Kampung Pempek 26 Ilir, Tempat Berburu ‘Kapal Selam’ Di Palembang

Berikut artikel Kampung Pempek 26 Ilir, Tempat Berburu ‘Kapal Selam’ di Palembang, Semoga bermanfaat

Jakarta – Traveler yg sedang berlibur di Palembang telah tahu sentra penjual pempek? Ternyata ada kampungnya lho.

Memang belum ke Palembang seandainya tak menikmati Pempek sebagai kuliner khas Bumi Sriwijaya. Kota yg kaya sejarah budaya nusantara ini mempunyai julukan berupa Kota Pempek dan menjadi kebanggaan Wong Kito Galo.

Olahan khas dengan bahan baku ikan ini, mulai banyak kalian jumpai disudut kota Palembang ketika berkunjung. Namun, bagi bisa menikmati dengan berbagai varian dan olahan, kami mampu segera menuju ke ‘Kampung Pempek 26 Ilir’ yg berada di Pasar 26 Ilir.

Penampakan Kampung 26 ilirPenampakan Kampung Pempek 26 Ilir (Raja Adil Siregar/detikTravel)

Anda cukup menaiki Trans Musi sebagai angkutan umum atau ojek, maupun becak sepeda bagi mencapainya. Kampung ini cuma berjarak 300 meter dari kantor Walikota Palembang.

Setelah memasuki gerbang Jalan Mujahidin, mulai kelihatan diseberang kanan dan kiri jalan deretan toko tradisional yg menawarkan berbagai jenis makanan khas asli kota tersebut.

detikTravel segera menelusuri kampung tersebut, Minggu (26/03/2017). Dengan ramah, para pedagang menawarkan dagangan yg ada di toko mereka.

“Mampir duken kak, cicipi pempek kita ni,” saut pemilik toko ketika melintas di kawasan tersebut. Saat masuk, segera kelihatan berjajar di dalam etalase berbagai jenis, seperti pempek campur, telur kecil, lenjer kecil, pempek kulit ( bahan kulit tenggiri), lenggang (Ikan & Telur), pempek tahu, juga otak-otak ikan.

Aneka pempek yg lezat!Aneka pempek yg lezat! (Raja Adil Siregar/detikTravel)

Selain pempek, ada pula seperti Model, Tekwan dan Kemplang (krupuk ikan). Itulah makanan khas Palembang yg berbahan baku ikan tenggiri, kakap super, dan ikan gabus.

Untuk harga, para pemilik toko menjual dengan harga sangat miring, akan dari Rp 1000 hingga Rp 2000 buat pempek kecil dan Rp 10.000 bagi pempek macam lenjer dan kapal selam. Berbeda denga toko-toko di luar kampung pempek yg sudah memiliki nama dan nilai jual tersendiri.

Sementara kualitas, tak perlu diragukan lagi. Karena para pemilik toko memproduksi tanpa bahan pengawat dan memakai ikan segar yg diperoleh dari pasar ikan, yg tepat berbatasan dengan kampung pempek.

“Untuk bahan ikan harus pakai ikan tenggiri, kakap super dan ikan gabis aja. Kalau pakai ikan yang lain gak enak,” Ujar cek Ida, salah sesuatu pemilik toko di kawasan kuliner tersebut.

Bikin ngiler bukan?Bikin ngiler bukan? (Raja Adil Siregar/detikTravel)

Menurut cek Ida, kawasan tersebut terus ramai meski tak di hari libur. Hal ini dikarenakan adanya promosi oleh Pemkot Palembang tentang keberadaan kampung ini.

“Gak libur juga ramai, karena tidak jarang di pomosiin sama pak walikota tempat ini. Jadi seluruh orang telah tau, kalau ke palembang pasti kesini. Kalau biasanya banyak yg cari itu pempek Kapal Selam sama Lenjer Besar. Karena itu ukuran yg paling besar dan dikenal sama masyarakat,” urai dia.

Tidak cuma dikonsumsi di tempat, pengunjung yg berkunjung mampu membawa pulang dengan membeli paket packing akan dari Rp 50 ribu sampai Rp 100.000 buat sesuatu paket.

“Disini banyak pilihan bang, mau pempek macam apa aja pasti ada, termasuk yg ukuran kapal selam. Bisa juga bagi oleh-oleh keluarga di kampung, ” ujar Halimah, wisatawan yang berasal Madiun Jawa Timur tersebut.

Adapun asal-usul Pempek berdasarkan cerita rakyat. Sekitar tahun 1617, seorang Apek berusia 65 tahun yg tinggal di tepi Sungai Musi merasa prihatin melihat hasil tangkapan warga yg berlimpah dan belum mampu termanfaatkan dengan baik.

Karena cuma manfaatkan sebagai lauk pauk saja, ia coba alternatif yang lain dengan menggiling ikan belida dan tenggiri. Lalu mencampurnya dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru.

Kemudian, makanan baru tersebut dijual keliling kota oleh para apek dengan bersepeda. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “Pek… apek”, maka makanan tersebut dikenal dengan sebutan Empek-empek atau Pempek. (msl/msl)

Sumber: https://travel.detik.com/read/2017/03/26/153249/3457311/1519/kampung-pempek-26-ilir-tempat-berburu-kapal-selam-di-palembang
Terima kasih sudah membaca berita Kampung Pempek 26 Ilir, Tempat Berburu ‘Kapal Selam’ di Palembang. Silahkan baca berita lain tentang Traveling lainnya.

Tags:

Leave a reply "Kampung Pempek 26 Ilir, Tempat Berburu ‘Kapal Selam’ Di Palembang"