan kota Ambarawa ini sebenarnya menyimpan banyak potensi yg dapat digarap, terutama keseniannya di samping potensi wisata yg ada.

“Ini adalah pengikat, segala komunitas yg ada biar bersatu. Kebetulan saja anggota PBA ini banyak dari TNI,” kata Edi.

Salah sesuatu yg paling menjadi perhatian masyarakat adalah aksi akrobatik ratusan taruna AAU yg tergabung dalam grub drumband “Gita Dirgantara”. Mereka sangat piawai memainkan rampak perkusi ditimpali alunan melodi berbagai alat musik tiup.

Menurut Edi, pihaknya sengaja menghadirkan drumband taruna AAU ini bagi menarik minat para pelajar di kota Ambarawa bergabung sebagai prajurit TNI AU. “Ini yaitu syiar kami lah, mampu promosi kita. Siapa tahu putra-putra Ambarawa ini mampu masuk menjadi taruna Akabri Udara,” ujarnya.

Kendati baru pertama kali diadakan dan dibiayai secara mandiri oleh komunitas, acara yg berlangsung selama beberapa hari tersebut terbilang sukses. Kegiatan yg dipusatkan di Lapangan Panglima Besar Jenderal Sudirman Ambarawa itu, dibagi menjadi beberapa sesi.

Sesi pertama, Sabtu (23/7/2016), digelar bakti sosial berupa khitanan massal, pemasangan alat kontrasepsi keluarga berencana, pengecekan kesehatan gratis, penyuluhan kesehatan, festival drumblek, festival barongsai, wushu, kemudian malamnya ada gebyar seni.

Sedangkan, Minggu (24/7/2016), diawali dengan senam aerobik, drama kolosal pertempuran Palagan dan demo aeromodelling. “Harapan kita, ke depannya ingin garap yg lebih bagus lagi. Semoga dapat jadi agenda tiap tahunnya,” imbuhnya.

Selain warga, hadir pula Bupati Semarang Mundjirin, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, dan Sekda Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono.

Setelah melihat segera kemeriahan acara serta antusiasme masyarakat, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha berharap pada kesempatan berikutnya acara ini mulai menjadi lebih besar lagi.

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2016/07/25/102600527/Karnaval.Budaya.Ambarawa.Melihat.Ambarawa.Tempo.Dulu
Terima kasih sudah membaca berita Karnaval Budaya Ambarawa, Melihat Ambarawa Tempo Dulu. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Karnaval Budaya Ambarawa, Melihat Ambarawa Tempo Dulu"