Kapal ‘Nyangkut’ Dan Jadi Monumen, Cuma Ada Di Aceh

No comment 140 views

Berikut artikel Kapal ‘Nyangkut’ dan Jadi Monumen, Cuma Ada di Aceh, Semoga bermanfaat

detikTravel Community –  

Saat tsunami 2004 dulu sebuah kapal nelayan terhempas dari laut dan nyangkut di suatu rumah. Dan sekarang kapal itu jadi monumen unik.

Salah satunya adalah tentang sebuah kapal nelayan yg kala itu hanyut hingga tersangkut di atas atap rumah warga di Gampong (Desa) Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Kini kapal yg menjadi salah sesuatu korban keganasan gelombang tsunami itu dijadikan monumen dan salah sesuatu lokasi wisata tsunami oleh Pemerintah Kota Banda Aceh.

Akhir Januari lalu, aku bersama keluarga berkesempatan mengunjungi monumen kapal ini. Saat kesini kalian ditemani oleh Bang Zulfan, ia adalah traveler yang berasal Aceh yg sangat aktif membagikan keterangan tentang wisata Aceh.

Kami datang di lokasi bersamaan dengan rombongan wisatawan yang berasal Malaysia, kedatangan kita segera disambut oleh pengelola monumen. Setelah mengisi buku tamu kalian diperkenankan duduk di kursi buat mendengarkan cerita dari seorang ibu paruh baya yg yaitu korban selamat dari amukan tsunami.

Beliau menceritakan tentang kejadian yg ia alami akan ketika gempa hingga gelombang tsunami menerjang Gampong Lampulo yg berada dekat dengan bibir pantai.

Beginilah cerita yg disampaikan, Kala itu warga yg awalnya berada di luar rumah selepas gempa, berlarian mencari tempat tinggi ketika mendengar teriakan air laut naik dari ujung jalan. Salah sesuatu tempat buat menyelamatkan diri adalah rumah Ibu Abasiah yg memiliki beberapa lantai.

Namun, ternyata air selalu meninggi hingga mencapai dagu orang dewasa di lantai dua. Warga pun terjebak, mereka selalu berusaha bertahan hidup dengan coba menghancurkan plafon rumah buat naik ke atap tertinggi.

Air selalu meninggi, warga yg terjebak akan berdoa kepada yg Maha Kuasa agar tetap selamat. Di tengah kepasrahan itulah tiba pertolongan Tuhan. Tiba-tiba saja tiba sebuah kapal yg merapat ke rumah ibu Abasiah. Warga pun menyelamatkan diri ke dalam kapal tersebut. Ada 59 warga yg selamat berkat kapal ini. Mereka menunggu hingga 7 jam lamanya menunggu air laut surut.

Usai mendengarkan cerita, kalian akan mengeksplore bagian rumah yg menyangga kapal. Di bagian bawah kita melihat sebuah plakat yg ditulis dalam tiga bahasa merupakan Aceh, Indonesia dan Inggris.  

Plakat ini dirancang oleh tim Bustanussalatin dan bantuan recovery Aceh-Nias Trust Fund BRR. Di atas plakat tertulis ‘Kapal ini dihempas oleh gelombang tsunami pada tanggal 26 Desember 2004 hingga tersangkut di rumah ini. Kapal ini menjadi bukti utama betapa dahsyatnya musibah tsunami tersebut. Berkat kapal ini 59 orang terselamatkan pada kejadian itu’.

Di lantai dua, kalian melihat berbagai foto – foto dokumentasi yg menceritakan kerusakan-kerusakan yg ditimbulkan usai tsunami. Melihat foto-foto tersebut dalam hati selalu berdoa agar bencana sedahsyat tsunami yg pernah melanda Aceh tak terulang lagi.

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/02/07/131500/3413507/1025/kapal-nyangkut-dan-jadi-monumen-cuma-ada-di-aceh
Terima kasih sudah membaca berita Kapal ‘Nyangkut’ dan Jadi Monumen, Cuma Ada di Aceh. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kapal ‘Nyangkut’ Dan Jadi Monumen, Cuma Ada Di Aceh"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.